HARI MINGGU XX SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 18 Oktober 2020

Renungan Pagi

GB. 204 : 1-3 – Berdoa

KEPEMIMPINAN YANG TRANSFORMATIF

Ibrani 1 : 1 – 4

“la adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar Wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan Firman-Nya yang penuh kekuasaan” (ay. 3a)

Awal surat Ibrani mengungkapkan dua gambaran tentang Yesus. Pertama, Yesus adalah Sinar atau Cahaya yang memancar (Yun.: Apaugasma). Kedua, Yesus adalah citra yang sebenarnya dari Allah (Yun.: Kharakter). Jadi Yesus adalah pancaran sinar kemuliaan Allah di dunia. Di dalam Yesus kita dapat mengenal Allah. Allah Bapa dan Yesus memiliki satu visi dan misi yang sama yaitu cinta pada alam semesta dan seluruh ciptaan (Yoh.3:16). Kesatuan itu menghasilkan transformasi yang membawa perubahan, bahkan keselamatan bagi alam semesta dan seluruh ciptaan. Tanpa kesatuan visi maupun misi dari Allah Bapa dan Yesus Kristus, maka keselamatan bagi manusia juga dunia takkan terwujud.
 
Relasi yang indah antara Allah Bapa dan Yesus Kristus menghasilkan transformasi yang menjadi dasar pemikiran bagi kehidupan bergereja selanjutnya. Kita doakan agar Persidangan Sinode XXI dapat menjadikan hal tersebut sebagai pedoman dalam menetapkan seluruh perangkat kehidupan bergereja (Teologi, Misiologi dan Eklesiologi). Khususnya dalam menghadapi tantangan revolusi 4.0 pada era digital, maupun situasi dan kondisi pasca pandemic global covid 19 yang tak terhindarkan.
 
Semua jajaran GPIB perlu mengakarkan diri pada visi dan misi yang sama. Semua pihak, dalam kesadaran untuk mencapai visi dan misi GPIB, harus duduk bersama dan mau saling mendengarkan, serta mengedepankan kerendahan hati. Kerendahan hati Kristus hendaknya meneladani kita semua demi tercapainya tema sentral PKUPPG GPIB Jangka Panjang II (2006 – 2026) yaitu : Yesus Kristus Sumber Damai Sejahtera. Dengan tema sentral tersebut, GPIB diharapkan dapat melakukan transformasi dalam kehidupan berjemaat yang mengembangkan gaya hidup damai yang memuliakan nama-Nya.

GB. 204 : 4, 5

Doa : (Tuhan Yesus, tolong kami menjadi pemimpin yang transformatif)

HARI MINGGU XX SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 18 Oktober 2020

Renungan Malam

KJ. 10 : 1 – Berdoa

DERAJAT TERTINGGI ANAK ALLAH

Ibrani 1 : 5 – 14

“Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah la katakan : “Anak-ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?” (ay. 5a)

Orang-orang Ibrani tidak jarang bertumpu pada penampilan malaikat sebagai utusan yang menyampaikan firman Tuhan, selain para nabi (Luk. 1 : 26; Kej.22 : 11, 12). Malaikat dinyatakan sebagai ‘roh-roh yang melayani maupun yang diutus’ (14). Sekalipun malaikat dekat dengan Tuhan dan mengemban kuasa ilahi, namun mereka tidak pernah disebut ‘Anak Allah’. Hanya Yesus yang disebut Anak Allah. Setinggi-tingginya derajat rohani malaikat, mereka tidak memiliki kedudukan seperti Yesus yang memancarkan ‘wujud Allah’ dan duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar (ay.3, 13).
 
Banyak orang masih sulit memahami dan meyakini, bahwa Allah mempunyai Anak yang mengemban kuasa ilahi yang luar biasa. Hal itu bahkan dianggap sebagai hujatan kepada Allah (lih. Mat.26:63-65). Pada masa kini banyak orang yang menganggap Yesus manusia biasa saja, sekalipun Dia memiliki karunia ilahi. Mereka tetap saja memandang Yesus sebagai anak Bunda Maria yang disalibkan. Di atas salib-Nya tertulis INRI yang berarti Yesus orang Nazaret raja orang Yahudi (Mat-27:37). Tulisan itu merupakan olok-olokan terhadap Yesus.
 
Orang lebih dapat menerima seorang penguasa sebagai ‘yang ilahi’ seperti pandangan terhadap kaisar Romawi daripada Yesus yang duduk di sebelah kanan Allah. Manusia bahkan cenderung mengagungkan berhala buatan tangannya (termasuk uang) atau dirinya sendiri daripada menyembah Yesus Anak Allah. Padahal semua malaikat Allah saja, diperintahkan-Nya untuk menyembah Yesus (ay.6). Karena itu, perhatikan perintah pertama dan kedua dari Kesepuluh Firman, agar kita jangan terikut arus dunia. Yakinlah, bahwa Yesus adalah Anak Allah yang berkuasa di surga dan di bumi. Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya (Yoh. 20:29).

KJ. 10 : 2

Doa : (Terpujilah Anak Allah, yang walaupun Mahatinggi, berkenan turun ke bumi menjadi satu-satunya Juruselamat. Dialah Jalan, Kebenaran dan Hidup)

Scroll to Top