MINGGU IV PRAPASKAH
Selasa, 22 Maret 2022
Renungan Pagi
GB. 1 : 1 – Berdoa
KUATKAN TEKAD DALAM KEHENDAKNYA
2 Tawarikh 17 : 1 – 6
Dengan tabah hati ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN. Pula ia menjauhkan dari Yehuda segala bukit pengorbanan dan tiang berhala. (ay. 6)
Lagu “Jalan serta Yesus, jalan serta-Nya setiap hari, ….. “ lagu ini pasti pernah kita nyanyikan untuk menghidupkan suasana di acara retret atau acara gerejawi lainnya. Lewat syair lagu ini kita diajar bahwa hidup dalam Allah itu harus meresap dalam diri kita. Hidup umat harus sepenuhnya berada dalam kendali-Nya.
lnilah juga yang dilakukan oleh raja Yosafat. Yosafat menyerahkan seluruh kehidupan Yehuda di bawah kuasa Allah. la belajar bahwa tanpa kekuatan Allah maka Yehuda tidak akan bisa menjadi bangsa yang kuat. Dengan tekad yang bulat maka Yosafat menghancurkan tempat-tempat penyembahan berhala yang masih tertinggal di sekitar Yehuda.
Sikap hati Yosafat digambarkan pada ay. 6, “…. dengan tabah hati ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan ….” Yosafat dengan hati yang teguh melaksanakan misinya ini. Sikap ini penting karena pastinya ada yang suka dan tidak atas apa yang dilakukannya. Yosafat butuh kesungguhan hati untuk melakukan penyembahan yang benar kepada Allah, kalau tidak misinya akan gagal.
lnilah juga kiranya yang menjadi perenungan ketika di hari ini kita akan menjalani segala aktivitas kita. Pastinya ada banyak rencana yang ingin kita lakukan di hari ini. Dalam melaksanakan semua rencana itu lakukanlah sesuai dengan aturan Tuhan, jangan tinggalkan apa menjadi kehendak-Nya. Belajar dari Yosafat maka sangat dibutuhkan kesungguhan hati ketika mau bekerja sesuai dengan kehendak-Nya. Ada saja alasan yang bisa melemahkan tekad kita hidup benar dihadapan Allah. Bila hidup dalam Allah mendasari semua apa yang kita perbuat, maka lihatlah berkatNya akan memberi kita ketenangan hati dalam berkarya dan berkat-Nya itu mengalir juga bagi sekitar kita karena kita selalu menjadi bijak dalam bertindak.
GB. 1 : 2
Doa : (Mohon Tuhan buat hati kami punya tekad hidup benar dihadapanmu)
MINGGU IV PRAPASKAH
Selasa, 22 Maret 2022
Renungan Malam
KJ. 424 : 1 – Berdoa
JADILAH TELADAN
2 Tawarikh 17 : 7 – 9
Mereka memberikan pelajaran di Yehuda dengan membawa kitab Taurat TUHAN. Mereka mengelilingi semua kota di Yehuda sambil mengajar rakyat. (ay. 9)
Kata Guru dalam tradisi jawa dipercaya merupakan paduan dari dua kata: Digugu dan Ditiru. Artinya guru adalah pribadi yang dipercaya dan diikuti atas setiap pengajarannya. Seorang guru mengajarkan dan memberikan nilai-nilai kehidupan dan pengetahuan yang akan diterapkan dalam kehidupan muridnya.
Berperan sebagai guru yang mengajarkan tentang nilai peribadahan adalah kunci keberhasilan Yosafat dalam membaharui peribadahan rakyatYehuda. Ia mengirimkan para pembesar kerajaan bersama beberapa kaum Lewi terjun ke tengah masyarakat untuk menjadi guru iman bagi rakyat Yehuda. Tugas mereka adalah mengajarkan rakyat Yehuda agar benarbenar mau beribadah kepada Allah. Para guru iman ini melaksanakan tugas dengan baik, sehingga pembaharuan iman dapat terwujud dan mendarat dengan baik dalam kehidupan rakyat Yehuda. Pastinya para guru iman ini adalah pribadi yang paham akan nilai-nilai iman dan menjadi teladan yang baik bagi rakyat Yehuda.
Sebagai anak-anak Allah, kita adalah saksi-Nya di tengah dunia ini. Kita bersaksi tentang kasih Allah Iewat ucapan juga teladan hidup kita. Kita adalah guru iman bagi setiap orang disekitar kita. Kita harus mengajarkan bagaimana nilai Kristiani yang kita hayati dan mencontohkan penerapan nilai Kristiani itu dalam kehidupan sehari hari. Orang disekitar kita akan menjadi percaya kepada Allah ketika kita dapat menjelaskannya Iewat kata dan tindakan kita; ucapan dan perbuatan kita senantiasa menunjukkan kemuliaan Allah.
Patutlah kita renungkan, apakah sikap dan perbuatan kita dari pagi hingga malam ini memancarkan sinar kemuliaan Allah bagi sekitar? Atau malah sebaliknya. Biarlah kita boleh menghayati peranan guru iman bagi semua orang di sekitar kita dengan benar, dan nama Allah selalu dimuliakan oleh setiap pribadi di sekitar kita.
KJ. 424 : 3
Doa : (Mohon Tuhan ajarkan kami bisa menjadi teladan baik bagi sekitar kami)
