MINGGU XIX SESUDAH PENTAKOSTA
Sabtu, 17 Oktober 2020

Renungan Pagi

KJ. 58 : 1, 2 – Berdoa

TUHAN ITU KASIH ADANYA

Hosea 14 : 9

“Akulah yang menlawab dan memperhatikan engkau!” (ay. 9b)

Dalam ayat ini Tuhan menyapa umat Israel. la berkata: “Hai Efraim, apakah yang harus Aku lakukan dengan berhala-berhala?” (ay.9a; terjemahan Alkitab Bahasa Inggris versi RSV). Di balik pertanyaan itu terkandung sindiran dari Tuhan atas kenyataan bahwa umat Israel yang adalah “anak”-Nya sendiri bisa tergoda kepada dewa Baal, Ialu meninggalkan Dia begitu saja. Mengapa hal itu bisa terjadi? Hal itu sulit dinalar, bukan?
 
Tuhan menegaskan bahwa Dia-lah yang menjawab (doa-doa maupun permohonan) dan yang memperhatikan (segala keadaan juga kebutuhan) umat Israel (ay.9b), bukan Baal ataupun berhala-berhala lainnya. Demi kesejahteraan Israel, umat-Nya, Tuhan menjadi seperti pohon sanobar (lambang kesuburan) yang menghijau, agar dari umat memperoleh buah-buah (ay.9c). Buah-buah hasil kesuburan itu bukan berasal dari Baal, melainkan Tuhan, Bapa mereka, Allah Abraham, Ishak, dan Yakub.
 
Kita, umat Kristen warga GPIB, percaya bahwa hanya Tuhan Allah yang disembah di dalam dan melalui Yesus Kristus, sebagai satu-satunya sumber berkat. Dia-lah Allah yang maha kuasa, maha kasih, dan maha tahu. Dia mendengar doa-doa kita. Dia tahu keadaan dan kebutuhan kita. Dia sanggup memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan dalam hidup ini. Namun demikian, kita sering meninggalkan Dia, berlaku tidak setia kepada-Nya. Kita tidak melakukan kehendak-Nya. Kita tidak hidup sebagaimana seharusnya dalam kedudukan selaku anak yang dikasihi-Nya. Pesan kitab nabi Hosea kepada kita ialah Tuhan itu kasih dan setia adanya. Jadi hendaklah kita juga tetap setia kepada-Nya dan mengasihi-Nya baik dalam suka maupun duka. Dia-lah satu-satunya yang memperhatikan, memberkati dan menopang, menuntun, serta melindungi kita. Berbagialah setiap orang yang setia, berharap, dan berlindung kepada-Nya.

KJ. 58 : 4

Doa : (Syukur kami Tuhan Yesus, karena Engkau sungguh mengasihi dan memperhatikan umat-Mu. Mohon bimbinglah kami agar tetap setia kepada-Mu)

MINGGU XIX SESUDAH PENTAKOSTA
Sabtu, 17 Oktober 2020

Renungan Malam

KJ. 351 : 1, 2 – Berdoa

PENUTUP KITAB HOSEA

Hosea 14 : 10

“… jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ” (ay. 10b)

Menarik bahwa ada seorang bijak yang membaca kitab nabi Hosea di zaman dahulu menambahkan kata-katanya di sini dengan suatu himbauan bagi para pembacanya kelak. la menambahkan kata-kata, “Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan Tuhan adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ” (ay. 10).
 
Selaku seorang anggota dari mazhab kebijaksanaan, orang yang menambahkan ayat 10 tersebut, memberi catatan agar semua pembaca kitab Hosea kelak mengerti hal-hal ini. Biasanya orang yang bijak (pandai, berpendidikan, juga berpengalaman) menganjurkan orang lain untuk membaca hal-hal yang baik dan bermakna. Jadi, isi kitab nabi Hosea ini sangat baik juga bermakna, karena itu dianjurkan agar siapa yang bijaksana memahaminya, dan siapa yang paham mengetahuinya.
 
Mengapa orang bijak dianjurkan agar memahami kitab ini dan orang paham disarankan untuk mengetahuinya? “Sebab jalan-jalan Tuhan adalah lurus dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ” (ay. 10c). Catatan ini dapat dimaknai lebih dari satu (multi makna). Pertama, catatan ini dapat dimaknai sebagai anjuran agar orang benar jangan takut menempuh jalan Tuhan (jalan kebenaran). Di sana dia akan aman dalam lindungan Tuhan, sebab di jalan itu pemberontak tergelincir (celaka dan hancur). Ingat, bahwa banyak orang walaupun dia Kristen, tetapi takut hidup di jalan kebenaran Tuhan. ltu karena ia takut akan dibenci dan dimusuhi oleh banyak orang, bukan? Kedua, catatan ini menyatakan bahwa kitab nabi Hosea sangat penting dan bermanfaat dalam rangka pembangunan umat Tuhan, sehingga ia perlu dibaca, dipahami, dan direnungkan. Demi pembinaan warga jemaat, pesan ini perlu ditindak-lanjuti.

KJ. 351 : 3

Doa : (Tuhan Yesus, mohon bukalah mata iman kami agar menemukan butir-butir mutiara yang bermanfaat dan menerangi lewat pembacaan Alkitab)

Scroll to Top