MINGGU XX SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 20 Oktober 2020

Renungan Pagi

KJ. 406 : 1 – Berdoa

MENGENAL JALAN ALLAH

Ibrani 3 : 7 – 11

“ltulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata : Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku” (ay. 10)

Allah memanggil dan menata umat-Nya dalam perjalanan selama 40 tahun di padang pasir. Allah mengajarkan tentang pengenalan tatanan hidup bersama kepada umat dengan perantaraan Musa. Umat dididik untuk belajar membangun hubungan yang baik dan benar dalam kehidupan beriman bersama Tuhan maupun keseharian dengan sesamanya. Kesemuanya diajarkan secara lisan maupun tulisan sebagaimana yang ada dalam Kesepuluh Firman. Prakarsa Allah ini diawali perjanjian-Nya dengan Abram. Suatu perjanjian kekal tentang Tanah Perjanjian sebagai milik untuk selama-lamanya (Kej.17:7,8).
 
Perjanjian dengan Abram (kemudian menjadi Abraham) merupakan awal ‘jalan Allah’. Dalam jalan itu Allah membina, menata, menuntun dan melindungi umat-Nya. Itu terjadi selama pengembaraan di padang pasir. la menuntun umat-Nya pada siang hari dengan tiang awan. la membimbing umat-Nya pada malam hari dengan tiang api. Malaikat Allah pun melindungi umat, ketika mereka menghadapi tentara Mesir (Kei. 14:19). Kebutuhan hidup mereka pun dipenuhi oleh Allah (Kel. 16:11-16). Melalui semua itu Allah menghendaki agar mereka mengenal jalan-Nya dan selamat sampai ke ‘tempat perhentian’. Namun demikian, mereka sesat hati dengan tidak mengindahkan petunjuk Allah. Akibatnya hukuman Allah tak terhindari karena ketidaktaatan mereka.
 
Sebagai umat Tuhan, GPIB akan mensyukuri pertambahan usia yang ke-72 tahun. GPIB telah melewati zaman penjajahan Belanda dan pendudukan Jepang. Lalu GPIB memasuki zaman Perjuangan Kemerdekaan, dan kini berada di era modern. Apakah kita masih hidup dalam pengenalan akan Dia yang setia membimbing selama perjalanan ini? Hendaknya kita terus berada di dalam jalan Tuhan, taat dan setia berjalan bersama-Nya.

KJ. 406 : 2, 3

Doa : (Ya Tuhan, mohon teguhkan iman kami, supaya terus mengenal jalan-Mu di tengah berbagai jalan yang ditawarkan dunia yang gemerlap ini)

MINGGU XX SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 20 Oktober 2020

Renungan Malam

KJ. 246 : 1 – Berdoa

KETEGUHAN IMAN

Ibrani 3 : 12 – 19

“Karena kita telah boroloh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula” (ay. 14)

Iman tidak terjadi di ruang hampa. Tantangan, cobaan, ancamanselalu menghadang siapapun. Bahkan Yesus sendiri mengalami penghinaan, pencobaan dan penderitaan. Yang dilakukan-Nya tidak selamanya mulus dan lancar. Bahkan murid-Nya sendiri menyangkal dan menghianati-Nya. Simon Petrus dan Yudas adalah contoh nyata. Murid-murid-Nya masa kini pun ada yang demikian. Ada yang meninggalkan Yesus entah karena pangkat, jabatan, perkawinan, tekanan hidup atau ancaman nyawa. Begitulah, orang yang percaya kepada-Nya akan selalu diperhadapkan pada cobaan dan godaan. Karena itu kepada Saulus, Yesus berpesan bahwa banyak penderitaan akan dialaminya oleh karena nama-Nya (Kis.9:16).
 
Saat ini tantangan yang sedang dihadapi seluruh dunia adalah merebaknya pandemi covid-19. Banyak orang menjadi korban, termasuk mereka yang merawat. Interaksi sosial berganti dengan isolasi. Banyak yang terpukul. Pendapatan merosot serta mengganggu pemenuhan kebutuhan hidup.
 
Sampai saat ini virus covid 19 masih menjadi perdebatan. Dari mana asalnya virus itu? Apakah karena ketidakseimbangan alam? Siapa penyebabnya? Semua tidak dapat dipastikan. Apakah pandemi ini merupakan peringatan Allah? Apapun jawabannya, kita harus melakukan introspeksi. Ayat 16-19 memunculkan kalimat-kalimat tanya: ‘Siapakah’. Yang langsung dijawab juga dengan kalimat tanya pengukuhan: ‘Bukankah’.
 
Nas mengungkapkan, bahwa manusia yang menjadi penyebab murka Allah meledak. Akibatnya sendi-sendi kehidupan goncang. Sikap hidup yang mengandalkan diri, berbuat dosa (17), tidak taat (18), tidak percaya (19) harus disingkirkan. Musibah covid-19 cukup dahsyat, Kita sebagai umat-Nya harus tetap berpegang pada keyakinan iman, bahwa Dialah yang menentukan hidup.

KJ. 246 : 2, 3

Doa ; (Ya Tuhan, tolong jangan membawa umat-Mu ke dalam pencobaan, melainkan mohon karuniakanlah Roh-Mu yang kudus, supaya kami dapat terus berpegang teguh pada keyakinan iman)

Scroll to Top