MINGGU X SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 2 Agustus 2021
Renungan Pagi
KJ. 440 : 1,2 – Berdoa
KETIKA TUHAN MENUTUP PINTU
Kejadian 7 : 1 – 24
TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh (ay. 16)
Cerita tentang Nuh dan air bah memang menggoda kita untuk berimajinasi tinggi ketika membaca atau mendengarnya. Tidak heran bila pada tahun 2014 lalu, ketika dirilis Film Noah oleh rumah produksi film Amerika: Paramount, menimbulkan kontroversi yang berujung pada penolakan pemutaran film tersebut di beberapa negara. Penyebabnya adalah karena dianggap terlalu berlebihan sehingga sangat melenceng dari kitab suci agama Yahudi, Kristen bahkan Islam.
Kisah ini sejatinya adalah kisah kasih Allah pada ciptaan-Nya. Sehebat apapun amarah-Nya pada manusia akibat dosa, namun Ia justru berinisiatif merancang sebuah proses penyelamatan yang ‘epic’ dan apik. Bahtera adalah wujud pemeliharaan Allah atas semua acaman pada kehidupan. Bahkan Allah sendiri yang menutup pintu bahtera itu untuk memastikan bahwa kehidupan itu akan tetap berlangsung bagi mereka yang ada di dalamnya.
Ancaman pada kehidupan akan terus berlangsung dalam sejarah dunia. Perang, teror, wabah penyakit, bencana, dlsb. adalah kenyataan yang ingin memerlihatkan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi kita. Namun demikian, justru di dunia yang tidak aman ini, Allah mau datang dalam diri Kristus. Ia mau memastikan, bahwa keselamatan masih tersedia bagi setiap kita yang percaya kepada-Nya.
Apapun bentuk ancaman yang kita alami sekarang, baik yang dialami secara pribadi, keluarga, bersama dengan saudara sebangsa maupun dengan seluruh masyarakat dunia, ingatlah bahwa Allah itu kasih. Kasih-Nya akan mengatasi kekuatiran dan kecemasan atas situasi di sekitar kita. Meskipun kondisi se makin menakutkan dan menggentarkan, percayalah, Allah tetap ada di be lakang kita untuk menutup pintu bagi kita dan memastikan bahwa kita aman dalam pemeliharaan-Nya.
KJ. 440 : 3,4
Doa : (Tuhan, kami tetap percaya bahwa pemeliharaan-Mu atas kehidupan kami sungguh dahsyat)
MINGGU X SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 2 Agustus 2021
Renungan Malam
KJ. 354 : 1 – Berdoa
ALLAH MENGINGAT KITA
Kejadian 8 : 1 – 22
Maka Allah mengingat Nuh dan segala binatang liar dan segala ternak yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu… (ay. 1)
Adakah di antara kita pada malam hari ini yang baru saja menyadari, bahwa telah melupakan sesuatu hal penting untuk dilakukan? Lalu karena tidak mengingat hal penting tersebut, maka bukan hanya diri kita yang dirugikan, tetapi juga orang lain. Wah, jika demikian bisa panjang masalahnya. Untung saja yang sering lupa itu adalah manusia. Coba kalau Allah juga sering ikut ikutan lupa, bisa kacau-balau dunia ini. Seandainya Allah, pada waktu itu, tidak mengingat Nuh dan semua yang ada dalam bahtera, maka pasti semuanya akan binasa seperti mereka yang berada di luar bahtera pada waktu air bah datang. Namun demikian kenyataannya, sebagaimana kesaksian Alkitab, Allah mengingat Nuh dan semua yang ada dalam bahtera itu. Kemudian air yang menutupi bumi selama seratus lima puluh hari berangsur-angsur surut. Akhirnya, bumi kembali dapat ditempati.
Beriman bahwa “Allah mengingat kita” ketika kita berada dalam krisis memang tidak mudah. Kita justru lebih tergoda untuk memahami bahwa Allah melupakan umat-Nya, karena melihat kenyataan yang sedang terjadi dalam hidup ini. Kenyataan, bahwa hidup semakin sulit, usaha gagal, belum ada panggilan kerja, sakit semakin parah, bahkan rumah tangga seperti telur di ujung tanduk, dll.. Kisah Nuh hendak mengajarkan kepada kita untuk tetap beriman dalam situasi sulit sekalipun. Selama seratus lima puluh hari, kelihatannya Allah tidak menyampaikan apa-apa kepada Nuh tentang kapan air akan surut. Namun demikian, Nuh tetap percaya, bahwa Allah pasti tetap mengingat dirinya, keluarganya dan semua yang ada dalam bahtera itu. Hal itu sungguh terbukti!
“Allah mengingat kita” bukanlah kata-kata slogan belaka. Itu pasti terbukti dalam hidup pribadi, keluarga, berbangsa dan bagi seluruh dunia saat ini, ketika pandemi covid-19 dan varian baru yang muncul entah kapan akan berakhir. Percayalah!
KJ. 354 : 2
Doa : (Terimakasih, ya Allah, karena Engkau senantiasa mengingat kami meskipun kami sering melupakan Engkau. Mohon ampuni kami, ya Allah)
