HARI MINGGU II PRAPASKAH
Minggu, 3 April 2022

Renungan Pagi

KJ. 184 : 1 – Berdoa

JANGAN SOMBONG, TETAPLAH RENDAH HATI

Habakuk 2 : 1 – 5 

Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang benar itu akan hidup oleh percayanya (ay. 4) 

Sekarang ini banyak orang merasa, bahwa dirinya sudah benar. Ada yang bahkan merasa dirinya sudah hebat serta menjadi sombong, sehingga dia tidak membutuhkan Tuhan, mungkin karena belum mengalami peringatan dari Tuhan. Sementara itu tidak sedikit orang percaya merasa putus asa, ketika mereka hidup dalam kebenaran, tetapi faktanya selalu mengalami pergumulan. Menurut mereka mestinya orang yang percaya tidak akan mengalami pergumulan berat.

Hal tersebut serupa dengan keadaan bangsa Israel pada waktu itu. Nabi Habakuk mengungkapkan, bahwa Israel merasa Tuhannya tak berpihak atau tidak adil kepada mereka. Karena bangsa Israel merasa, bahwa mereka adalah umat kepunyaan Tuhan. Karena itu, tidak mungkin Tuhan melakukan ketidakadilan terhadap bangsa Israel. Doa Habakuk merupakan suara bangsa Israel atas apa yang sedang terjadi. Lalu Tuhan menjawab apa yang sedang digumuli oleh abdi-Nya. Jawaban Tuhan memberikan kepastian kepada umat-Nya melalui abdi-Nya, yaitu nabi Habakuk, bahwa orang benar akan tetap hidup. Jawaban itu memberi kepastian, bahwa Tuhan tetap memperhatikan apa yang sedang dialami bangsa Israel. Sebagai umat, Israel tidak pernah dikecewakan.

Hidup kita pun demikian. Terkadang ada perasaan, bahwa Tuhan tidak berpihak kepada kita. Kita menjalani hidup ini sesuai dengan perintah-Nya, tetapi tetap masih berhadapan dengan pergumulan. Melalui firman-Nya, Tuhan juga mengajak kita semua untuk tetap hidup dalam kebenaran, Sekalipun hidup kita diwarnai dengan pergumulan yang berat. Habakuk juga mengingatkan, agarjangan menganggap diri kita hebat (sombong). Kita tetap membutuhkan Tuhan dalam hidup ini. Karena itu tetaplah percaya. Tuhan tidak pernah tinggalkan kita. Ia mau kita hidup dalam kebenaran, karena orang benar akan hidup oleh iman (percaya).

KJ. 184 : 2

Doa: (Ya Tuhan, ajar kami agar tidak merasa diri kami lebih hebat dari siapapun dalam hidup ini, tetapi biarlah sikap rendah hati yang kami kedepankan dan perlihatkan)

HARI MINGGU II PRAPASKAH
Minggu, 3 April 2022

Renungan Malam

KJ. 26 : 1 – Berdoa

KEJAHATAN AKAN BERAKHIR DENGAN KEHANCURAN

Habakuk 2 : 6b – 8 

“Celakalah orang yang menggaruk bagi dirinya yang bukan miliknya – berapa lama Iagi? – dan yang memuati dirinya dengan barang gadaian” (ay. 6b) 

Prof. Sahetapi dalam program ILC (Indonesia Lawyers Club), sebuah acara di salah satu stasiun televisi beberapa waktu yang lalu, menyampaikan pendapatnya tentang bagaimana hukum itu diberlakukan dengan adil. Beliau menyampaikan suatu ungkapan yang membuat banyak orang tertegun, yaitu: “Sekalipun kejahatan itu berlari sekencang apapun, tetapi suatu saat kebenaran akan mendahuluinya.”

Pernyataan Prof. Sahetapi tersebut mau mengingatkan kita semua bahwa sekalipun hari ini kejahatan itu bersenang-senang dan merasa menang dalam kehidupan ini, tetapi ada waktunya dimana kebenaran akan mengalahkan dan menghancurkan semuanya. Pernyataan tersebut juga mengingatkan kita supaya tetap setia melakukan kebenaran.

Habakuk kali ini memberi peringatan kepada bangsa-bangsa yang telah menghancurkan, dan menjarah bangsa Israel, bahwa mereka akan mengalami hal yang sama dengan apa yang sedang di alami oleh bangsa Israel. Mereka juga akan dijarah dan dihancurkan oleh bangsa-bangsa lain. Nubuatan dari Habakuk ini sekaligus memberikan kekuatan kepada sisa-sisa Israel yang masih Percaya akan kekuasaan Tuhan.

Hal yang sama juga akan berlaku bagi kita sekarang ini. Mungkin kita merasa bahwa kita yang percaya mengapa harus mengalami cacian, penindasan, ketidakadilan dan Iain sebagainya. Minggu ll Prapaskah kali ini semakin membuat kita yakin bahwa kematian Yesus di kayu salib adalah jalan yang harus Dia hadapi karena kita tidak mampu menghadapinya. Karena itu tetap setia dan jangan goyah. Sebagaimana yang juga diingatkan oleh Paulus kepada kita saat ini, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. (I Kor. 15:58)

KJ. 26 : 2

Doa : (Ya Tuhan, ajar kami untuk tetap setia dalam melakukan kehendak-Mu, sebab Engkau adalah Allah yang adil yang mendatangkan hukuman bagi mereka yang melakukan kejahatan)

Scroll to Top