MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
Sabtu, 20 Juni 2020

Renungan Pagi

GB. 365 : 1 – Berdoa

PERJUMPAAN YANG SALING MEMBERKATI

Kejadian 14 : 17 – 20

Lalu la memberkati Abram, katanya,: “Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi.” (ay. 19)

   Perjumpaan yang menyenangkan terjadi jika adanya dua belah pihak yang memiliki hubungan atau pertemanan yang akrab, adanya keluarga atau teman yang lama dinantikan, kerabat yang selalu mendukung hidup kita, dsb. Perjumpaan tersebut menjadikan suasana sukacita.

   Perjumpaan Abram dengan Melkisedek, menjadi ungkapan kebahagiaan bagi Raja Sodom itu. Keduanya bertemu setelah Abram pulang mengalahkan Kedorlaomer, raja Elam untuk membebaskan saudaranya Lot. Negeri Sodom yang pernah ditaklukkan oleh Kedorlaomer direbut kembali oleh Abram. Saat mereka bertemu, Melkisedek memberkati Abram. Melkisedek memberkatinya sebagai bentuk pengakuan atas penyertaan Allah kepada Abram. Allah menyerahkan musuhnya ke tangan Abram. Abram juga memberi Melkisedek sepersepuluh dari apa yang diperolehnya dari jarahan dalam mengalahkan musuhnya tersebut.

   Perjumpaan Abram dan Melkisedek memberikan gambaran pertemanan yang baik. Bukan karena Abram berhasil mengalahkan Kedorlaomer, namun keyakinan Melkisedek atas penyertaan Tuhan kepada temannya tersebut. Sebagai dua teman, mereka saling menguatkan, mendoakan dan menunjang dalam . kebutuhan bersama.

   Perjumpaan yang kita alami dalam hidup ini adalah sangat beraneka-ragam. Ada perjumpaan yang kita rencanakan atau tanpa rencana. Atau perjumpaan dengan orang-orang yang baru kita tahu atau sudah sangat lama dikenal. Pada intinya perjumpaan tersebut seyogianya memberikan makna positif bagi diri kita. Setiap perjumpaan yang terjadi memberikan kesan yang baik bagi diri sendiri maupun kepada orang yang kita jumpai. Hari ini kita akan menjumpai banyak orang di berbagai ruang kehidupan. Mari maknai perjumpaan-perjumpaan tersebut secara positif dan menyenangkan, bagi diri kita sendiri maupun orang yang dijumpai. Tuhan memberkati perjumpaan saudara dengan sesama.

GB. 365 : 3

Doa : (Tuhan, mohon berkati perjumpaan kami dengan sesama agar didalamnya menemukan kehendak-Mu. Amin)

MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
Sabtu, 20 Juni 2020

Renungan Malam

KJ. 393 : 1 – Berdoa

MASING-MASING MENDAPAT BAGIANNYA

Kejadian 14 : 21 – 24

 “Kalau aku, jangan sekali-kali! Hanya apa yang telah dimakan oleh bujang-bujang ini dan juga bagian orang-orang yang pergi bersama-sama dengan aku, biarlah mereka itu mengambil bagiannya masing-masing.“ (ay. 24)

   Abram menolak permintaan Melkisedek untuk mengambil harta yang ditawarkan kepadanya. Penolakan ini karena Abram menjaga agar tidak ada ungkapan kelak bahwa dia menjadi kaya karena Melkisedek. Abram cukup dengan apa yang dimilikinya. Abram hanya meminta agar para bujang dan semua orang yang pergi bersamanya untuk berperang, yang mengambil bagiannya masing-masing.

   Hidup ini memang membutuhkan biaya. Namun demikian, hendaklah kebutuhan hidup tersebut tidak membuat kita lupa diri dan serakah dalam memenuhinya. Demi memenuhi kebutuhan hidup tanpa sadar kita bekerja tanpa lelah, lupa waktu; atau bahkan melakukan berbagai upaya yang mengabaikan sesama agar semua dapat terpenuhi. Gambaran Abram yang menolak pemberian Melkisedek mengajak kita untuk memahami bahwa, pertama, mensyukuri setiap berkat Tuhan. Bersyukur atas segala sesuatu yang dimiliki. Dengan demikian, kita merasakan kecukupan atas setiap berkat Tuhan yang diperoleh. Kedua, Abram yakin akan kuasa Tuhan dalam hidupnya. Abram percaya bahwa Tuhan mencukupkan segala kebutuhannya beserta keluarganya. Tuhan tidak akan meninggalkan dan membuat Abram menderita karena kurangnya kebutuhan hidup. Kedua hal inilah yang diimani Abram sehingga menolak mengambil harta yang diberikan Melkisedek.

   Kita sering ragu atas penyertaan Tuhan dalam hidup ini. Ada rasa takut tidak terpenuhinya kebutuhan hidup. Akibatnya kita lebih fokus kepada pencarian nafkah hidup tanpa berupaya mengambil bagian dalam tugas panggilan pelayanan. Dengan berbagai alasan, belum Saatnya, masih sibuk dalam pekerjaan, sedang banyak tugas yang harus dikerjakan, dsb., membuat kita lupa pada kehendak Tuhan. Keseimbangan bekerja dan berkarya memenuhi panggilan palayanan hendaknya sejalan dalam hidup. Kita harus percaya Tuhan senantiasa memberi dan tidak akan membuat anak-Nya mengalami kesulitan dalam hidup ini. Bersyukurlah pada malam ini atas segala berkat Tuhan yang kita alami dari pagi hari sampai Saatnya akan beristirahat malam.

KJ. 393 : 3

Doa : (Allah, terimakasih atas segala berkat-Mu dalam kehidupan kami. Amin)

Scroll to Top