HARI MINGGU VIII SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 18 Juli 2021

Renungan Pagi

GB. 281 : 1 – Berdoa

KEMBANGKANLAH TALENTAMU!

Matius 25 : 14 – 18

Ia menjalankan uang itu lalu beroleh lama lima talenta (ay. 16)

Perumpamaan tentang talenta dikisahkan oleh Tuhan Yesus. Ada seorang tuan memanggil tiga orang hambanya sebelum ia pergi ke luar negeri. Tuan itu mempercayakan talenta (hartanya) kepada mereka untuk dikembangkan selama ia pergi. Ia mempercayakan kepada para hamba yang bekerja kepadanya dan sudah dikenalnya. Ia memberi menurut kesanggupan para hambanya: yang seorang diberikan lima talenta, yang lain dua dan yang terakhir satu. Dikisahkan bahwa hamba yang menerima lima talenta pergi dan mengembangkannya, sehingga beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta juga berbuat yang sama. Ia beroleh laba dua talenta. Hamba yang menerima satu talenta melakukan hal yang berbeda. Ia tidak mengembangkan talenta tuannya, melainkan menguburkan dan menyembunyikannya di dalam tanah.

Perumpamaan ini memiliki banyak makna. Salah satunya adalah terkait pengembangan potensi diri atau sumber daya yang kita miliki. Tuhan Yesus diumpamakan sebagai sang tuan yang pergi ke luar negeri. Kita adalah hamba hamba yang telah diberi karunia-karunia Roh Kudus menurut kesanggupan kita masing-masing. Kemampuan, potensi diri atau Sumber Daya Insani yang kita miliki adalah karunia Tuhan. Banyak atau sedikit kemampuan kita, Tuhan mau kita mengembangkannya; jangan menguburkannya. Sebab Ia akan meminta pertanggung-jawaban saat Ia datang kembali.

Dari perumpamaan ini kita belajar memahami bahwa bukan jumlah talenta atau potensi yang terpenting. Terpenting adalah, apakah kita mau mengembangkannya atau tidak? Dunia ini terus berubah. Tatanan kehidupan yang ada pun menantang kita untuk selalu kreatif dan inovatif. Firman Tuhan mengi ngatkan kita untuk mengembangkan “talenta” yang telah diberikan dengan semaksimal mungkin. Dengan demikian, kehadiran kita sebagai orang percaya, tetap menjadi berkat bagi dunia.

GB. 281 : 2

Doa : (Ya, Tuhan, ajarlah kami untuk terus mengembangkan talenta yang Engkau beri)

HARI MINGGU VIII SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 18 Juli 2021

Renungan Malam

GB. 79 : 1 – Berdoa

BERILAH PERTANGGUNGJAWABANMU

Matius 25 : 19 – 21

Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka (ay. 19)

Segala sesuatu yang dipercayakan dan ditugaskan kepada kita, pasti akan diminta pertanggungjawaban. Misalnya, dalam pelayanan di gereja. Ketika kita dipercayakan sebagai panitia hari raya gerejawi, kita diminta untuk bisa memberi laporan pertang-gungjawaban setelah selesai pelaksanaan acara. Tugas belum bisa dikatakan selesai jikalau belum ada pertanggung jawabannya. Demikianlah dalam bacaan kita hari ini.

Dalam kisah perumpamaan yang diceritakan Tuhan Yesus, Tuan yang memberi talenta kepada hamba-hambanya pulang dari luar negeri. Ia memanggil dan mengumpulkan hamba-ham-banya itu. Ia mengadakan perhitungan dengan mereka. “Menga-dakan perhitungan” (bahasa Yunani synairei logon, yang diterjemahkan “memeriksa catatan keuangan”). Artinya, Sang Tuan memeriksa hasil pekerjaan dari hamba-hambanya. Apakah hamba hambanya bertanggungjawab dalam tugas yang sudah dipercayakan kepada mereka? Hal ini akan terlihat dari laporan atau catatan yang ada. Hamba yang menerima lima talenta datang dan memberi pertanggung-jawabannya. Ia mengatakan bahwa dari lima talenta yang dipercayakan kepadanya, ia telah beroleh laba lima talenta. Sang Tuan sangat senang dan memuji pekerjaan hambanya. Ia akan mempercayakan hal yang lebih besar lagi kepadanya. Ia mempersilahkan hamba yang setia itu untuk masuk bersamanya merayakan kebahagiaan.

Di dunia ini, tidak ada seorang pun yang tidak dipercayakan kemampuan, karunia, bakat dan potensi oleh Tuhan. Semua orang pasti telah diberi karunia oleh Tuhan. Pertanyaannya, apakah kita telah menggunakan dan mengembangkan bakat atau karunia semaksimal mungkin dan secara bertanggung jawab untuk menjadi berkat dan mendatangkan kebahagiaan bagi diri dan hidup kita dan juga bagi sesama? Jika belum, marilah kita melakukannya, agar ketika kelak diminta pertanggung-jawaban, kita dapat memberikannya.

GB. 79 : 2

Doa : (Ya, Tuhan, ajarlah kami untuk bertanggungjawab atas setiap hal yang dipercayakan kepada kami)

Scroll to Top