MINGGU I SESUDAH NATAL
Sabtu, 2 Januari 2021
Renungan Pagi
GB. 246 : 1 – Berdoa
DI BALIK SEMANGAT MEMBERI
2 Tawarikh 31 : 2 – 10
Sebab TUHAN telah memberkati umat-Nya, sehingga tinggal sisa yang banyak ini (ay. 10)
Mengherankan sebenarnya situasi ini. Baru setahun memerintah, Hizkia sudah menyaksikan bagaimana rakyat Yehuda berbondong-bondong membawa banyak persembahan kurban ke Bait Suci (ay.5). Masalahnya, rakyat Yehuda selama bertahun-tahun hidup menderita karena perang (2.Taw.28). Mengapa belum sampai setahun sudah mampu membawa persembahan yang begitu banyak kepada TUHAN?
Keheranan kita ini mesti diarahkan kepada TUHAN. Walaupun umat dan raja mereka membangkang kepada-Nya di masa Ahas memerintah, lalu terus menerus diserbu dan kalah oleh kerajaan lain, ternyata TUHAN tetap menyediakan kebutuhan hidup melalui tanah dan ternak. Pada zaman dulu, bila suatu kerajaan kalah perang, maka sang pemenang biasanya dengan bebas merampas harta benda dari rakyat di kerajaan tersebut. Dengan kata lain, meski harta benda rakyat Yehuda terus-menerus dirampas, namun dengan yang tersisa, mereka tetap bertahan hidup dan berkem-bang. ltu sebabnya baru tahun pertama Hizkia menjadi raja, umat sudah mampu memberi persembahan gandum, anggur, lembu, sapi, dll.
Di sini kita belajar, bahwa terhadap ketidaksetiaan umat-Nya, TUHAN memang murka dan menghukum mereka. Namun demikian, dalam murka-Nya, la tetap memelihara umat-Nya sehingga mereka dapat bertahan hidup. Inilah salah satu wujud dari kesetiaan TUHAN yang mengherankan tentunya.
Melalui Yesus, kita mengetahui sifat TUHAN yang sesungguhnya. Ternyata TUHAN menempatkan diri-Nya bukan sebagai majikan atas umat-Nya, melainkan sebagai Bapa terhadap anak-anak-Nya. Tuhan Yesus berkata, “Sebab itu janganlah kamu kuatir…, Bapamu yang di sorga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu”. ltulah alasan mengapa TUHAN begitu sayang kepada umat-Nya sekalipun Dia murka, karena dosa mereka. Allah kita memang luar biasa! Kasih-Nya sebagai Bapa, itulah yang menjadi pegangan kita dalam menjalani hidup ini.
GB. 244 : 1
Doa : (Bapa yang Mahabaik, kasih-MuIah pegangan kami dalam menjalani hidup ini. Syukur kepada-Mu atas segala sesuatunya)
MINGGU I SESUDAH NATAL
Sabtu, 2 Januari 2021
Renungan Malam
GB. 85 : 1, 2 – Berdoa
DI BALIK KESUKSESAN HIZKIA
2 Tawarikh 31 : 11 – 21
Dalam setiap usaha yang dimulainya untuk pelayanannya terhadap rumah Allah …, ia mencari Allahnya (ay. 21)
Hizkia berusaha untuk menerapkan kehendak Allah dalam kehidupannya dan di kerajaan yang dipimpinnya. la tidak bekerja sendirian, melainkan dibantu oleh para imam dan kaum Lewi. Bahkan umat pun antusias dalam memberikan persembahan secara rutin. Hizkia berhasil memengaruhi banyak orang untuk menjalankan programnya. la terhitung sukses sebagai seorang pemimpin.
Modal dari kesuksesan Hizkia adalah karena dirinya semata-mata mencari Allah, bukan untuk mencatatkan namanya dalam buku sejarah para raja atau membentuk ingatan manis di benak rakyatnya. Hizkia ingin terkesan baik, jujur dan benar di hadapan Allah. Inilah yang dimaksud dengan mencari Allah.
Mencari Allah, juga dapat dipahami sebagai upaya untuk merasakan kehadiran-Nya. Menurut Albert Einstein, pakar ilmu alam, menakar keberadaan Allah sama seperti menakar keberadaan panas. Anda akan merasakan kedinginan, karena menjauh dari sumber yang dapat membuat anda panas. Demikian juga dengan kehadiran Allah, anda akan merasakan-Nya, jika tidak menjauh dari-Nya.
Apalagi Allah sudah berkenan ‘memangkas jarak’ dan menjumpai manusia melalui Putra Tunggal-Nya, Yesus Kristus. Kita sebagai orang percaya mesti menanggapi pengorbanan-Nya dengan hidup baik, jujur, dan benar. Dengan demikian, kita dapat terus merasakan/mendapatkan kehadiran Allah di setiap keberadaan dan situasi kehidupan (Mat.6:33).
Lalu apa kaitan antara kesuksesan dengan mencari Allah? Bukankah dunia justru lebih mempertontonkan banyaknya kesuksesan yang diraih oleh orang-orang yang tidak taat pada Allah? Dalam hal ini, sebagai orang percaya, kita sedang diuji. Apakah kita ini anak yang setia atau tidak, khususnya ketika berjuang dan sudah diberi kesuksesan oleh Allah? Kiranya kita tetap menjadi umat yang setia mencari Allah, di tengah godaan dunia untuk tidak taat kepada-Nya atau mengabaikan keberadaan-Nya. Barangsiapa yang tetap mengasihi Allah, akan menerima mahkota kehidupan (Yak.1:12).
GB. 85 : 3, 4
Doa : (Bapa yang Mahabaik, tolong kami, agar dapat hidup balk, jujur, dan benar, serta mengakui Engkau dalam semua kesuksesan yang diraih)
