MINGGU VII SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 21 Juli 2020

Renungan Pagi

GB. 284 : 1 – Berdoa

HIDUP UNTUK MEMBERKATI

1 Petrus  3 : 8 –  10 

…,karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. (ay. 9)

Pernahkah kita mengalami perbuatan baik yang kita lakukan dengan segala ketulusan dan kejujuran dicurigai orang? Mungkin kadang kenyataan ini melemahkan kita untuk mau melakukan perbuatan baik, apalagi dalam pelayanan di gereja. Namun bacaan Alkitab kita saat ini mengingatkan kita sebagai pengikut Kristus untuk selalu mengikuti teladan-Nya, untuk tetap hidup di jalan yang benar, jujur dan selalu terpanggil menciptakan perdamaian serta yang utama selalu memohon berkat-Nya bagi setiap orang, tidak hanya bagi mereka yang mengasihi dan menghargai perbuatan yang kita lakukan, tetapi juga orang yang membenci bahkan ingin mencelakakan kita. Hidup yang memberkati adalah hidup yang selalu memohon berkat Tuhan bagi siapa pun dengan tidak mengharapkan balasan.

Di akhir suatu ibadah seorang presbiter (Diaken, Pendeta dan Penatua) yang bertugas dalam ibadah selalu mengangkat tangannya dan menutup ibadah dengan berkat. Kelihatannya ritual ini adalah hal yang biasa, tetapi jika kita maknai lebih dalam pemberian berkat ini berawal dari kebiasaan orang tua yang memegang dan membelai anaknya dalam kasih disertai harapan agar Tuhan kiranya senantiasa memberkati anaknya. Cinta kasih orang tua yang sejati tidak akan pernah hilang, walaupun anaknya menyakitinya, dan selalu memohon agar Tuhan memberkati anaknya untuk hidup memuliakan Tuhan. Ketika berkat ini masuk dalam rumpun ibadah, maka selayaknyalah setiap presbiter hidup untuk memberikan cinta kasih dan memohon berkat Tuhan bagi umat-Nya, baik yang selalu mendukung pelayanan, maupun mereka yang kadang justru menjadi batu sandungan dalam pelayanan, disertai harapan hidup umat Tuhan kembali memuliakan nama Tuhan dan membangun persekutuan keluarga Allah dalam gereja yang penuh kasih yang saling membangun dan menopang.

GB. 284 : 2

Doa : (Ya Tuhan, pakailah hidupku untuk menjadi berkat bagi sesama. Amin)

MINGGU VII SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 21 Juli 2020

Renungan Malam

GB. 263: 1 – Berdoa

MEMBERKATI SEBAGAI PANGGILAN

1 Petrus  3 : 10 –  12 

Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, (ay. 11a)

Kadang ada pandangan yang berkembang, Jika kita sudah menjadi kaya dan sukses baru kita dapat melakukan panggilan kita untuk menjadi berkat untuk orang lain. Namun bagi seorang konglomerat Tedy Rahmat dalam buku biografinya, ternyata pandangan itu tidak sepenuhnya benar. Ketika ia belum memiliki jabatan dan kekayaan yang banyak pun di saat mau berbagi berkat bagi sesama ternyata Tuhan memampukannya dan Tuhan pun tidak menutup berkat materi bagi kehidupannya, sehingga semakin memberi semakin kelimpahan berkat.

Ada sebuah kisah nyata, pada kurang lebih tahun 1970, di saat itu televisi hanya berwama hitam putih dan hanya satu siaran yaitu TVRI. Setiap sore sampai malam, para tetangga sebuah keluarga Kristen ramai-ramai menonton Televisi karena mereka tidak memiliki televisi. Saat hari minggu, keluarga Kristen itu ke gereja, namun tetap memberikan kelonggaran bagi para tetangga untuk menonton Televisi. Waktu terus berlalu, sampai pada suatu hari minggu, mereka menyatakan ingin ikut ke gereja dan setelah selesai ibadah menyatakan ingin menjadi Kristen. Ketika ditanya kenapa ingin menjadi Kristen, mereka berkata “Keluarga bapak dan ibu orang baik, selama ini kami diberikan keleluasan menonton Televisi sedangkan tetangga lain tidak. Kami pun melihat kehidupan keseharian keluarga bapak dan ibu sungguh rendah hati dan mengasihi kami, makanya kami tertarik menjadi orang Kristen”. Ternyata hanya berawal dengan menonton televisi dan ditopang keteladanan hidup dalam kasih, 34 KK merasa diberkati dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya.

Panggilan hidup sebagai orang Kristen tidak lain adalah hidup untuk memberkati. Hal ini dapat terwujud jika kita mampu menjadi teladan hidup totalitas dalam kasih hanya untuk memuliakan nama Tuhan.

GB. 263 : 2

Doa : (Ya Tuhan, jadikanlah pembawa damai, dimulai dari diri dan keluarga. Amin)

Scroll to Top