MINGGU VIII SESUDAH PENTAKOSTA
Rabu, 21 Juli 2021

Renungan Pagi

GB. 12 : 1 – Berdoa

JANGAN TINGGI HATI KARENA SEMUANYA DARI ALLAH!

Kejadian 41 : 15 – 24

Yusuf menyahut Firaun: “Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah juga yang akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku Firaun” (ay. 16)

Sebuah peribahasa yang sering kita dengar “bagaikan padi semakin berisi, semakin merunduk” agaknya dapat dikenakan pada Yusuf dalam teks bacaan pagi ini. Ketika Yusuf datang menghadap, Firaun pun menyampaikan kepada Yusuf masalah yang dihadapi karena tidak seorang pun dapat menafsirkannya. Firaun juga mengklarifikasi berita yang didengar dari juru minuman istana bahwa Yusuf bisa menafsirkan mimpi dengan hanya mendengarnya saja. Mendengar perkataan Firaun tersebut, Yusuf tidak lekas “besar kepala”. Ia justru mengatakan kepada Firaun bahwa bukan dirinya yang dapat mengartikan semuanya itu, melainkan Allah saja. Di sinilah kerendahan hati Yusuf. Dengan cara demikian, Yusuf juga ingin memperkenalkan Allah yang dipercayainya kepada Firaun. Yusuf meyakinkan Firaun bahwa melalui mimpinya, Allah akan memberitakan kesejahteraan kepada Firaun. Maka Firaun segera menceritakan mimpinya kepada Yusuf.

Saudaraku, kemampuan, potensi, dan Sumber Daya Insani (SDI) yang ada pada kita tidak boleh membuat kita tinggi hati dan sombong. Ketika kita mendapat kepercayaan dari pemimpin atau penguasa terkait potensi atau kemampuan yang kita miliki, kita mesti tetap mengutamakan Allah, dan menyaksikan tentang Allah yang kita sembah. Sebab Dia adalah Allah yang mahakuasa. Segala sesuatu bersumber hanya dari Allah. Kita hanya alat dan bukan tujuan dari kemampuan yang ada pada kita. Tujuan dari pengembangan kemampuan yang Allah anugerahkan adalah demi membantu sesama; terlibat dalam mengatasi masalah bersama, serta dapat membawa berkat/ kesejahteraan untuk banyak orang, sehingga nama Allah yang kita sembah dalam Tuhan Yesus makin ditinggikan. Sebaliknya, jika kita tinggi hati dan sombong maka kita akan direndahkan.

GB. 12 : 2

Doa : (Ya Tuhan, buatlah kami untuk rendah hati dan tetap menggunakan kemampuan kami untuk menjadi berkat bagi orang lain

MINGGU VIII SESUDAH PENTAKOSTA
Rabu, 21 Juli 2021

Renungan Malam

GB. 208 : 1 – Berdoa

MELIHAT TANDA AKAN MASA DEPAN

Kejadian 41 : 25

Allah telah memberitahukan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukan Nya (ay. 25)

Kenyataan ketidaktahuan kita tentang sesuatu yang akan terjadi di hari depan tidak boleh membuat kita pasrah dan putus asa; seolah-seolah tidak ada sesuatu yang dapat kita lakukan untuk mengantisipasi keadaan tersebut. Karena walau kita tidak tahu atau tidak bisa meramalkan apa yang akan terjadi di masa depan, kita dapat melihat tanda-tanda akan masa depan terkait apa yang hendak terjadi. Misalnya saja ketika kita melihat awan hitam dan langit mendung, kita mengatakan bahwa itulah tanda akan turun hujan. Apakah benar hujan akan turun? Kita juga tidak tahu. Tetapi setidaknya dengan melihat tanda awan hitam dan langit mendung, kita bisa berjaga-jaga dengan membawa payung. Demikian juga mimpi Firaun yang diartikan oleh Yusuf.

Setelah mendengar apa yang diceritakan Firaun, Yusuf memberikan respon. Ia mengatakan bahwa kedua mimpi Firaun memiliki arti yang sama. Yusuf menyampaikan bahwa mimpi tersebut adalah tanda dari Allah akan apa yang hendak dilakukan-Nya di masa depan (Kej. 41:25). Mimpi itu berarti akan datang tujuh tahun masa kelimpahan, lalu disambung dengan tujuh tahun masa kelaparan yang luar biasa. Sampai dua kali diulangi mimpi tersebut, itu berarti Allah telah menetapkan dan segera akan melakukannya. Allah tidak hanya memberi hikmat bagi Yusuf untuk menafsirkan mimpi. Allah juga memberi hikmat untuk memberikan solusi atau jalan keluar dari situasi yang dihadapi. Itulah yang diusulkan Yusuf kepada Firaun, yaitu tentang apa yang mesti dilakukan di tujuh tahun masa kelimpahan agar dapat mengatasi tujuh tahun masa kelaparan.

Kita memang tidak tahu masa depan, tetapi tidak boleh menjadi alasan untuk kita pasif dan tidak berbuat apa-apa dalam perjalanan hidup ke masa depan. Belajar dari Yusuf, marilah kita meminta hikmat dari Allah untuk dapat melihat tanda akan masa depan dan dapat mengantisipasinya dengan bijaksana.

GB. 208 : 3

Doa : (Ya Tuhan, berilah hikmat bagi kami untuk melihat tanda akan masa depan, agar kami siap menghadapinya)

Scroll to Top