MINGGU ADVEN IV
Senin, 20 Desember 2021

Renungan Pagi

KJ. 374 : 1,2 – Berdoa

BELAJAR DARI MASA LALU

Yesaya 10 : 20 – 23

Tetapi pada waktu itu sisa orang Israel dan orang yang terluput di antara kaum keturunan Yakub, tidak akan bersandar lagi kepada yang mengalahkannya, tetapi akan bersandar kepada TUHAN, Yang Mahakudus, Allah Israel dan tetap setia (ay. 20)

Hidup adalah proses belajar. Beragam pengalaman dapat membuat seseorang mengambil pelajaran penting sebagai bahan evaluasi agar hidupnya dapat menjadi lebih baikProses belajar juga dapat dilakukan ketika merenungkan pembacaan Alkitab. Pagi hari ini melalui perikop ini hendak mengajak kita belajar dari kekeliruan. Kekeliruan seperti apakah itu?

Perikop ini dilatarbelakangi situasi Yehuda yang berada dalam tekanan berat Asyur. Raja Ahas, ayah Hizkia “mengandalkan” perlindungan Asyur. Ia kemudian berusaha Iepas dari Asyur. la berupaya memperkuat pertahanan kota Yerusalem. Ia bersekutu dengan Fenisia dan Filistin. Tindakan ini membuatAsyur bertindak. Saat Hizkia menyerah pada Asyur, dia harus menyerahkan upeti yang berat. Kendatipun demikian, Asyur tetap menekan Yehuda dengan mengepung, merusak dan menjarah Yerusalem. Dalam situasi inilah berita penghiburan bagi Yehuda disampaikan.

Sebelumnya dalam pasal 10:25-19, Yesaya memperingatkan Yehuda agar tidak menyandarkan diri kepada Asyur karena TUHAN akan menghukum Asyur, dan IA akan melindungi Yehuda. Dalam ayat 20-21, Yesaya memberi “tanda” adanya “sisa umat” yang akan diselamatkan. Hukuman TUHAN bagi Asyur membuka jalan untuk kem bali kepada TUHAN. Siapakah “sisa”itu? Mereka adalah orang-orang yang melihat dan mengalami tindakan penghukuman TUHAN karena mengandalkan Asyur dan bukannya mengandalkan TUHAN. Mereka adalah kaum yang selamat dan akan melakukan pertobatan kepada TUHAN. ltulah pengalaman pahit, namun berharga bagi Yehuda maupun umat TUHAN masa kini.

Saudaraku ingatlah, “JANGAN PERNAH MENGANDALKAN KEKUATAN DIRI ataupun SESAMA MANUSIA!” Andalkanlah TUHAN dan bersandarlah pada-Nya, Sang Sumber Hidup, maka damai sejahtera akan dinikmati kendati dalam hidup yang sulit.

KJ. 374 : 3

Doa : (Tuhan yang baik, tolong kami untuk selalu bersandar dan mengandalkan-Mu dalam seluruh situasi hidup yang dihadapi)

MINGGU ADVEN IV
Senin, 20 Desember 2021

Renungan Malam

GB. 327 : 1 – Berdoa

JANGAN TAKUT, TUHAN BESERTAMU!

Yesaya 10 : 24 – 27a

Sebab itu beginilah firman Tuhan, TUHAN semesta alam: “Hal umat-Ku yang diam di Sion, janganlah takut kepada Asyur, apabila mereka memukul engkau dengan gada dan menghantam engkau dengan tongkatnya, seperti yang dilakukan Mesir dahulu” (ay. 24)

Membaca perikop ini mengingatkan saya pada salah satu bait lagu dalam buku Gita Bakti no 327, yang liriknya sebagai berikut:

Walau badai topan harus kau tempuh, Walau kesusahan pengalamanmu,

namun janji Tuhan, manis bunyinya: “Janganlah kau takut, Aku tetap beseda!”

Refrain: Oh, tidak pernah, oh tidak pernah Tuhanmu tinggalkan dikau: la tetap beserta Oh, tidak pernah, oh tidak pernah Tuhanmu tinggalkan dikau: la tetap beserta

Lagu yang disadur H.A. Pandopo dari buku Joh.de Heer ini bagi saya mau mengungkapkan sebuah penguatan bagi mereka yang berada dalam pergumulan berat. TUHAN tetap beserta, sehingga mereka tidak perlu takut terhadap pergumulan yang dihadapi. Nada serupa kita jumpai dalam perikop malam ini.

Pada ayat 24-27a, TUHAN menegaskan, agar umat tidak takut dengan beragam tindakan Asyur yang hendak membuat mereka semakin merasa tidak berdaya. Karena sesungguhnya, TUHAN akan menghancurkan Asyur. Semua pergumulan mereka akibat perbuatan Asyur akan lenyap.

Adakah pengalaman hari ini membuat kita Lelah, gelisah, kuatir bahkan takut? Apakah kesulitan atau pergumulan membuat kita menjadi takut menghadapi masa depan? Firman TUHAN malam ini menyatakan, “JANGANLAH ENGKAU TAKUT TERHADAP PERGUMULAN, KARENA TUHAN BESERTAMU!” Marilah menyanyi bersama: “Oh, tidak pernah, oh, tidak pernah, Tuhanmu tinggalkan dikau, la tetap beserta (ulangi sekali lagi). Selamat beristirahat. TUHAN menjaga kita!

GB. 327 : 2

Doa : (Saat akan membaringkan kepala untuk beristirahat, kami menyerahkan segala kepenatan dan kekuatiran kepada-Mu ya Bapa. Kiranya saat kami membuka kelopak mata dan bangun dari peraduan, maka akan ada kekuatan baru untuk menghadapi hari baru dengan beragam pengalaman di dalamnya. Terimakasih Tuhan Yesus)

Scroll to Top