MINGGU II SESUDAH EPIFANI
Jumat, 21 Januari 2022
Renungan Pagi
GB. 69 : 1 – Berdoa
JANGAN LAGI BERBOHONG
Matius 5 : 33 – 37
Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan (ay. 33)
Bacaan firman Tuhan di pagi ini tentang hukum ke sembilan, yaitu jangan bersumpah palsu. Banyak penyebab hidup orang beriman rusak karena kebohongan atau kepalsuan. Dalam khotbah di bukit, Tuhan Yesus mengingatkan umat-Nya untuk hidup dalam kebenaran termasuk dalam hal memberi kesaksian dan bersumpah. Mereka dalam praktik hidup sehari-hari suka mempergunakan segala tipu muslihat untuk mengakali hukum Allah. Kebohongan terjadi disetiap bidang kehidupan. Misalnya sumpah baru dianggap sah bila diucapkan demi nama Allah. Contoh dalam dunia perdagangan saat itu, sumpah disalahgunakan. Pedagang bersumpah demi Bait Allah bahwa barang dagangannya bernilai. Mereka membohongi orang supaya dagangannya terjual. Tuhan Yesus menegaskan dalam keadaan apa pun umat Tuhan jika bersumpah sampaikanlah itu dalam kebenaran. Jika hal itu benar maka tidak perlu lagi sumpah, sebab dalam setiap perkataan yang benar yang diucapkan dihadapan Allah mempunyai kekuatan sebagai sumpah. ltulah sebabnya Tuhan Yesus katakan, ‘Jika ‘ya’ hendaklah kamu katakan ‘ya’, jika ‘tidak’ hendaklah kamu katakan ‘tidak'”. Apa yang lebih dari itu berasal dari si jahat” dan si jahat ialah si pembohong.
Siapapun yang hidup dalam kebohongan, tidak dapat diterima oleh orang lain. Kita ingin bahagia maka jauhkan diri kita dari kebiasaan suka berbohong dan bersaksi dusta. Jaga Iidah kita, “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik. ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya” (1 Petrus 3:10).
Mari kita nyatakan keberadaan sebagai anak Allah yang dituntut untuk berkata benar dan jujur. Roh Kudus memampukan kita menjadi seseorang yang hidup dalam kebenaran dan kejujuran.
GB. 69 : 2
Doa : (Tuhan Yesus tolong kami berusaha hidup benar dan berkata jujur dalam kehidupan kami setiap hari, agar kami dapat menikmati berkat-Mu)
MINGGU II SESUDAH EPIFANI
Jumat, 21 Januari 2022
Renungan Malam
KJ. 448 : 1 – Berdoa
MILIKILAH HATI YANG MENGASIHI DAN MENGAMPUNI
Matius 5 : 38 – 42
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu (ay. 39)
Pada ayat 38-42 Tuhan Yesus mengajarkan tentang tuntutan supaya suka mengampuni dan bermurah hati. Saya mengutip tulisan Steve Gaspersz dalam bukunya “IMAN TIDAK PERNAH AMIN. MENJADI KRISTEN DAN MENJADI INDONESIA”, menyatakan bahwa Tuhan Yesus mengajarkan tentang “kaidah emas” (golden rule) : “Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh Hukum Taurat dan kitab para nabi” (Matius 7:12). Tuhan Yesus membangun etika pelayanan-Nya di atas kasih. Hal ini jelas bertentangan dengan pengajaran para rabi yang menyatakan bahwa dalam hubungan perseorangan antara manusia dengan manusia, orang boleh mempraktikkan hukum pemba-lasan (“just talionis”).
Tuhan Yesus mengajarkan agar umat Tuhan jangan menerapkan hukum pembalasan atau balas dendam. Umat harus menghiIangkan dendam dan bersedia memaafkan serta mengampuni. Balaslah kebencian dengan kasih, curiga dengan percaya, dendam dengan pengampunan. Berkaitan dengan hal itu Tuhan Yesus mengajarkan dengan perumpamaan = baca ayat 39. Artinya kita harus berjuang melawan dan mengalahkan keinginan dalam hati untuk membalas, sebaliknya memberi kasih dan pengampunan. Jangan kita terpedaya oleh keinginan kita dan akhirnya berdosa.
Sekali lagi Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk memiliki hati yang mengasihi sesama yang memusuhi kita. Lakukanlah yang baik menurut ukuran Tuhan, yaitu memperlakukan orang Iain dengan kasih. Lakukanlah selama kita masih menikmati kehidupan di dunia. lngatlah bahwa kita sudah menerima kebaikan Allah yang menyelamatkan hidup kita.Jika saat ini hati kita masih ada dendam dan amarah terhadap seseorang yang memusuhi kita maka berdoalah kepada Tuhan Yesus supaya kita dimampukan untuk mengasihi dan mengampuni. Dengan demikian hidup kita akan bahagia dan diberkati Tuhan.
KJ. 434 : 1,2
Doa : (Tuhan Yesus tolong kami berusaha mengisi kehidupan ini dengan tindakan kasih yang mengampuni, supaya hidup ini menjadi berkat)
