MINGGU XXIV SESUDAH PENTAKOSTA
Sabtu, 21 November 2020
Renungan Pagi
GB. 35 : 1, 2 – Berdoa
MURKA TUHAN KEPADA PEMIMPIN PALSU
2 Petrus 2 : 1 – 16
“maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman” (ay. 9)
Saudaraku, mungkin kita tidak asing lagi dengan sebutan pemimpin palsu. Pemimpin palsu adalah orang-orang yang melaksanakan tugas kepemimpinan untuk memuaskan hawa nafsu seperti, egoisme, ambisi, mencari nama baik, dan seterusnya. Mereka melakukan berbagai macam cara untuk meraih apa yang diinginkan. Mereka memberikan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan dan mengesampingkan Sang Pemimpin Agung (ay. 1). Mungkin mereka berada di atas awan untuk saat ini namun, telah tersedia hukuman dan kebinasaan atas kehidupan mereka (ay.4).
Saudaraku, meskipun telah tersedia hukuman dan kebinasaan, para pemimpin palsu nampaknya tidak memikirkan hal tersebut. Mereka tetap menempuh jalannya sendiri dan menjerumuskan orang lemah ke yang salah demi meraih apa yang diinginkan. Mereka bukan mengarahkan orang lain kepada kehidupan yang penuh damai sejahtera Tuhan, tetapi membuat orang-orang itu menjadi tercemar. Sang pemimpin palsu tidak mungkin memikirkan kehidupan sesamanya, karena mata hatinya sudah ditutupi oleh berbagai macam hawa nafsu. la sudah merasa nyaman hidup dalam kecemaran yang menghina perintah Tuhan (ay. 10).
Saudaraku, uraian di atas membuktikan, bahwa hukum tabur tuai pasti berlaku dalam kehidupan ini. Untuk hal ini, hukum tabur tuai harus dipahami dalam frame moralitas. Jika menabur kebaikan, maka suatu saat pasti kita menuai hal yang baik. Begitu pula sebaliknya. Pada pagi ini, Tuhan mengingatkan agar kita tidak menjadi pemimpin palsu. Dengan demikian melalui kehadiran kita, damai sejahtera dan sukacita dapat dirasakan baik di rumah, lingkungan pekerjaan, gereja maupun masyarakat.
GB. 35 : 3
Doa : (Tuhan Yesus, mohon bimbing kami untuk melakukan kebaikan dan kebenaran serta lindungilah dari hawa nafsu yang membawa ke jurang kebinasaan)
MINGGU XXIV SESUDAH PENTAKOSTA
Sabtu, 21 November 2020
Renungan Malam
KJ. 413 : 1, 2 – Berdoa
PEMIMPIN PALSU, HAMBA KEBINASAAN
2 Petrus 2 : 17 – 22
“Mereka menjanjikan kemerdekaan kepada orang lain, padahal mereka sendiri adalah hamba-hamba kebinasaan” (ay. 19a)
Saudaraku, dalam budaya jawa, guru merupakan singkatan dari digugu Ian ditiru (dipercaya dan diikuti). Dengan demikian, seorang guru merupakan sosok pemimpin bagi para siswa. Jika sang guru memberikan contoh yang salah, maka ada kecenderungan para siswa akan melakukan hal yang sama. Apabila guru palsu tetap dipertahankan, maka kehidupan para siswa sedang dibawa menuju jurang kehancuran.
Saudaraku, kehadiran pemimpin palsu tentu sangat meresahkan. la pasti membawa suatu keributan, memperkeruh suasana, bahkan memicu munculnya konflik yang besar. Sebuah organisasi baik yang besar maupun kecil, dapat hancur apabila pemimpin palsu dibiarkan begitu saja. Suasana damai sejahtera pasti tidak dirasakan oleh orang-orang yang terlibat dalam organisasi tersebut. Yang menjadi pertanyaan adalah apa ciri-ciri dari pemimpin palsu?
Saudaraku, ciri-ciri pemimpin palsu adalah seperti mata air yang kering, bagaikan kabut yang dihalaukan taufan (ay. 17). Artinya, kehadirannya tidak membawa suatu perubahan yang positif. Mereka banyak bicara untuk memengaruhi orang-orang supaya menjadi anggotanya. Sayangnya kemudian, hal-hal yang dibicarakan itu hanya menjadi omong kosong (ay. 18). Mereka menghasut orang sedemikian rupa agar benar-benar memercayai yang dikatakan (ay. 19).
Saudaraku, mungkin kita pernah menjumpai pemimpin palsu. Tugas kita adalah jangan sampai terhasut dan terpengaruh atas kata-kata yang diucapkan. Agar tidak mudah terpengaruh, maka kita harus melihat bukti dari setiap kata-kata yang diucapkan. Kita harus berani menegur pemimpin palsu agar damai sejahtera dapat dirasakan dalam kehidupan ini. Berhati-hatilah, sebab pemimpin palsu dapat membuat orang Iain tersesat dan binasa.
KJ. 413 : 3
Doa : (Tuhan Yesus, mohon berikan kami keberanian untuk menegur pemimpin palsu yang membawa kehancuran dalam kehidupan ini)
