MINGGU XII SESUDAH PENTAKOSTA
Kamis, 19 Agustus 2021
Renungan Pagi
GB. 193 : 1,2 – Berdoa
DIPIMPIN ROH, BEROLEH HIDUP
Roma 8 : 12 – 13
Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. (ay. 13)
Dosa membuat hidup manusia menjadi cemar. Sebaliknya, Kristus telah menebus dosa itu sehingga manusia tidak binasa olehnya dan kuasa maut tidak berlaku atasnya. Penebusan Kristus di kayu salib, sesungguhnya menjadikan manusia sebagai orang yang berhutang kepada Allah dan kita seharusnya membayar hutang itu. Tetapi kita tahu, bahwa Allah dalam kasih karunia-Nya tidak menimpakan beban hutang dosa itu kepada manusia, melainkan kepada Anak yang dikasihi-Nya. Hidup manusia yang sudah ditebus, tidak hanya bebas dari dosa, tetapi menjadi kudus dan tidak bercacat lagi. Karena itu, rasul Paulus menegaskan dalam ayat 12 “Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging.” Akan semuanya ini, Kristus mengorbankan diri-Nya yang kudus, sebagai korban tebusan dosa akibat kedagingan manusia. Sehingga, setiap orang yang hidup dalam Kristus, sudah menjadi kudus dan seharusnya menjaga kekudusan hidupnya. Tidak lagi hidup di dalam keinginan daging atau membiarkan dirinya dikuasai kedagingannya.
Rasul Paulus menegaskan, hidup di dalam Kristus sebagai jaminan untuk memperoleh keselamatan. Hal ini hanya dapat diraih dengan cara memelihara keselamatan yang telah diberikan yaitu dengan menanggalkan dan menjauhi segala perbuatan-perbuatan jahat yang ditimbulkan keinginan daging dalam tubuh (baca ay.13). Tentunya setiap orang tidak menghendaki hidupnya berakhir pada kematian atau kebinasaan kekal, tetapi untuk beroleh kehidupan dan keselamatan yang kekal. Ingatlah, perbuatan daging itu mengancam keselamatan kita, maka hendaknya setiap orang yang telah hidup di dalam Roh, menjalani hidupnya sesuai kehendak Roh yaitu perbuatan-perbuatan yang melahirkan kebenaran, keadilan, sukacita dan damai sejahtera. Selamat hidup dalam pimpinan Roh Kudus.
GB. 193 : 4
Doa : (Roh Kudus, mohon kuasailah hidup kami, agar keselamatan yang telah diterima tidak digunakan dengan salah)
MINGGU XII SESUDAH PENTAKOSTA
Kamis, 19 Agustus 2021
Renungan Malam
GB. 254 : 1 – Berdoa
MENJADI ANAK-ANAK ALLAH
Roma 8 : 14 – 17
Semua orang yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. (ay. 14)
Melalui firman Tuhan pada malam hari ini, rasul Paulus mendorong orang percaya agar hidupnya dipimpin oleh Roh dan layak disebut sebagai anak anak Allah. Menjadi orang percaya, bukan hanya sebatas menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, tetapi harus sungguh-sungguh mau menanggalkan manusia lamanya yang hidup dalam keinginan daging dan mengijinkan hidupnya dipimpin oleh Roh Allah secara total. Kita sesungguhnya mengetahui, bahwa perbuatan dan keinginan daginglah yang menjadi sumber penghambat manusia untuk hidup di dalam Roh, apalagi sebagai anak-anak Allah.
Dalam bacaan malam hari ini, rasul Paulus mau menekankan hal utama dan prinsip bagi setiap orang yang telah ditebus, yaitu:
Pertama, hidupnya harus dipimpin oleh Roh, yaitu orang tersebut sungguh sungguh mau menanggalkan keinginan dagingnya. Hidup seutuhnya dalam Roh, akan melahirkan kebenaran, keadilan, sukacita dan buah-buah Roh lainnya. Kedua, menjadi anak Allah. Allah dalam Kristus Yesus telah menebus manusia dari segala dosa dan kecemaran supaya hidup manusia menjadi kudus kembali. Karena, hanya dengan menjadi kuduslah, maka manusia dapat kembali disebut sebagai anak-anak Allah, karena Dia sendiri adalah Kudus. Ketiga, bersaksi sebagai anak-anak Allah. Oleh pekerjaan Roh, setiap orang diberikan kemampuan dan keberanian untuk menyaksikan besar kuasa Allah dan kebenaran tentang Kristus. Sebagai anak-anak Allah, harus yakin, bahwa Roh Allah pasti memperlengkapi roh kita untuk menjadi saksi sejati. Keempat, setia dalam penderitaan dan menerima janji-janji Allah. Setiap orang yang hidup di dalam Tuhan haruslah berjuang untuk setia dalam segala penderitaan hidupnya. Buah dari kesetiaan itu telah ditetapkan yaitu dilayakkan untuk menerima janji Allah yang mulia. Hanya dalam ketaatan dan kesetiaanlah kita menjadi anak-anak Allah. Selamat menjadi anak Allah!
GB. 254 : 3
Doa : (Tolong tuntunlah kami, agar tetap layak menjadi anak-Mu meskipun berada dalam kelemahan)
