HARI MINGGU IV PRAPASKAH
Minggu, 20 Maret 2022

Renungan Pagi

KJ. 309 : 1 – Berdoa

KOMITMEN HIDUP DALAM TUHAN

2 Tawarikh 15 : 1 – 12 

Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!” (ay. 7) 

Karya Allah hanya bisa dihayati dalam hidup bila Roh Kudus bekerja dalam kehidupan kita. Pernyataan ini berarti bahwa iman adalah anugerah dari Allah, bukan hasil usaha atau kekuatan kita. Namun, di sisi lain Allah juga menuntut tanggung jawab kita untuk memelihara iman agar terus bertumbuh, sehingga dirasakan berkatnya oleh sekitar kita.

Firman Tuhan pagi ini memaparkan bahwa peribadahan kepada Allah telah lama ditinggalkan oleh umat Yehuda dan digantikan dengan peribadahan kepada berhala bangsa asing. Lewat Azarya Allah menegur Raja Asa dan umat Yehuda agar segera bertobat dan kembali beribadah kepada Allah dengan cara yang benar. Atas teguran ini Raja Asa segera menghancurkan patung dantempat penyembahan berhala yang ada di wilayah Yehuda.

Raja Asa dalam melakukan restorasi peribadahan harus punya komitmen diri yang sungguh, sehingga semua unsur rakyatYehuda bersedia mendukungnya. Dalam Ay. 7, dituliskan: “…kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu Ketika umat Yehuda sungguh berkomitmen untuk bertobat, maka kehidupan mereka kembali menjadi sejahtera dan tidak ada lagi ketakutan sebagaimana diangkat di ay. 5 dan 6.

Pesan Firman Tuhan ini juga kiranya mengingatkan kepada kita untuk sungguh hidup dalam kebenaran Tuhan, bertanggung jawab dalam beribadah kepada Tuhan. Harus ada komitmen diri dalam melaksanakan semua ini. Ketika kita berkomitmen untuk bertobat, maka disitulah Roh Kudus Allah bekerja menjadikan kita pribadi yang sungguh beribadah kepada Allah. Ini akan berdampak pada pola hidup dan perilaku kita, karena menjadi benar dihadapan Allah. Ketika hidup dan perilaku menjadi benar dihadapan-Nya maka kita akan menjadi pribadi yang penuh cinta dan suka membagikan rasa damai bagi sekitar kita.

KJ. 309 : 4 

Doa : (Ya Tuhan berikanlah kuasa-Mu agar hamba sungguh mau bersedia menjadi pribadi yang diperbarui hidupnya)

HARI MINGGU IV PRAPASKAH
Minggu, 20 Maret 2022

Renungan Malam

KJ. 446 : 1 – Berdoa

HIDUP SETIA PADANYA

2 Tawarikh 15 : 13 – 19 

… karena dengan segenap hati mereka bersumpah setia dan dengan kehendak yang bulat mereka mencari TUHAN … (ay. 15) 

Amsal 22:4 “Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.” Ayat ini mengingatkan bahwa umat yang hidup setia dalam tuntunan Allah akan selalu diberkati.

Yehuda ketika masih menyembah dewa bangsa asing, selalu mengalami gangguan keamanan, yang membuat rakyat tidak dapat beraktifitas dengan leluasa. Ini terjadi karena Allah tidak lagi memberkati kehidupan mereka. Kondisi ini mendorong Raja Asa melakukan restorasi peribadahan umat kepada Allah. Asa sungguh dengan tekadnya menghancurkan tempat penyem bahan yang ada, termasuk patung Asyera yang disembah oleh Maakha, neneknya. Umat diajaknya kembali setia dalam penyembahan kepada Allah. Kehidupan umat kem bali ada dalam kendali Allah, sehingga hanya Allah lewat kuasa-Nya memimpin dan menata kehidupan mereka. Apa yang terjadi dalam kehidupan mereka selanjutnya? Ay.19 menyatakan bahwa setelah mereka kembali setia dalam penyembahan kepada Allah maka Yehuda mengalami 35 tahun kehidupan yang aman.

Kiranya Firman Allah ini pun menjadi perenungan pribadi kita. Apakah dari pagi hingga malam ini kita juga sudah berlaku setia kepada Allah. Berlaku setia kepada Allah menuntut kesungguhan hati untuk hidup dalam aturan Allah. Allah tahu bahwa kita sangat rawan terbujuk rayuan kehidupan dunia. Perhatikanlah, penyertaan Tuhan itu terjadi karena kita mau sungguh hidup setia melakukan kebenaran Firman-Nya. Antara ucapan dan perbuatan harus sejalan. Hidup dalam kebenaran Finnan-Nya harus nampak dalam perilaku pribadi yang menampakkan kemuliaan Tuhan. Kalau mengaku anak Tuhan tetapi ada ucapan kita yang menyakiti hati sesame, ada perbuatan kita yang merugikan orang Iain, maka malam ini akuilah dihadapan-Nya dan bertobatlah. Perbaikilah hidup anda dan kembali berlakulah setia pada-Nya, maka di sana ada damai dihati kita. lngatlah, hidup kita haruslah memancarkan kemuliaan Tuhan bagi sekitar.

KJ. 446 : 2

Doa : (Allah, ajarkanlah saya untuk hidup setia pada tuntunan Firman-Mu di kehidupan setiap hari kami)

Scroll to Top