MINGGU XI SESUDAH PENTAKOSTA
Sabtu, 22 Agustus 2020

Renungan Pagi

GB. 89 : 1 – Berdoa

JANGAN MEMPERSULIT

Kisah Para Rasul 15 : 13-21

“Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain” (ay. 19a)

Kita tidak boleh menimbulkan kesulitan kepada bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah. Pernyataan Yakobus itu sangat indah. Tujuannya bukan karena mau mempermudah segala sesuatu melainkan untuk semakin menunjukkan pada maksud baik Allah dalam karya keselamatan-Nya bagi umat Israel maupun bangsa-bangsa lain.
 
Pendapat Yakobus itu dilandasi oleh prinsip kebenaran bahwa sejak semula Allah telah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya. Allah di dalam Yesus yang diberitakan oleh rasul-rasul dan dipercakapkan saat sidang di Yerusalem adalah yang menyelamatkan juga orang-orang non Yahudi karena iman mereka kepada Kristus. Mereka diselamatkan bukan karena melakukan taurat dan disunat. Mereka diselamatkan karena iman percaya pada Kristus Tuhan. Pemahaman ini terus menerus disampaikan agar mereka tiba pada kebenaran firman Tuhan. Akhirnya perbedaan sudut pandang dapat diatasi ketika semua pihak mau memahami bahwa karya keselamatan Allah dalam Yesus Kristus itu melampaui adat istiadat.
 
Gereja dapat menjadi jembatan bertemunya berbagai bangsa dan budaya. Hasil dari hal tersebut bahkan dapat melahirkan budaya baru yang lebih universal dari segi kemanusiaan. Gereja tidak boleh mempersulit sesama dengan yang tidak prinsip atau pokok. Hal yang pokok adalah melalui Yesus Kristus Allah menyatakan penggenapan janji-Nya. Kebangkitan Yesus membuat kita hidup oleh kuasa-Nya. Pokok pengajaran tersebut tidak menghilangkan prinsip hidup dalam kekudusan. Orang percaya hidup bukan bebas tanpa kendali. Karena itu dalam sidang tersebut juga diputuskan tata cara hidup berjemaat yang benar. Hal itu ditempuh, Ialu menjadi keputusan dan patut dilaksanakan karena telah menjadi ketentuan bersama. Dari sini kita belajar bahwa manusia bertanggung jawab untuk menciptakan ketentuan tatanan yang menghadirkan damai sejahtera dan keutuhan bersama.

GB. 89 : 4, 5

Doa : Mohon berilah hikmat dan kasih-Mu ya Tuhan, sebab dengan pikiran yang sangat terbatas, keputusan-keputusan kami bisa salah)

MINGGU XI SESUDAH PENTAKOSTA
Sabtu, 22 Agustus 2020

Renungan Malam

GB. 55 : 1 – Berdoa

BERMULA DARI MENDENGARKAN

Kisah Para Rasul 16 : 11 – 15

“….Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan” (ay. 14a)

Suka akan pengajaran dan mau belajar adalah awal dari memperoleh pengetahuan. Namun demikian bukan hanya sekadar mendengar pengajaran, melainkan sungguh-sungguh ingin tahu apa yang didengar dan membuka hati terhadap kebenaran Injil Allah itulah yang membuahkan hasil positif. ltu adalah proses karya murni dari Roh Kudus yang bekerja oleh kasih karunia-Nya. Roh Kudus berkarya bagi setiap orang yang kepadanya kasih karunia itu dinyatakan.
 
Lidia adalah seorang yang berada dalam proses kasih karunia Allah melalui tindakannya mendengarkan. Tuhan membuka hatinya, sehingga membuatnya sungguh-sungguh memperhatikan apa yang disampaikan Paulus. la kemudian memberi diri dan keluarganya untuk dibaptis. Roh Kudus bekerja melalui sarana pemberitaan Injil mengubahkan hidup manusia bukan hanya pada cara berpikir atau pemahaman, melainkan juga tingkah laku yang mencintai persekutuan karena merasa satu di dalam Tuhan yang mengasihi semua orang.
 
Melalui pengalaman ini, kita seharusnya semakin memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus yang menolong dalam melaksanakan tugas pembinaan, pengajaran orang dewasa sampai kepada anak-anak. Karena sarana itu dapat dipakai oleh Roh Kudus untuk membantu manusia mengalami pembaruan melalui mendengarkan, kemudian mempercayai. Lalu pada gilirannya, proses itu melahirkan perubahan-perubahan perilaku yang lebih menopang pekerjaan Tuhan.
 
Kita semua pasti mengasihi keluarga. Sejauh mana bimbingan pengajaran dari dalam rumah kita lakukan? Semua itu membentuk misi keluarga. Kemudian hal itu juga menopang misi gereja yang pada gilirannya berdampak pada masyarakat. Lidia dan keluarganya mengalami pengenalan akan Allah di dalam Yesus. Hal itu membuat mereka bersukacita dan ikut menopang misi Allah di dunia ini.

GB. 55 : 2

Doa : (Terima kasih untuk kesempatan belajar Firman Tuhan, oleh bimbingan Roh Kudus yang semakin menuntun kami dalam kebenaran-Mu)

Scroll to Top