MINGGU IV PRAPASKAH
Senin, 21 Maret 2022
Renungan Pagi
KJ. 410 : 1 – Berdoa
ANDALKAN TUHAN
2 Tawarikh 16 : 1 – 6
“ …. Lalu Asa mengeluarkan emas dan perak dari perbendaharaan rumah TUHAN dan dari perbendaharaan rumah raja dan mengirimnya kepada Benhadad, raja Aram yang diam di Damsyik dengan pesan: ….” (ay. 2)
Acapakali dalam melakukan suatu pekerjaan kita menghadapi masalah. Untuk cepat menyelesaikannya kita mengambil cara cara duniawi sebagai jalan pintas. Harapannya dengan cara itu maka masalah menjadi mudah terselesaikan dan apa yang menjadi target kerja kita dapat tercapai.
Inilah yang terjadi pada Asa, raja dari kerajaan Yehuda. Pada tahun ke 36 masa kepemimpinannya Asa harus menghadapi ancaman Baesa raja Israel Utara yang hendak menyerang Yehuda dengan cara menghalangi lalu lintas ekonomi Yehuda. Menghadapi kondisi kritis ini ia mengambil kebijakan untuk bekerja sama dengan Benhadad, raja dari kerajaan Aram. Benhadad yang awalnya bergabung dengan Baesa, kemudian berbalik menjadi musuh Baesa. Atas permintaan Asa maka Benhadad menyerang dan menaklukkan kota-kota penting di Israel Utara.
Melihat sepintas tampak tidak ada masalah yang terjadi dalam peristiwa ini. Namun perhatikanlah, Asa dalam kekhawatirannya terhadap ancaman Baesa tidak segera datang kepada Allah untuk minta tolong, melainkan ia minta tolong kepada Benhadad. la merayu Benhadad dengan memberi emas dan perak dari Bait Allah dan Istana raja. Asa melupakan Allah dan mengandalkan kekuatan dunia. Disinilah letak kesalahan yang dilakukan oleh Asa.
Andalkan Tuhan dalam seluruh kehidupan kita. Apapun pergumulan kehidupan yang kita hadapi percayalah bahwa Allah lebih berkuasa dan kuat. Apabila di hari ini kita menghadapi masalah di kantor, rumah tangga atau di tempat aktifitas kita, kembalilah kepada-Nya. Bawalah dalam doa dan selesaikan dengan cara yang berkenan kepada Tuhan. Setiap masalah yang dihadapi kalau kita berserah pada-Nya, maka akan bisa tertangani dengan baik. Percayalah penyelesaian yang terbaik asalnya dari Allah.
KJ. 410 : 2
Doa : (Tuhan ajarkanlah aku tetap percaya bahwa hidup itu harus mengandalkanmu dan bukan pada kekuatan dunia)
MINGGU IV PRAPASKAH
Senin, 21 Maret 2022
Renungan Malam
GB. 254 : 1 – Berdoa
HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN
2 Tawarikh 16 : 7 – 14
Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. (ay. 9)
Kesempatan tidak datang untuk kedua kali. Prinsip ini mau mengingatkan kita bahwa selalu manfaatkan setiap kesempatan untuk dapat mem beri karya yang terbaik dalam kehidupan. Ketika kita dapat menghasilkan karya terbaik maka akan muncul sebuah kepuasan tersendiri dalam diri kita, demikian kekecewaan kita alami apabila tidak bisa memanfaatkan kesempatan yang ada.
Kesempatan untuk mendapatkan berkat Allah dengan cara hidup setia kepada-Nya akhirnya tidak didapatkan oleh Asa, raja Yehuda. Akibat kerja samanya dengan Benhadad raja Aram, maka membuat keberadaan Allah tersingkirkan. Sikap ketidaksetiaannya ini terlihat pada keputusannya menahan Hanani utusan Allah, dan juga ketika sakit ia datang kepada tabib bukan kepada Allah.
Asa tadinya setia dalam hidup kepada Allah, sehingga Allah memberi kemampuan mengalahkan pasukan Etiopia dan Libia yang kuat. Tetapi ketika ia berubah tidak setia kepada Allah maka kesempatan menerima berkat Allah untuk berkuasa dan berjaya melebihi Benhadad akhirnya hilang dari padanya. Atas sikapnya inilah maka kejayaan Asa haruslah berakhir. Ia yang tadinya seorang raja yang berhasil memimpin dengan setia kepada Allah, pada akhirnya harus mengakhirinya dengan kehancuran, bahkan ketika sakit di akhir hidup ia tidak mendapat berkat kesembuhan dari Allah karena ia lebih mengandalkan tabib kerajaan.
Malam ini sebelum kita kembali beristirahat, mari kita renungkan segala apa yang sudah kita lakukan dalam kehidupan kita di hari ini. Apakah seperti Asa, ada perbuatan kita yang menunjukkan sikap yang tidak setia kepada Allah? lngat, jangan kendor untuk hidup setia kepada Allah, agar hidup kita tidak siasia di hadapan-Nya. Karena hidup ini adalah kesempatan untuk berkarya bagi Allah, dan ini menjadi pembuktian iman kita kepada-Nya.
GB. 254 : 3
Doa : (Mohon Tuhan berkati hati yang setia kepada-Nya pada diri kita)
