MINGGU ADVEN IV
Senin, 21 Desember 2020
Renungan Pagi
KJ. 318 : 1 – Berdoa
BERKAT ALLAH BAGI KELUARGA SETIA (1)
1 Tawarikh 17 : 16 – 22
“Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?” (ay. 16)
Keluarga adalah gereja mini, yakni orang-orang yang percaya kepada Kristus dan dipanggil untuk menceritakan kabar baik kepada setiap orang. Tuhan hadir dalam setiap keluarga dan merancang masa depan bagi setiap anggotanya. Hal ini nyata dalam respon Daud atas firman TUHAN yang disampaikan Natan tentang kehidupannya dan keluarganya di masa yang akan datang.
Daud larut dalam puji-pujian kepada TUHAN atas kasih karunia yang menakjubkan yang terjadi dalam kehidupannya. Daud berdoa di dalam kemah tempat ibadah yang telah didirikannya untuk Tabut Perjanjian. Dalam doanya, Daud berkata, ‘Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?” (ayat 18). Ungkapan ini adalah bentuk kerendahan hati Daud di hadapan TUHAN yang merasa tidak layak karena Dia telah memberikan kemuliaan kepadanya. TUHAN telah mengangkat dirinya dari keadaan yang demikian rendah dan membawanya pada kehidupannya saat ini di tengah- tengah bangsa Israel. Daud bersyukur atas perbuatan dan rencana TUHAN atas kehidupannya dan keluarganya di masa yang akan datang. Janji TUHAN atas Daud dan keluarganya berdasarkan atas kasih karunia-Nya. TUHAN telah memilih Daud dan keluarganya. Ketika TUHAN memilih seseorang untuk melaksanakan misi-Nya, maka rencana-Nya itu tidak hanya berlaku sesaat, tetapi berkaitan dengan kehidupan masa depan orang yang telah dipilih-Nya.
Kita adalah orang-orang pilihan Tuhan. la memiliki rencana masa depan bagi diri pribadi juga keluarga kita. Kasih karunia Tuhan itu harus dinyatakan dalam sikap hidup yang rendah hati, taat dan setia kepada-Nya. Kita harus bersyukur melalui kehidupan yang senantiasa memancarkan kemuliaan-Nya. Mari menjadikan rumah sebagai tempat iman disemai. Mari menghidupkan cinta Kristus dalam relasi setiap anggota keluarga dan menjadikan doa sebagai pondasi kehidupan. Ke dalam keluarga yang demikianlah Tuhan melimpahkan berkat-Nya sekarang dan seterusnya. Dia yang kita imani adalah Tuhan yang setia pada janji-Nya atas orang-orang pilihan-Nya.
KJ. 318 : 2
Doa : (Tuhan, tolong ajarlah kami untuk memiliki kerendahan hati, ketaatan dan kesetiaan beriman. sehingga beroleh penggenapan Janji-Mu)
MINGGU ADVEN IV
Senin, 21 Desember 2020
Renungan Malam
KJ. 451 : 1 – Berdoa
BERKAT ALLAH BAGI KELUARGA SETIA (2)
1 Tawarikh 17 : 23 – 27
Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini (ay. 27)
Keluarga yang baik dimulai dengan cinta, dibangun dengan kasih sayang, dan dipelihara dengan kesetiaan. Kutipan ini tidak dapat dipungkiri. Keluarga adalah tempat kita belajar untuk saling memahami, mempercayai dan menyayangi. Dalam keluarga kita mendapatkan cinta tanpa syarat dan kasih yang saling menerima satu terhadap yang lain apa adanya. Ayat bacaan ini masih merupakan rangkaian doa Daud yang berisi puji-pujian dan syukur atas janji TUHAN baginya dan keluarganya. Daud meyakini, bahwa janji TUHAN akan berlaku selama-lamanya baginya dan keluarganya, ketika mereka tetap setia dan taat pada kehendak-Nya. Ketaatan dan kesetiaan keluarga Daud merupakan wujud dari memuliakan TUHAN dan membesarkan nama-Nya di tengah-tengah kehidupan bangsa Israel. Kehadiran Daud dan keluarganya di tengah-tengah bangsa Israel merupakan bagian dari rencana TUHAN untuk umat-Nya. TUHAN menghadirkan keluarga Daud untuk menjadi berkat bagi bangsa Israel. Bagi Daud janji TUHAN untuk kehidupan masa depan keluarganya merupakan berkat yang indah. Doa Daud ini merupakan ucapan syukur atas janji-janji TUHAN. Doa ini juga wujud kerendahan hatinya, karena dia melihat keberhasilan yang telah dicapainya bukan karena kekuatannya melainkan kasih karunia TUHAN. Daud memohon, agar janji TUHAN tentang keberlangsungan hidup Kerajaan Israel terjadi atas kehidupannya dan keluarganya.
Saudara, seperti Daud, janji Tuhan pun berlaku atas diri dan keluarga kita. Ketika sungguh percaya dan berpengharapan kepada Kristus, maka janji penyertaan Tuhan itu ada dalam keluarga kita. Tuhan selalu merancangkan masa depan yang baik bagi kita dan keluarga, jika tetap setia dan taat pada kehendak-Nya. Tujuan Tuhan, agar kehadiran diri dan keluarga kita di dunia ini menjadi berkat bagi sesama serta menceritakan tentang kasih karunia- Nya kepada setiap orang. Keluarga yang setia dan taat selalu berlimpah berkat kasih setia Tuhan dalam setiap kehidupan anggotanya.
KJ. 451 : 2
Doa : (Terima kasih ya Tuhan. Engkau mengajarkan kami untuk menjadi keluarga yang setia dan taat pada-Mu)
