MINGGU PEMULIAAN YESUS KRISTUS
Jumat, 21 Mei 2021

Renungan Pagi

KJ. 363 : 1 – Berdoa

JANGAN LAMBAN

Amsal 10 : 4 – 5

Tangan yang lamban membuat miskin… (ay. 4)

Sejahtera atau kaya, pilihan ada di tangan anda hari ini, esok dan lusa. Jika anda memilih untuk menjadi orang sukses, maka bekerjalah. Hanya mereka yang tangannya lamban, pemalas yang tidak meraih apapun dalam hidupnya. Pilihannya ada pada anda.

Nasihat yang disampaikan pada orang muda dari orangtuanya dalam Amsal 10 ini mau mengatakan bahwa ujian bagi manusia, khususnya anak muda adalah malas bekerja. Penulis hikmat mengangkat pokok tentang kerja dengan menggunakan gambaran tangan yang lamban. Sebelum pandemic covid-19 terjadi, banyak orang rindu untuk bisa punya waktu istirahat di rumah, berlibur dan tidak terikat pada jam kerja. Pada masa pandemic covid-19, berapa banyak dari kita yang akhirnya harus sekolah, bekerja, berusaha dan beribadah dari rumah. Begitu banyak kesempatan untuk kita tidak terikat dengan tempat dan waktu kerja, namun tidak sedikit yang kemudian mengeluh karena jenuh, bahkan tidak tahu harus berbuat apa. Kita tidak bahagia dengan melakukan aktivitas dari rumah. Kita jadi lamban dan malas. Firman Tuhan katakan bekerjalah! Siapa yang dewasa secara spiritualitas, akan bersukacita untuk bekerja. Mereka yang bertanggung-jawab atas dirinya akan berlomba-lomba untuk melakukan berbagai aktivitas sekalipun dari rumah. Bekerjalah sekarang! Jangan menghabiskan waktu sepanjang hari ini dengan memperpanjang waktu tidur, menolak bekerja dengan alasan “ah hal itu sulit dilakukan” atau “tidak mungkin dapat dilakukan”, “tidak menghasilkan apa-apa”, jangan menunda apa yang harus dilakukan sekarang, dengan berbagai alasan lainnya. Jangan duduk dan berpangku tangan saja. Buatlah hidupmu berguna hari ini. Bangun! Bekerjalah…karena sukses itu menuntut perhatian dan energi. Capailah masa depan dengan bekerja hari ini, bagaimanapun sulitnya situasi. Pakailah energimu untuk melakukan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan oleh kita dahulu. Bekerjalah, jangan jadi pemalas.

KJ. 363 : 2

Doa : (Bapa, ini anak-Mu ubahlah kami agar menjadi manusia yang mau bekerja)

MINGGU PEMULIAAN YESUS KRISTUS
Jumat, 21 Mei 2021

Renungan Malam

KJ. 450 : 1 – Berdoa

DIBERKATILAH ORANG BENAR

Amsal 10 : 6

Berkat ada di atas kepala orang benar (ay. 6a)

Bagaimana aktivitas ada hari ini? Berapa banyak energi dan waktu telah terpakai untuk kesibukan hari ini? Sebelum kita memasuki akhir pekan ini, mari introspeksi diri. Apakah yang sudah saya kerjakan supaya pada akhirnya saya dapat menyebut diri sendiri sebagai orang yang sukses. Ya sukses bukan karena punya banyak uang, makin popular, dapat promosi utnuk kenaikan jabatan, bukan itu. Semua yang disebutkan tadi adalah bonus dari kesuksesan kita dalam memanfaatkan kemampuan, waktu, energi yang Tuhan karuniakan. Sukses itu adalah ketika kita dapat mengelola semua kemampuan yang ada secara optimal.

Amsal 10 : 6 katakan berkat ada di atas kepala orang benar. Berkat itu tersedia bagi siapa saja dan kapanpun. Berkat itu bukan sesuatu yang jauh yang tidak dapat diraih. Berkat tersedia bagi orang benar. Siapakah orang benar itu?. Tentu saja mereka yang taat pada perintah dan ajaran Tuhan. Orang yang benar akan memiliki hikmat karena itu ia menunjukkan kedewasaan untuk hidup secara bertanggungjawab. Ia menunjukkan tanggung-jawabnya dengan giat bekerja. Orang yang di berkati adalah orang yang berhikmat. Orang yang berhikmat selalu gembira untuk melakukan berbagai kerja yang bermanfaat secara optimal.

Malam ini ketika kita merenungkan Firman Tuhan, mengevaluasi hidup kita sepanjang hari ini, apa yang kita mau katakan tentang diri kita? Pantaskah kita untuk menyebut diri kita sebagai orang sukses? Pantaskah kita untuk bersyukur bahwa kita adalah orang-orang yang diberkati? Bagilah pengalaman anda hari ini dengan keluarga atau sahabat tentang hidup yang diberkati oleh Tuhan bukan karena kita punya segala sesuatu dalam bentuk materi, namun tentang kita yang mengalahkan kemalasan dan telah memanfaatkan seluruh potensi secara optimal baik untuk diri sendiri, maupun sesama. Anda harus jadi pribadi yang pantas disebut diberkati Tuhan.

KJ. 450 : 5

Doa : (Tuhan, terima kasih kami sudah dilayakkan menjadi orang-rang yang diberkati)

Scroll to Top