HARI MINGGU VII SESUDAH EPIFANI
Minggu, 20 Februari 2022
Renungan Pagi
GB. 327 : 1,2 – Berdoa
KUATKAN DAN TEGUHKAN HATIMU (1)
Yosua 1 : 1 – 8
Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa, janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung kemanapun engkau pergi. (ay.7)
Pernahkah saudara mengalami perasaan tenang dan aman, ketika berada dekat dengan mereka yang dapat diandalkan dan dipercayai, entah itu ayah maupun ibu, sahabat atau kekasih? Suatu ketika ada sepasang suami-isteri bertanya kepada anak mereka, “Apakah kamu mau ikut pergi dengan papa-mama?” Spontan anak mereka menjawab, “Mau”. Lalu sang ayah bertanya, “Mengapa kamu mau ikut, padahal belum tahu akan pergi ke mana?” Lalu sang anak menjawab, “Terserah ke mana, yang paling penting bersama papa-mama”.
Pembacaan kita mem beritakan tentang suksesi kepemimpinan bangsa Israel. Musa undur diri. Kini Yosua menggantikannya. Tugas dan tanggung jawab Yosua tidak kalah berat dengan apa yang sudah diemban Musa. Yosua harus memimpin bangsa Israel masuk ke negeri perjanjian itu. Bangsa yang mendiami negeri itu adalah mereka yang ahli dan terampil berperang. Sedangkan Israel adalah mantan budak. Bangsa Israel juga bukanlah umat yang mudah dipimpin. Lagi pula tantangan besar menghadang di depan. Akan selamatkah mereka sampai ke tujuan?
Allah mengerti kegelisahan Yosua. Lalu Allah mengingatkannya untuk tidak takut. Allah berjanji menyertai umat-Nya mencapai kemenangan (5-8). Meskipun demikian, Allah memerintahkan, agar Yosua berpikir dan bertindak hati-hati.
Apakah saudara sedang ragu dan takut akan masa depan? Apakah saudara juga mungkin putus asa, karena tidak tahu apa yang akan terjadi hari esok? Jangan kuatir! Allah menjamin masa depan kita. Allah menjamin kelanjutan Pelkat PKP GPIB, yang pada tanggal 18 Februari 2022 lalu berulangtahun ke-57 tahun. Walaupun demikian, kita tetap harus berpikir dan bertindak hatihati sesuai firman Allah. Allah di dalam Yesus Kristus, menyertai kita. Berjalanlah bersama dengan Allah. Bersama Allah, kita pasti tenang dan selamat menghadapi masa depan. Imanuel, Allah menyertai kita.
GB. 327 : 3
Doa : (Ya Allah, tolonglah kami untuk terus berpaut kepada-Mu)
HARI MINGGU VII SESUDAH EPIFANI
Minggu, 20 Februari 2022
Renungan Malam
GB. 259 : 1,2 – Berdoa
KUATKAN DAN TEGUHKAN HATIMU (2)
Yosua 1 : 9 – 18
Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi (ay. 9)
Tidak mudah bagi kita melewati suatu rintangan atau ancaman dalam hidup. Apalagi jika itu sangat besar dan tak mampu diatasi, maka kita pasti merasa takut dan tawar hati. Karena itu, kita membutuhkan topangan semangat dari luar diri, agar berani; juga nasihat yang baik, supaya tidak salah bertindak. lni yang dialami Yosua, ketika mau memimpin Israel menyeberang sungai Yordan.
Yosua takut dan tawar hati; bukan saja untuk menyeberangi sungai Yordan, tetapi juga ketika menghadapi penduduk asli tanah Kanaan di seberang. Tuhan telah menetapkan Yosua sebagai pengganti Musa. Ia pasti akan menolong Yosua. Tuhan juga telah meyakinkan Yosua tentang keberuntungan yang akan diperoleh (Ayat 1-8). Namun demikian, Yosua tetap saja takut dan tawar hati. Tuhan terus membesarkan hatinya dan memberi semangat, sehingga Yosua berani. la mulai mengatur strategi untuk menyeberang. Para pengatur pasukan dikerahkan untuk memerintahkan seluruh umat menyiapkan bekal selama tiga hari. Para pasukan gagah perkasa dari dua suku setengah yang tinggal di seberang sungai Yordan diminta untuk menyeberang di depan dan menolong sembilan suku setengah menghadapi penduduk tanah Kanaan, sampai mereka menduduki tanah Kanaan. Para pasukan dari dua suku setengah patuh kepada perintah Yosua. Siapa yang menentang Yosua akan dihukum mati oleh mereka.
Tuhan telah menyiapkan masa depan yang cerah dan baik untuk hidup kita di hari esok. Sebagai pemimpin dalam keluarga dan Gereja, kita mesti siap menyeberang; meninggalkan tem pat, posisi, watak, kebiasaan, pola pikir serta pola hidup yang tidak membuat maju. Aturlah strategi yang baik. Libatkan orang Iain yang berkom peten. Jangan takut menghadapi rintangan dan ancaman. Teguhkan hati; taati hukum Tuhan dan jangan menyimpang dari perintah-Nya. Andalkan Tuhan, maka Ia akan menyertai dan memberi keberuntungan serta keberhasilan bagi kita.
GB. 259 : 3
Doa : (Ya Tuhan, mohon sertailah dan yakinkan kami, agar hati kami tetap teguh serta kuat; tidak takut menghadapi rintangan maupun ancaman)
