MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
Rabu, 17 Juni 2020
Renungan Pagi
KJ. 367 : 1 – BERDOA
TERUS DIPELIHARA ALLAH SAMPAI SELAMA-LAMANYA
Kejadian 48 : 1-14
“Lalu Yusuf menarik mereka dari antara lutut ayahnya, dan ia sujud dengan mukanya sampai ke tanah.” (ay. 12)
Inilah saat-saat terakhir Yakub. Ia ingin memberkati Manasye dan Efraim sekali pun penglihatannya telah kabur. Walaupun dalam keadaan sakit, Yakub dengan segenap kekuatannya, berusaha menceritakan kepada Yusuf tentang janji Allah kepadanya. Itulah Yakub. Selalu ia mau hidup di dalam janji Allah. Itulah kekuatan dalam hidupnya bahwa janji Allah memberinya harapan di masa depan.
Yakub berhadapan muka dengan Yusuf. Yakub merengkuh cucu-cucunya. Yakub bertindak sebagai yang empunya Manasye dan Efraim. Nampaklah Yusuf mengasihi dan menghormati ayahnya. Ia sujud dengan mukanya sampai ke tanah. Sungguh pemandangan yang mengharukan. Mereka terus dipelihara Allah sampai selama-lamanya. Yakub memberi berkat yang tidak disangka oleh Yusuf. Di sinilah, Allah berperan memakai Yakub untuk menyatakan janji-Nya. Janji Allah tidak bisa dipatahkan oleh siapapun. Sekalipun Yusuf tidak setuju atas apa yang dilakukan oleh ayahnya. Ini bukan yang kita pikirkan tetapi yang Allah rencanakan. Jauh di depan sana, Allah telah menyediakan masa depan yang gemilang.
Allahlah yang mengendalikan kita. Bukan kita yang mengendalikan Dia. Tetaplah hidup di dalam janji Allah dan persekutuan dengan-Nya. Jangan risau. Kita terus dipelihara Allah sampai selama-lamanya. Hal inilah yang membuat kita bertahan sekali pun keadaan berjalan tidak sesuai dengan keinginan. Sambutlah pagi ini dengan menghitung berkat Tuhan, bukan membilang persoalan kita. Ingatlah, bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupan ini dan siapapun juga tidak dapat membatalkan rencana dan kehendak Tuhan atas hidup kita. Kumpulkanlah segenap kekuatan untuk berjuang di tengah pandemic Covid-19 ini. Mohonkanlah selalu kekuatan yang dari Allah, sebab Dialah yang empunya kuasa. Bersama Tuhan, kita pasti mampu bertahan, bahkan berbagi berkat kepada orang lain.
KJ. 367 : 6
Doa : Ya Allah, dalam kerapuhan kami, berikanlah kemampuan untuk bertahan. Amin)
MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
Rabu, 17 Juni 2020
Renungan Malam
KJ. 416 : 1 – BERDOA
ALLAH TAHU APA YANG TERBAIK
Kejadian 48 : 15 – 22
“Katanya kepada ayahnya: “janganlah demikian, ayahku, sebab inilah yang sulung, letakkanlah tangan kananmu ke atas kepalanya.” (ay. 18)
Allah tahu apa yang terbaik, yang terbaik menurut Allah tidak sama dengan ukuran manusia. Yusuf tidak menyetujui cara Yakub memberkati Manasye dan Efraim. Yakub tahu apa yang dia lakukan karena dia hidup dalam janji Allah. Ia tahu masa depan bangsanya seperti apa. Yusuf tidak mengerti bahkan nampak kesal terhadap ayahnya. Yusuf mencoba memindahkan tangan ayahnya namun Yakub menolak. Kalau kita boleh bertanya, apa yang membuat Efraim diberkati dengan tangan kanan dan Manasye dengan tangan kiri? Apa kesalahan Manasye?
Allah bebas menentukan kehendak-Nya. Kedua-duanya diberkati oleh Yakub. Memang Efraim mendapat keistimewaan dari Allah. Ketika Yusuf menyaksikan pemberkatan anak-anaknya, dia memang tidak paham. Namun demikian, seiring dengan waktu yang berjalan, pandangan Yusuf terbuka. Ia menyadari bahwa Allah adalah Allah. Ia tahu yang terbaik. Untuk memahami perbuatan Allah itu, kadang-kadang dibutuhkan waktu yang panjang. Tidak masalah. Teruslah telusuri perbuatan-Nya, nikmati berkat-Nya dan ikuti jalan-Nya serta hargai karya kasih-Nya, juga teruslah berdoa. Nantikanlah kejutan dari Dia yang tahu kelemahan kita.
Iman kita seringkali lemah. Hati dan pikiran kita tergerus dengan hal-hal yang tidak penting. Kita sakit hati karena tidak mendapat bagian, atau karena orang lain mendapat lebih dan sebagainya. Pikirkanlah, Tuhan tahu yang terbaik. Jika kita melihat jejak langkah Yusuf, lewat kehadirannya, bangsa Mesir diberkati Tuhan. Lewat Yusuf pula, janji Allah digenapi. Jadi, jika Allah bebas menentukan kehendak-Nya maka percayalah, bahwa Dia tidak sembrono melakukannya. Sekali lagi, Allah tahu yang terbaik. Kiranya kita semua bisa memasrahkan hidup hanya kepada Allah yang mahatau. Ia memberi menurut maksud-Nya. Jangan marah ataupun iri karena segala sesuatu adalah milik-Nya dan dalam pengendalian-Nya. Mohonlah hikmat untuk dapat memahami dan menerima kehendak Tuhan dengan sikap percaya bahwa Allah tahu apa yang terbaik buat kita.
KJ. 416 : 3
Doa : (Allah Bapa, aku percaya, Engkau yang memiliki kami. Amin)
