MINGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 22 November 2021
Renungan Pagi
KJ. 407 : 1 – Berdoa
LAKUKAN SEGALA KEHENDAK-KU
Kisah Para Rasul 13 : 13 – 25
Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. (ay. 22b)
Kesempatan meraih yang terbaik dalam pekerjaan apa pun bukan datang begitu saja melainkan, karena potensi diri yang membuat orang lain tertarik libatkan kita dalam setiap pekerjaan yang baik. Ungkapan tu sama seperti yang Paulus dan Barnabas alami di satu hari Sabat di rumah ibadat ketika Injil di wartakan di Antiokhia di Pisidia. Saat itu, setelah mereka membaca hukum Taurat dan kitab nabi-nabi, para pejabat di rumah ibadat mempersilahkan Paulus dan Barnabas memberi pesan untuk membangun dan menghibur mereka. Lalu bangkitlah Paulus, berbicara bagi orang-orang Israel dan bangsa lain yang takut akan Allah di dalam rumah ibadat itu. Paulus berkata : “Hai orang Israel dan kamu yang takut akan Allah,dengarkanlah!” la gunakan kesempatan emas yang dipercayakan kepadanya di rumah ibadat itu. la menyaksikan sejarah pemilihan dan pemeliharaan nenek moyang mereka, tanah yang mereka duduki dengan Daud sebagai raja yang terkenal di antara mereka sampai sekarang. Paulus memulai babak baru dalam pesannya tentang masa yang baru sesudah Yohanes memproklamirkan janji Allah yang telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus Kristus.
Seperti Paulus dan Barnabas yang berdiri sebagai saksi iman yang berkata-kata tentang Yesus sebagai Juruselamat, lantas kita sebagai pemimpin yangmelayani bersama jemaat yang dipilih dan dipelihara Allah akan lakukan hal yang sama di setiap kesempatan hidup di rumah, gereja dan masyarakat. Seperti kepada Daud, Allah menyatakan: “Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.”
Demikian juga Allah mengatakan hal yang sama pada kita yang setia melayani dalam berbagai kesempatan hidup di mana saja. Lakukanlah segala yang Tuhan kehendaki untuk membangun keutuhan persekutuan dalam gereja-Nya.
KJ. 407 : 4
Doa : (Ya Roh Kudus, mohon bimbinglah kami dalam berbagai kesempatan untuk menyaksikan karya kasih Tuhan Yesus di bumi ini)
MINGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 22 November 2021
Renungan Malam
GB. 116 : 1 – Berdoa
KAMI MEMBERITAKAN KABAR KESUKAAN
Kisah Para Rasul 13 : 26 – 41
Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita.(ay. 32)
Masih dalam rumah ibadat di Antiokhia di Psidia (13:14), Paulus mulai berbicara tentang kesukaan besar atas keturunan Abraham maupun kepada
mereka yang takut akan Allah. Dalam pesan yang menghibur dan membangun umat, Paulus menyampaikan pokok-pokok ajaran para rasul tentang Yesus seperti yang juga tertuang dalam Pengakuan Iman Rasuli :
- Yesus adalah manusia sejati yang tidak bersalah, la menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan yang menandakan bahwa la turun ke dalam kerajaan maut.
- Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Ini menandakan kuasa kubur yang membinasakan manusia takluk pada Allah di dalam Yesus yang bangkit.
- Yesus, manusia sejati yang bangkit menyatakan kemahakuasaan Allah, la menampakan diri-Nya kepada murid-murid yang mengikuti-Nya dari Galilea. Inilah permulaan baru dari kehidupan manusia jasmani. Allah memberi hidup yang baru bagi manusia dalam Yesus.
- Paulus dan Barnabas sampaikan Kabar Baik tentang pengampunan dosa yang tidak diperoleh dalam Hukum Musa tetapi hanya dalam Yesus. Tanda kebesaran Allah dimulai dalam dunia bahwa la bukan menghukum tetapi mengasihi manusia buah ciptaan-Nya.
Pemberitaan Paulus tentang Yesus adalah dasar pemberitaan gereja yang kudus dan am sepanjang masa.Dalam keutuhan persekutuan saat ini kita dipanggil sebagai umat kepunyaan Allah untuk memberitakan kabar sukacita itu. Dipanggil sebagai saksi yang memberitakan berita pendamian dalam kata dan tindakan. Bukan hukuman yang mematikan karakter manusia. Sama seperti Yesus mengampuni dosa kita, baiklah untuk itu kita saling mengasihi bukan saling menghukum sesama kita dalam keluarga, gereja dan masyarakat.
GB. 116 : 2,3
Doa : (Roh Kudus, mohon tuntunlah kami sebagai saksi Kristus yang setia membawa kabar kesukaan bagi semua orang)
