MINGGU XII SESUDAH PENTAKOSTA
Sabtu, 21 Agustus 2021
Renungan Pagi
GB. 240a : 1 – Berdoa
KEYAKINAN IMAN DALAM HIDUP
Roma 8 : 31 – 36
Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? (ay. 35)
Rasul Paulus dalam bacaan kita pagi ini memberikan semangat yang sangat menguatkan dan meneguhkan iman percaya kita semua. Dikatakan “Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah dipihak kita, siapakah yang akan melawan kita? (ay.31). Memang benar bahwa Allah selalu berpihak kepada orang-orang percaya dan yang beriman kepada Nya. Firman Tuhan dalam Mazmur 145:18 mengatakan “TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan”. Jikalau Tuhan dekat kepada setiap orang yang percaya, maka tentulah Dia juga akan menyatakan kuasa-Nya yang dahsyat untuk memberikan perlindungan kepada umat-Nya, sehingga tidak akan ada satupun musuh dapat melawan mereka.
Inilah situasi hidup yang akan dialami oleh umat yang telah ditebus-Nya, yaitu mereka akan senantiasa memperoleh kasih karunia berupa perlindungan, pemeliharaan sebagai berkat kebangkitan Kristus (baca ay.34). Sebab, umat yang telah ditebus oleh Allah melalui pengorbanan Anak-Nya, akan terus menerus memperoleh pemeliharaan dan perlindungan sebagai wujud jaminan keselamatannya.
Tentunya dengan ungkapan “Siapakah yang akan melawan kita?” (ay.31), berarti Allah sendiri yang menjadi “Pembela” bagi kita (ay.34). “Siapakah yang akan memisahkan kita dari Kristus?” (ay.35). Pernyataan ini tentunya mengobarkan semangat hidup kita untuk berani menjalani dan menghadapi setiap tantangan. Jangan takut dalam hidupmu sebab ada Tuhan yang menyertai. Setiap orang percaya itu dipersiapkan Allah untuk memiliki keberanian menghadapi tantangan hidup. Paulus mengatakan, oleh karena Kristus kita diperhadapkan pada bahaya maut, malah sebagai domba-domba sembelihan (ay.36). Yakinlah dengan imanmu, semua tantangan dan pergumulan dalam hidup ini tidak dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Selamat memperoleh perlindungan Tuhan.
KJ. 240a : 3
Doa : (Mohon mampukanlah kami ya Tuhan untuk berani meyakini akan pertolongan-Mu yang nyata dalam hidup ini)
MINGGU XII SESUDAH PENTAKOSTA
Sabtu, 21 Agustus 2021
Renungan Malam
KJ. 251 : 1,2 – Berdoa
SELAMAT MENJADI PEMENANG
Roma 8 : 37 – 39
Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita (Ay. 38-39)
Kata “pemenang” dalam iman Kristen hendak menegaskan posisi seorang yang telah memperoleh kasih karunia Allah melalui imannya kepada Yesus. Paulus mengatakan dalam ayat 37 bahwa di dalam Kristus kita lebih dari pemenang. Apabila kita ingin menang, kita harus memulainya dari kemenangan Kristus dan menjadi orang-orang yang dimenangkan oleh-Nya. Cara memelihara hidup berkemenangan itu adalah dengan menjalani hidup seperti Kristus yaitu dalam kebenaran.
Orang percaya (Gereja) tidak mungkin menjadi pribadi pemenang jika tidak mengetahui posisinya sebagai insan yang telah dimenangkan di dalam Kristus. Menjadi sangat penting untuk diperhatikan bahwa “pemenang” adalah setiap orang yang percaya kepada Kristus dan berjuang memelihara ketaatan dan kesetiaanya. Seorang pemenang adalah mereka yang tidak berkompromi dengan dunia dan kefasikan (baca Rm.12:1-2). Seorang pemenang haruslah tetap menjadi pejuang yang gigih, tetap setia pada Kristus sampai akhirnya, seperti yang ditegaskan rasul Paulus dalam 1 Korintus 9:25 “Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi”. Rasul Paulus sendiripun melakukannya, sehingga ia dengan bangga dapat berkata “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” (2 Tim. 4:7).
Menjadi penting bagi kita untuk memahami bahwa tidaklah mungkin menjadi seorang pemenang jikalau kita sendiri tidak mengetahui posisi kita sebagai insan yang menang, dan kemenangan itu kita peroleh di dalam Kristus. Jadi, kehidupan kita setiap hari harus hidup yang berkemenangan di dalam Kristus. Selamat hidup berkemenangan dalam Kristus.
KJ. 251 : 3,4
Doa : (Kami mau berjuang untuk menjadi pemenang. Tolonglah kami ya Tuhan, agar mampu menguasai diri)
