MINGGU V SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 2 Juli 2021

Renungan Pagi

GB. 254 : 1 – Berdoa

PUJIAN DAN KRITIKAN

2 Korintus 12 : 1 – 6

…tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku (ay. 5b)

Keragaman dan keberkatan hidup (ay.5b) yang dimiliki jemaat di Korintus memotivasi Paulus untuk mengarahkan mereka agar hidup sebagai umat Allah dengan menjadi berkat bagi sesama, bukan sebaliknya. Kecenderungan hidup di tengah kemajuan jaman dengan segala fasilitas serta kemampuan diri sering membuat seseorang bermegah diri walau tidak semuanya seperti itu. Paulus dengan segudang prestasi yang dimiliki pantas untuk bermegah diri walau tidak sedikit orang yang menggugat kerasulannya.

Paulus menyikapi pencapaian yang telah diraihnya dengan mengatakan : “…tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah!”. Di saat banyak orang ingin dipuji untuk prestasi yang mereka miliki Paulus justru sebaliknya. Baginya pujian itu hanya untuk Tuhan. Bahkan dalam kelemahannya Paulus menemukan kesukacitaan karena dalam kelemahan itulah ia menemukan pemahaman bahwa ia butuh kekuatan yang datangnya dari Tuhan, Sang Empunya karya layan yang telah memilih dan mengutusnya.

Dikala banyak orang butuh pengakuan dan alergi terhadap kritikan, Paulus mengajarkan hal yang berbeda, baginya pujian bukanlah segala-galanya karena apa yang dihasilkannya dan dimilikinya semua berasal dari Tuhan. Dalam konteks ini jemaat di Korintus diajak untuk mengikuti keteladannya demikian juga dengan kita semua. Saat ini pun ada banyak orang yang ingin mendapat pujian, wajar saja tetapi tidak sedikit juga orang yang tidak menghargai karya yang orang lain kerjakan. Pujian, penghargaan itu penting dan kritikan itu menyakitkan, tetapi perlu diingat bahwa kerjakan dulu bagian yang Tuhan percayakan kepada kita tanpa memikirkan pujian dan penghargaan atau kritikan yang diberikan oleh sesama karena setiap karya yang kita lakukan Tuhan sudah menyiapkan upah bagi kita dan Dia katakan upahmu besar di sorga.

GB. 254 : 2

Doa : (Tuhan ajar kami untuk tetap memiliki kerendahan hati dalam tiap pencapain hidup yang Tuhan berikan)

MINGGU V SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 2 Juli 2021

Renungan Malam

GB. 277 : 1,2 – Berdoa

KASIH KARUNIA-NYA MENOPANG KITA

2 Korintus 12 : 7 – 10

Tetapi jawab Tuhan kepadaku : “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu,…” (ay. 9)

Sikap kerendahan hati yang dimiliki Paulus tentu tidak datang dari kekuatan diri, tetapi karena tuntunan Roh Tuhan yang didapatnya dari kehidupannya setelah ia berjumpa dengan Tuhan (Kis 9:1-18). Renungan malam ini menjelaskan bahwa ditengah kemampuan yang dimiliki Paulus tidak sedikit tantangan yang dia hadapi. Di tengah tantangan yang berat, Paulus melihat lebih jauh bahwa pernyataan yang digambarkan bagai “duri dalam daging” itu punya tujuan baik yaitu agar Paulus tidak mengandalkan kekuatan dan kemampuan yang ia miliki, tetapi berserah hanya kepada kehendak, kuasa dan kasih Tuhan. Dalam kerendahan hati, Paulus memaknai tantangan pelayanannya yang seperti ‘duri dalam daging’ dengan berserah pada kehendak Allah.

Tiga kali ia berseru meminta pertolongan Tuhan karena bagi Paulus “duri dalam daging” ini sangat menyiksa dirinya, dan Tuhan menjawabnya dengan penuh kasih yang menguatkan dia. Firman-Nya : “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu…”(ayat 9). Kata “cukuplah” menunjukkan bahwa pertolongan Tuhan tidak pernah berkurang baginya. Kata “kasih karunia-Ku” menandakan bahwa kuasa Ilahi dinyatakan Allah setiap waktu dengan tujuan memampukan Paulus memenuhi panggilan kerasulannya.

Paulus punya kelebihan juga kelemahan dalam tiap karya layan yang diemban. Kelebihan itulah talenta yang Allah berikan dan kelemahan itu tanda bahwa semua pribadi yang percaya perlu Allah dalam hidupnya yang menopang dengan kasih karunia-Nya dan manusia secara keseluruhan terlebih bagi kita yang percaya. Bahwa hidup ini bisa ada sebagaimana adanya semua karena belas kasih Allah bagi kita. Allah bisa memakai kelemahan diri utusan Nya untuk menunjukkan kuasa-Nya yang besar, sehingga jangan putus asa tetapi juga jangan angkuh karena hanya Dia yang besar yang menopang hidup kita umat-Nya.

GB. 277 : 3

Doa : (Terima kasih ya Tuhan, untuk kasih karunia yang Kau berikan bagi kami)

Scroll to Top