MINGGU II SESUDAH EPIFANI
Selasa, 18 Januari 2022

Renungan Pagi

KJ. 54 : 1 – Berdoa

JADIKAN KAMI ALAT PEMBAWA DAMAI

Matius 5 : 8 – 9

Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah (ay. 9)

Tuhan Yesus menyatakan ciri kerajaan Allah ditandai juga dengan kesucian hati dan damai (ayat 8 dan 9). Hati yang suci tidak dilihat dari berapa banyak kita beribadah kepada Tuhan, tetapi lebih kepada keadaan “hati” kita. Apakah kita mempunyai hati yang bersih dan tulus? Jika saat ini kita dapat menikmati anugerah keselamatan dari Allah, hal itu bukan karena kesucian hati. Tetapi karena kemurahan hati Allah. Kita harus mengakui bahwa kita adalah orang yang berdosa. Hati ini menjadi bersih karena kita mem beri diri kepada-Nya untuk mem bersihkan dan menguduskan hati kita. lnilah yang dimaksud oleh Tuhan Yesus, bahwa keadaan yang kudus akan memperjumpakan kita dengan Allah.

Lebih lanjut ucapan Tuhan Yesus ini menyadarkan kita bahwa keadaan hati yang bersih akan membuka mata hati kita untuk menjadi alat pembawa damai. Damai yang dimaksud adalah semua kekacauan yang ada dalam diri manusia dapat diselesaikan, semua sakit penyakit dapat disembuhkan,semua perpecahan dapat dipersatukan. Damai juga berarti kita dapat menikmati hubungan yang baik dengan Allah dan sesame. Harus dipahami bahwa keselamatan yang kita peroleh terjadi karena Allah yang Maha Kudus mendamaikan diri-Nya dengan kita yang berdosa.

Kita hidup dalam perdamaian dengan Allah. Hal ini tentu akan membuat kita berbeda dengan orang Iain. Perbedaan itu terlihat dari kehidupan sehari-hari. Kita tidak Iagi membawa perpecahan, perselisihan, kejahatan. Kemam puan berbuat baik dan benar dapat terjadi karena Roh Kudus diam dalam hati kita. Tuhan Yesus menginginkan kita menjadi anak-anak Allah membawa damai bagi sekitar kita. Allah adalah Bapa sumber damai, maka kita pun harUS mempunyai kesamaan dengan Bapa menjadi alat perdamaian.

GB. 123: 1,2 

Doa : (Tuhan Yesus, sucikan hati kami untuk dapat menjadi alat pelayanan-Mu di mana pun kami berada)

MINGGU II SESUDAH EPIFANI
Selasa, 18 Januari 2022

Renungan Malam

KJ. 7 : 1 – Berdoa

SENGSARA YANG MEMBAWA KEBAHAGIAAN DALAM KRISTUS

Matius 5 : 10 – 12 

Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga (ay. 10) 

Sikap hidup yang baik dan benar sering mendapat reaksi yang tidak baik dari sekeliling kita. lnilah yang dikatakan Tuhan Yesus pada bagian penutup ucapan bahagia. Ucapan Tuhan Yesus memperhadapkan kita pada kenyataan bahwa menjadi anak-anak Allah tidak selalu dihargai oleh sesama. Dalam Alkitab dan sejarah gereja kita mengetahui banyak upaya pemberitaan lnjil menghadapi tantangan, dikejar-kejar, dianiaya, difitnah (ayat 10-11). Perilaku yang tidak baik itu tidak mematikan semangat Roh yang ada dalam diri orang percaya untuk menjadi saksi bagi Kristus.

Tuhan Yesus memberitahukan kepada para murid tentang realita tersebut, supaya mereka tidak terkejut menghadapi kenyataan itu. Pemberitahuan itu juga berlaku untuk semua orang percaya di sepanjang waktu dan zaman. “Berbahagialah engkau,” demikian kata Tuhan Yesus. Ucapan Tuhan Yesus memberikan semangat dan kuat menjadi saksi Kristus. Orang percaya tidak akan menjadi lemah dan meninggalkan iman percaya kepada Tuhan Yesus karena “kesengsaraan”. Sebaliknya kita menerimanya dengan sukacita. Kita diperkenankan menderita karena Kristus, supaya kita dimuliakan bersama-sama dengan Dia. Dalam hal ini ingatlah pada Tuhan Yesus dan kehidupan para rasul. Semakin pekerjaan lnjil dihambat maka semakin luas buah pemberitaan itu dan banyak orang percaya pada Tuhan Yesus.

Ada “Upah” dari kesetiaan dan ketaatan menjadi anak-anak A|lah.Upah ini bukan seperti uang yang dibayarkan atas kerja. Upah yang dimaksud adalah anugerah dan kasih Allah. Paulus menegaskan hal ini “apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya” (Kolose 3 : 23-24).

GB. 242 : 1,2

Doa : (Ya Tuhan, mampukan kami untuk tetap setia dan taat di tengah kehidupan yang keras di dunia ini)

Scroll to Top