HARI MINGGU XVI SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 20 September 2020

Renungan Pagi

GB. 19 : 1, 2 – Berdoa

ANAK BERBUDI PEKERTI

Mazmur 127 : 1 – 5

“Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah” (ay. 3)

Secara umum dapat dikatakan bahwa kebanggaan seorang bapa (laki-laki) adalah rumahnya, kotanya, dan anak laki-lakinya. Mazmur 127 ini, yang oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) diberi judul “Berkat Tuhan Pangkal Selamat”, berisi 2 buah hikmat yaitu ayat 1-2 dan ayat 3-5 yang menjadi satu kesatuan. Biasanya mazmur ini dinyanyikan pada saat kelahiran seorang anak laki-laki. Lewat hikmat yang terkandung dalam mazmur ini, pemazmur menantang laki-laki itu, bahwa baik rumah maupun kota hanya dapat terbangun jika Tuhan turut membangunnya. Anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari Tuhan dan buah kandungan adalah suatu upah.
 
Ayat 1-2. Tidak ada usaha manusia yang berhasil dan dapat bertahan lama, baik rumah maupun kota, jika Tuhan tidak terlibat membangunnya. Nyatanya manusia hidup karena ia bekerja. Namun demikian, bekerja keras seharian penuh akan menjadi kesia-siaan, jika Tuhan tidak memberkatinya. Tuhan memberikan berkat-Nya itu kepada orang-orang yang dikasihi-Nya pada waktu mereka tidur di malam hari.
 
Ayat 3-5. Tidak ada yang sungguh-sungguh dikerjakan, jika Tuhan tidak bekerja di dalamnya. Demikian juga semua hal yang baik, bagi hidup si anak, adalah pemberian Tuhan yang merupakan suatu warisan, tetapi juga selaras dengan ajaran pokok dari guru-guru hikmat (lihat Mazmur 1), yaitu bahwa Tuhan mengaruniakan suatu ganjaran (upah) bagi orang-orang benar. Melalui orang-orang benar ini, maka rumah yang telah dibangun Tuhan itu tetap kokoh (terus dipugar) dan di dalamnya nama baik dan memori (ingatan) si ayah itu terus terpelihara (Iihat Mzm Il 3:7-9). Terlebih lagi bahwa anak lelaki yang lahir akan melindungi ayahnya seperti anak panah yang terisi penuh di tabung prajurit profesional dan membanggakan ayah mereka di pintu gerbang.
 
Anak berbudi pekerti adalah anak yang lahir dan tumbuh di dalam keluarga yang hidup dalam keyakinan bahwa semuanya adalah karunia ilahi. Allah melengkapi manusia dalam peran dan fungsinya, Anak-anak adalah warisan pelaksana misi Allah, itu juga adalah bukti kebaikan Tuhan.

GB. 19 : 3

Doa : (Tuhan, di tengah kondisi saat ini, mampukanlah kami mendidik anak-anak agar memiliki budi pekerti yang baik)

HARI MINGGU XVI SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 20 September 2020

Renungan Malam

KJ. 7 : 1 – Berdoa

KEPERCAYAAN ORANG YANG PERCAYA TETAP SELAMANYA

Mazmur 125 : 1 – 5

“Lakukanlah kebaikan, ya TUHAN, kepada orang-orang baik…” (ay. 4a)

Jenis mazmur 125 ini adalah nyanyian kepercayaan. Umat percaya bahwa (a) mereka tidak goyang dan tetap untuk selama-lamanya sama seperti kota Zion yang dilindungi Tuhan (ay. 1 ,2). (b) Tongkat pemerintahan orang fasik (bangsa lain yang menjajah) tidak akan tetap, karena itu umat janganlah mengikuti jalan hidup orang fasik itu (ay.3). (c) Tuhan adalah Hakim yang adil, sehingga mereka memohon agar Tuhan bertindak adil, yaitu: berbuat baik kepada orang-orang baik dan tulus hati, tetapi mengenyahkan orang-orang yang menyimpang dan berbuat salah (ay.4,5). Isi mazmur ini menunjukkan bahwa mazmur ini ditulis pada saat umat Tuhan dijajah oleh bangsa lain (kira-kira antara abad 5-2 SM).
 
Dipimpin oleh orang fasik yang tidak adil dan tidak benar menuntut kepercayaan yang kuat dari umat agar mereka tidak tergoda meninggalkan Tuhan dan berbalik mengikuti pemimpin yang fasik itu. Sejarah membuktikan bahwa kapan dan dimana pun umat Tuhan dapat saja dipimpin oleh orang fasik dan jahat yang mengabaikan kehendak Tuhan. Tidak adajaminan bahwa raja dari anak sebangsa dan seagama sendiripun memerintah dengan adil dan benar (contoh: raja Ahab).
 
Kepercayaan umat Israel ini bukan hanya perlu dipegang teguh oleh umat, juga terutama oleh para pemimpin umat (entah itu anak bangsa sendiri maupun dari bangsa lain). Umat Tuhan percaya bahwa mereka aman dalam perlindungan Tuhan, karena itu apapun yang terjadi, tetaplah taat dan berlindung kepada-Nya. Jika umat ditindas, ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah lupa, Dia adalah Hakim yang adil dan benar. Berdoalah agar Tuhan menetapkan pemimpin yang adil dan benar. Sebab pemimpin adil dan benar akan menyejahterakan rakyat.

KJ. 7 : 4

Doa : (Tuhan, di tengah dunia ini, teguhkanlah iman bahwa hidup kami berada dalam perlindungan Tuhan)

Scroll to Top