MINGGU III SESUDAH PASKAH
Kamis, 22 April 2021
HARI BUMI
Renungan Pagi
KJ. 66 : 1 – Berdoa
MENJADI ALAT TUHAN
Kisah Para Rasul 9 : 10 – 16
Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel”. (ay. 15)
Sering kita menerima informasi yang mencemaskan terkait hidup seseorang. Katanya, orang itu tempramental, suka meng-hina, sukar menerima pendapat orang lain, mau menang sendiri dan tidak punya sopan santun bicara dengan yang lebih tua. Boleh jadi tidak ada yang mau berurusan dengan orang semacam itu. Hanya cari masalah saja! Sudah dari sononya begitu! Mung kinkah sosok semacam itu dapat diubah menjadi pribadi menarik dan efektif bagi pekerjaan Tuhan? Tidak ada yang mustahil, jika Tuhan yang berencana.
Tindakan Saulus yang intoleran sudah diketahui pengikut Tuhan Yesus termasuk Ananias. Semua info itu benar. Namun demikian, Tuhan ternyata punya rencana baru untuk Saulus. Tuhan mau supaya Ananias terlibat melayani Saulus yang disiapkan sebagai alat bagi kemuliaan-Nya. Tuhan sedang memroses Saulus bagi tugas pelayanan memberitakan Injil. Saulus tidak hanya memberitakan, tetapi juga menderita bagi Tuhan Yesus. Hidup Saulus bukan menjadi mudah, melainkan berdarah-darah. Seperti yang dikehendaki Tuhan: mengikuti-Nya dengan penyangkalan diri sembari memikul salib (baca: Matius 16:24).
Pandemi global telah mengubah banyak hal dalam hidup manusia, termasuk karakter seseorang. Kekebalan atau imunitas tubuh semakin baik, jika kita hidup dalam pola pikir positif, ramah dan lembut. Mereka yang disebut sebagai pelayan Gereja, mestinya dapat memberlakukan perilaku yang membawa sua sana damai sejahtera dan sukacita. Jika karakter Saulus dapat diubah, tidakkah hal yang sama Tuhan dapat lakukan bagi kita? Kekerasan hati merupakan bukti karakter yang tidak mau diubah. Mari beri diri berubah, sehingga hidup kita dapat dipakai sebagai alat Tuhan Yesus guna memberitakan kasih-Nya, termasuk dalam menjaga dan melindungi bumi dari kerusakan yang makin parah.
KJ. 66 : 2,3
Doa : (Tuhan Yesus, tolong ajar kami menjadi pribadi yang lemah lembut. Dengan demikian pelayanan kami menjadi berkat bagi mereka yang menderita dan berdukacita karena berbagai sebab)
MINGGU III SESUDAH PASKAH
Kamis, 22 April 2021
HARI BUMI
Renungan Malam
KJ. 252 : 1 – Berdoa
INDAHNYA SALING MEMBANTU
Kisah Para Rasul 9 : 17 – 19a
Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. (ay. 19a)
Pandemi global Covid-19 menghantam ekonomi keluarga. Pembatasan aktivitas ekonomi berdampak pada pendapatan warga masyarakat. Pemerintah memberikan beragam bantuan sosial (bansos) baik sembako, tunai, pulsa dan pengobatan. Berbagai organisasi turut membantu warga masyarakat yang menderita termasukjemaat-jemaat GPIB di berbagai wilayah. Satgasda MUPEL Jakarta Pusat secara bersama turut menghimpun dana dan memberikan bansos bagi mereka yang terdampak secara ekonomi. Selan itu, dukungan psikososial diupayakan guna membantu warga masyarakat di sekitarnya.
Saulus tidak makan dan minum selama tiga hari (ay 9). Hidupnya diproses Tuhan dengan penderitaan badani. Masa tiga hari menjadi waktu bagi Saulus menyadari betapa kekuatannya terbatas. Saulus menantikan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Pengalaman mendengar suara Tuhan Yesus begitu membekas dalam pikiran dan hatinya. Pengalaman rohani itu bukan peristiwa biasa. Orientasi hidup Saulus berubah total. Kepercayaannya kepada Tuhan Yesus mulai bertumbuh. Kedatangan Ananias, disambut dengan terbuka. Saulus membuka hati dan pikirannya bagi rencana Tuhan dalam hidupnya. Tuhan mau matanya melihat kembali dan hidupnya dipenuhi Roh Kudus. Saulus takluk terhadap kehendak Tuhan. Saulus memberi diri dibaptis. Mata jasmani dan rohaninya dicelikkan Tuhan. Saulus akhirnya menikmati makanan sebagai berkat Tuhan yang memulihkan kembali kekuatannya.
Persoalan makanan masih jadi soal utama di masa pandemi. Bersyukur kepada Tuhan jika pemerintah dan juga jemaat-jemaat GPIB peduli dengan menyalurkan bansos bagi warga masyarakat. Kita diingatkan untuk saling membantu. Saudara yang berlebihan rejeki hendaknya terus berbagi berkat bagi yang berkekurangan. Salurkan berkat Tuhan Iewat pelayanan diakoni gereja maupun pelayanan Satgasda MUPEL GPIB di masing-masing wilayah.
KJ. 252 : 5
Doa : (Tuhan Yesus, tolong ajar kami berbagi berkat kepada saudara yang menderita. Tolong kami, agar saling bertolong-tolongan di tengah ketidakpastian akibat wabah ini)
