MINGGU V PRAPASKAH
Jumat, 18 Maret 2022
Renungan Pagi
KJ. 157 : 1 – Berdoa
BERILAH CONTOH YANG BENAR
Markus 9 : 42 – 50
“Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu Ia dibuang ke dalam laut (ay. 42)
Tingkah anak-anak memang terkadang lucu dan polos. Nampaknya, mereka selalu berusaha ingin tahu dan mengikuti segala sesuatu yang pernah mereka lihat, dengar dan rasakan. Oleh sebab itu, anak-anak adalah pribadi yang butuh pelajaran dari orang tuanya, karena sejak mereka lahir, hidup mereka selalu diisi dengan belajar dari lingkungan sekitarnya. Di sinilah orang tua sangat berperan dalam mendidik anaknya supaya mengerti mana pengajaran yang baik dan yang buruk sebelum mereka mengikuti pengajaran ataupun aturan dan kebiasaan yang salah.
Ada banyak orang tua yang tidak peduli akan pertumbuhan mental dan moral anaknya. Beberapa dari mereka ada yang mengajari anak berbohong demi keuntungan pribadi sehingga membuat si anak berpikir bahwa berbohong adalah hal yang biasa. Beberapa orang tua suka mengeluarkan kata-kata kotor kepada anak sehingga menurunkan rasa percaya diri anak dan membuatnya merasa tidak berguna ataupun rendah diri (minder). Kebiasaan orang tua berkata kasar juga dapat membuat anak fasih berkata yang tidak pantas. Karena itu, kita harus berhati-hati ketika bertindak dan berkata-kata kepada anak-anak karena secara tidak Iangsung, mereka meniru tingkah laku kita.
Tuhan Yesus sendiri memperingatkan kita mengenai betapa pentingnya mendidik anak-anak dalam ajaran yang benar. Bagi mereka yang menyesatkan anak-anak, adalah lebih baik bila lehernya diikatkan kepada batu kilangan yang sangat berat dan dibuang ke dalam laut. Anak-anak perlu dipandu dan diarahkan dalam menjalani kerasnya kehidupan. Oleh karena itu, ajarlah selalu anak-anak kita untuk hidup takut akan Tuhan sehingga mereka menjadi pribadi-pribadi yang berlaku baik, cerdas, suka menolong dan sukses di masa depan, menjadi berkat bagi sesama dan membanggakan orang tuanya.
KJ. 157 : 2
Doa : (Tuhan, mampukan kami, orang tua, mendidik anak-anak di jalan yang benar supaya mereka tidak tersesat)
MINGGU V PRAPASKAH
Jumat, 18 Maret 2022
Renungan Malam
KJ. 169 : 1,2 – Berdoa
PENGGARAP YANG BENAR
Markus 12 : 1 – 12
… Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap … (ay. 1)
Yesus menceritakan perumpamaan ini kepada para pemimpin agama di Israel. Para pemimpin agama dan orang-orang Farisi itu tahu bahwa pembicaraan Yesus ditujukan kepada mereka. Mereka yang dipercayakan untuk melayani umat digambarkan sebagai penggarap-penggarap kebun anggur. Akan tetapi, justru merekalah yang menjadi penghalang bagi umat untuk mengenal dan percaya kepada Allah yang datang kepada umat-Nya. Sungguh sangat disayangkan bahwa ketika mereka yang dipercayakan tugas mulia itu justru menyalah-gunakan kepercayaan yang diberikan demi kepentingan mereka sendiri. Kehadiran mereka malah menjadi menjadi batu sandungan di ladang pelayanan milik Tuhan. Gambaran tentang penolakan para penggarap terhadap kehadiran anak pemilik kebun anggur merupakan gambaran tentang penolakan para tokoh agama terhadap Yesus, Sang Putra Allah, yang berujung pada kematian-Nya di kayu salib.
Kisah perumpamaan ini mengingatkan kita sebagai pelayan yang dipercayakan Tuhan untuk menggarap ladang pelayanan-Nya (baca gereja) dengan benar. Tuhan menghendaki supaya kita tahu diri dalam melaksanakan tugas panggilan dan pengutusan yang dipercayakan kepada kita. Laksanakanlah tanggung jawab pelayanan dengan baik dan benar seturut kehendak Tuhan, Sang pemilik ladang. Pelayanan yang kita laksanakan harus menghasilkan buah yang baik, yaitu mengantar umat mengenal Tuhan, Sang Pemilik ladang. Pengenalan akan Tuhan menolong umat untuk menjalani kehidupan, ini dengan baik dan benar sehingga kehidupannya menjadi berkat bagi sesamanya.
Agar dapat menghasilkan buah-buah kebenaran dalam pelayanan, kita dituntut untuk bekerja keras dan berani berkorban, bukan karena kita kuat atau hebat tapi karena Tuhan Yesus telah lebih dahulu berkorban dan memberikan yang terbaik untuk kita. Karena itu, marilah kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk kemuliaan nama Tuhan, Sang kepala Gereja.
KJ. 169 : 3,4,5
Doa : (Tuhan layakkan aku menjadi pekerja di ladang-Mu dengan hati tulus agar melalui karyaku, nama-Mu dimuliakan)
