HARI MINGGU XIX SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 3 Oktober 2021
Hari Perjamuan Kudus Sedunia/HPKD

Renungan Pagi

GB. 240 : 1 – Berdoa

INTERVENSI ALLAH DALAM MISI GEREJA

Kisah Para Rasul 22 : 1 – 5

Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah, apa yang hendak kukatakan kepadamu sebagai pembelaan diri (ay. 1)

Allah selalu intervensi untuk menyatakan karya-Nya yang ajaib dalam kehidupan dan misi Gereja. Intervensi Allah nyata dalam keadaan aman ataupun terancam. Misi Allah dalam hal pewartaan kabar keselamatan dan mewujudkan damai sejahtera bagi seluruh ciptaan, sering mendapat hambatan dari pihak-pihak yang menganggap kehadiran Gereja sebagai pengganggu.

Dikisahkan sebelumnya, bahwa orang-orang Yahudi meng-hasut rakyat untuk menangkap Paulus. Ia dianggap penyesat dan penentang Hukum Taurat. Ia dituduh menajiskan Bait Allah, karena membawa orang Yunani masuk ke sana. Mereka menyeret Paulus keluar dari Bait Allah dan berencana membunuhnya, tetapi Kepala pasukan serta prajurit Romawi datang dan menangkapnya (21:27-34). Paulus selamat dari amukan massa. Kepala pasukan mengira Paulus orang Mesir, pemimpin pemberontak bersenjata yang sedang dicari, sehingga membawanya ke markas. Paulus mengatakan dirinya seorang Yahudi. Ia pun meminta agar dibolehkan berbicara kepada massa yang berteriak menuntut kematiannya. Ia lalu berpidato membela dirinya. Dengan bahasa Ibrani, ia menjelaskan asal-usulnya sebagai seorang Yahudi sejati, murid Gamaliel dan giat beribadah kepada Allah. Dulu ia juga pembela agama dan penganiaya para pengikut Yesus dengan sepengetahuan Imam Besar dan Majelis tua-tua. Mereka semua tenang mendengar. Ini menyatakan intervensi Allah melalui Roh Kudus dalam diri Paulus.

Dalam menjalankan misi Allah, kita pun akan mengalami banyak hambatan dari masyarakat, juga pemerintah. Namun demikian, kita tidak boleh kalah terhadap hambatan. Allah punya banyak cara untuk mengintervensi dan menolong kita. Roh Kudus akan memberi hikmat, agar kita mampu membangun relasi yang baik dan menjelaskan identitas serta tujuan misi dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh banyak orang (massa), juga pemerintah yang menghambat, agar tercipta ketenangan, lalu misi bisa tetap dilaksanakan.

GB. 240 : 2,3

Doa : (Ya Tuhan, tolong kami melakukan misi meski di tengah hambatan)

HARI MINGGU XIX SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 3 Oktober 2021
Hari Perjamuan Kudus Sedunia/HPKD

Renungan Malam

GB. 50 : 1 – Berdoa

PERUBAHAN DIRI, VISI, MISI

Kisah Para Rasul 22 : 6 – 11

Maka kataku, “Tuhan apakah yang harus kuperbuat?” Kata Tuhan kepadaku, “Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu” (ay. 10)

Jika belum sungguh-sungguh bertemu dan mengenal Tuhan Yesus, maka kita akan melakukan segala hal dengan mengikuti pandangan serta pemahaman sendiri. Sebaliknya, jika telah berjumpa dan mengenal Tuhan Yesus, maka visi maupun misi kita akan berubah. Tuhan yang mengubah diri kita; juga visi dan misi hidup serta pelayanan kita. Sebab Ia lebih mengenal kita.

Dalam pidatonya, Paulus juga mengisahkan saat dirinya berubah dan menjadi pengikut Yesus Kristus. Itu terjadi saat ia pergi ke Damsyik untuk menangkap para penganut Jalan Tuhan. Tuhan Yesus menjumpai Paulus melalui cahaya yang menyilaukan dari langit. Paulus terjatuh ke tanah dan matanya buta. Kesombongan diri Paulus direndahkan. Visi dan misi lama yang menyiksa pengikut Yesus dilenyapkan. Tuhan menyapa Paulus dan memperkenalkan diri sebagai, Yesus dari Nazaret, yang telah dia aniaya. Paulus sadar dan mau berubah. Paulus menanyakan tugas selanjutnya sesudah dirinya berubah. Tuhan perintahkan Paulus untuk bangkit dan masuk ke Damsyik. Paulus akan dipulihkan dan diberitahukan tugasnya yang baru.

Bertemu dan mengenal Tuhan Yesus, mau tidak mau, kita akan berubah. Tuhan Yesus mempunyai banyak cara untuk menjumpai kita. Saya pun dijumpai Tuhan Yesus melalui kecelakaan pada Hari minggu, 20 Januari 1985 tengah hari saat ditabrak mobil tanki minyak. Kelam, gelap; tangan dan kaki hancur. Saya belum mengaku iman dan diteguhkan sidi. Tuhan Yesus membangkitkan saya dari sakit yang panjang. Saya sembuh dan ikut pengajaran katekisasi; mengaku iman serta diteguhkan sidi. Saya sungguh berubah. FIsik, visi dan misi berubah. Saya menyerahkan diri apa adanya untuk dipakai oleh Tuhan sebagai alat-Nya. Awalnya hanya melalui talenta menyanyi. Kemudian Tuhan memberi tugas lebih besar lagi, yaitu menjadi hamba dan pelayan-Nya, menjalankan misi-Nya di GPIB sampai saat ini.

GB. 50 : 2

Doa : (Tuhan, mohon jumpailah kami saat tersesat, agar dapat berubah)

Scroll to Top