MINGGU ADVEN IV
Rabu, 22 Desember 2021
Renungan Pagi
GB. 231 : 1 – Berdoa
HIDUP BENAR MESKI BERGUMUL
Lukas 1 : 5 – 7
Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah Ianjut umurnya (ay. 7)
Orang kerap mengaitkan hadirnya berbagai masalah atau pergumulan dalam hidup seseorang sebagai akibat kesalahan/dosa yang dibuatnya. Situasi ini menghadirkan pemikiran, jika seseorang dikenal saleh dan taat, maka dia tidak akan mengalami pergumulan berat, karena TUHAN selalu bersama dia. Jika seseorang memiliki tabiat dan perilaku buruk, maka beragam pergumulan dianggap “pantas” terjadi padanya. Pertanyaannya, “Apakah orang yang hidupnya dekat dengan TUHAN tidak akan mengalami pergumulan berat?”Mari belajar dari kisah pagi ini.
Bacaan ini merupakan catatan Lukas tentang Zakharia dan Elisabet. Zakharia adalah imam dari rombongan Abia. Sedang isterinya, Elisabet, merupakan keturunan Harun, Imam Besar Israel. Hidup mereka dicatat dalam ayat 6 benar-benar kehidupan yang patut diteladani, berpusat pada TUHAN dan kehendak-Nya. Jika belum tahu cerita mereka, kita pasti berpikir, mereka berlimpah kebahagiaan dan pasti sangat jauh dari masalah! Benarkah demikian? Ternyata TIDAK!
Mereka mengalami apa yang paling ditakutkan oleh keluarga Yahudi pada umumnya dan secara khusus para perempuan masa itu, yaitu tidak memiliki anak, karena Elisabet mandul! Bagi masyarakat saat itu, kemandulan merupakan aib bagi keluarga dan dapat berakibat bukan hanya penyesalan panjang, tetapi juga perceraian. Dapat dibayangkan keseharian hidup keluarga tersebut berada dalam perasaan tertekan dan malu. Itulah realita. Hidup benar, bukan berarti tanpa pergumulan berat!
Pagi ini kita belajar, bahwa:
1. Kesulitan maupun pergumulan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam hidup seseorang selama dia ada di dunia.
2. Hidup benar, bukan berarti tanpa kesulitan atau pergumulan yang berat. Itu adalah bagian dari proses perjalanan iman bersama dengan TU HAN.
Apapun situasi hidup kita hari ini, tetaplah melangkah dalam iman!
GB. 231 : 4
Doa : (Tuhan Yesus, tolong kami dalam menghadapi setiap pergumulan dengan mata yang senantiasa tertuju hanya kepada-Mu)
MINGGU ADVEN IV
Rabu, 22 Desember 2021
Renungan Malam
KJ. 78 : 1,2,3 – Berdoa
P.U.S.H
(Pray Until Something Happened)
Lukas 1 : 8 – 17
“Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak Iaki-laki bagimu…” (ay. 13)
Di media sosial pernah ramai dijadikan “hastag” sebuah singkatan P.U.S.H kepanjangan dari Pray Until Something Happened (arti: berdoalah sampai sesuatu terjadi). Tidak diketahui siapa yang pertama kali mencetuskannya, namun cukup menginspirasi banyak orang yang kemudian memakainya sebagai postingan dalam medsos mereka. “Apa yang terpikir, ketika membaca singkatan ini?” Bagi saya,dia menegaskan 2 (due) hal. Pertama, saat kesulitan melanda, tekunlah dalam doa. Kedua, TUHAN pasti akan menjawab doa sesuai kehendak-Nya.
Bacaan malam ini menunjukan contoh buah ketekunan dalam berdoa. Diceritakan, bahwa malaikat TUHAN berjumpa dengan Zakharia, saat dia ditugaskan membakar ukupan dalam Bait Suci (ayat 8-11). Malaikat TUHAN menyampaikan tiga hal:
1. TUHAN mengabulkan doa mereka. Elisabet akan mengandung seorang anak Iaki-Iaki yang harus dinamakan Yohanes (ayat 13).
2. Kehadiran Yohanes akan mem bawa sukacita besar, bukan hanya untuk Zakharia dan Elisabet, tetapi juga bagi banyak orang (ayat 14-15).
3. la mengemban tugas mempersiapkan suatu umat yang Iayak bagi TUHAN (ayat 16-17).
Itu sebuah jawaban doa yang luar biasa. Karena selain menjadi berkat bagi keluarga Zakharia, anaknya nanti juga menjadi berkat untuk orang banyak. Anak itu akan dipakai TUHAN menjadi alatNya yang membawa orang kembali kepada-Nya.
Saudaraku, mari membawa dalam doa kesulitan/pergumulan kita. Bertekunlah dalam doa. Jangan menyerah, kendati sepertinya doa kita belum dijawab. Setiap jawaban yang TUHAN berikan atas doa, dapat dipakai-Nya menjadi berkat bagi orang lain. Jadi bukan hanya untuk kepentingan diri kita sendiri. Ingatlah PUSH, dan TAHU, yaitu TUHAN Allah Harapan Utama.
Selamat beristirahat!
KJ. 78 : 4,5
Doa : (Ya TUHAN, kami bersyukur dan menyerahkan kepada-Mu pergumulan yang terjadi. Mohon jawablah seturut kehendak-Mu)
