MINGGU TRINITAS
Rabu, 2 Juni 2021

Renungan Pagi

KJ. 413 : 1 – Berdoa

JANGAN MENYIMPANG DARI JALAN TUHAN

Ulangan 28 : 11 – 14

dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya (ay. 14)

”Jalan Tuhan” atau ”jalan kita sendiri” menjadi pilihan untuk kita jalani dalam hidup ini. ”Jalan kita sendiri” kadang menyertakan ego kita sehingga dapat saja membawa kita pada kegagalan, kebimbangan, dan keputusasaan karena keterbatasan sebagai mahluk ciptaan Tuhan. Sedangkan ”jalan Tuhan” pasti akan mengarahkan hidup kita pada kesukacitaan dan kedamaian sehingga akan ada keterjaminan masa depan karena Tuhanlah yang menuntun.

Tuhan menjanjikan berkat kepada umat Israel, yang bersiap memasuki tanah Kanaan, sebagai jaminan bahwa Tuhan akan selalu menyertai mereka. Tuhan akan menganugerahkan keturunan yang banyak dan berkualitas di tanah Kanaan. Tuhan akan melimpahkan hasil ternak yang baik. Tuhan akan menurunkan hujan untuk memberi kesuburan tanah yang akan mereka garap sehingga terjamin kebutuhan jasmani umat. Tuhan akan membuat umat-Nya memiliki kehidupan yang semakin baik dan makmur serta umat pun akan memiliki kemurahan hati untuk menolong bangsa lain. Berkat-berkat yang Tuhan berikan harus diimbangi perbuatan umat yang bersedia mengikuti jalan Tuhan dengan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri atau tidak melalaikan perintah Tuhan serta tidak menyembah allah lain. Kesetiaan dan ketaatan menjadi perbuatan mutlak yang harus dilakukan umat kepada Tuhan.

Berkat yang Tuhan berikan kepada kita akan terus kita rasakan bila selalu setia berada di jalan yang dikehendaki Tuhan. Jalan Tuhan tidak menjamin hidup kita terhindar dari tantangan dan pergumulan. Tantangan dan pergumulan akan selalu mewarnai perjalanan hidup ini. Namun penyertaan Tuhan akan selalu mengiringi perjalanan kita sehingga akan ada kekuatan dan tuntunan dari Tuhan. Jalan Tuhan yang kita lalui akan membawa kita pada kesukacitaan selama kita setia melakukan semua perintah Tuhan dengan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.

KJ. 413 : 3

Doa : (Tuhan tuntunlah hidup kami agar selalu berpijak pada jalanmu sehingga kami tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri pada semua perintah-Mu)

MINGGU TRINITAS
Rabu, 2 Juni 2021

Renungan Malam

KJ. 5 : 1 – Berdoa

TUHAN ADALAH HAKIM

Mazmur 50 : 1 – 6

Langit memberitakan keadilan-Nya, sebab Allah sendirilah Hakim (ay. 6)

Tahun 2005, pernah terjadi peradilan di Papua yang membebaskan para tersangka pembalakan liar. Ironisnya, aksi pembalakan liar yang merugikan negara ratusan juta rupiah dan merusak ekosistim hutan, diputuskan oleh hakim agar para tersangka dibebaskan.*) Inilah potret buram pengadilan di Indonesia ketika hakim tidak dapat memutuskan dengan bijak suatu perkara.

Mazmur 50 membahas tentang Tuhan sebagai hakim yang adil. Mazmur ini memiliki unsur-unsur liturgis “sidang pengadilan” oleh Allah yang mengadili umat-Nya karena perbuatan dosa mereka. Allah digambarkan hadir dari bukit Sion, tempat bersemayam-Nya. Tuhan tampil bersinar dan dalam badai yang dasyat, yaitu gambaran Tuhan hadir dalam kemuliaan dan keperkasaan-Nya. Tuhan, yang tinggal di bukit Sion, tampil untuk mengadili umat-Nya dengan memanggil langit dan bumi untuk menjadi saksi atas pengadilan ini. Langit dan bumi dipandang sebagai kekuatan ilahi dan mewakili kekuasaan Tuhan atas alam semesta. Saksi, yaitu langit dan bumi, diperintahkan untuk memanggil umat Tuhan, yakni orang-orang yang dikasihi Tuhan dan yang telah mengikatkan perjanjiannya dengan Tuhan melalui korban sembelihan, dan mewartakan pengadilan bagi umat-Nya karena DIA sendiri adalah Hakim.

Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, kita pun tidak akan luput dari pengadilan Tuhan saat kita berbuat salah. Kesalahan atau perbuatan dosa tidak akan pernah menjadi tindakan yang dibenarkan oleh Tuhan. Ketidaksetiaan kepada Tuhan serta perbuatan merusak lingkungan alam sekitar dapat mendatangkan hukuman dari Allah. Namun sebaliknya, bila kita menjadi umat yang setia dan mendapat perlakuan tidak adil dari sesama, maka Tuhan akan menjadi hakim yang pasti adil untuk membela kita. Tuhan akan selalu memunculkan kebenaran-Nya di saat yang tepat. Mari jaga kualitas hidup dan iman kita agar Tuhan selalu memberkati kita. *)https://astacala.org/2006/07/21-cukong-dan-tersangka-pembalakan-liar-di- papua-divonis-bebas/

KJ. 5 : 5

Doa : (Engkau adalah Hakim yang adil untuk kami. Tuhan ajari kami untuk selalu mengikuti petunjuk dari-Mu)

Scroll to Top