HARI RABU ABU
Rabu, 17 Februari 2021
Renungan Pagi
KJ. 185 – Berdoa
KASIH YANG BERBUAT
1 Yohanes 5 : 1 – 3
“Sebab Inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya.” (ay. 3a)
Apa saja yang menjadi kiat-kiat terukur bagi umat Tuhan mencapai hidup yang berkenan kepada Tuhan dan manusia? Rasul Yohanes menyampaikan pesan kepada umat binaannya bahwa untuk mencapai maksud tersebut maka umat Tuhan ini harus peduli melakukan lima hal: pertama, mereka harus percaya bahwa Yesus adalah Kristus, kedua, mereka percaya bahwa Yesus lahir dari Allah; ketiga, mereka mengasihi Allah dan juga mengasihi Anak Allah. Keempat, mereka yang mengasihi anak-anak Allah juga mengasihi Allah dan melakukan perintah-perintah-Nya, dan kelima, mereka yang mengasihi Allah berarti juga menuruti perintah-perintahNya.
Kelima kiat ini merujuk pada tiga kiat pokok antara yang dituntut Yohanes untuk di genggam erat oleh umat binaannya yaitu: percaya bahwa Yesus (Penolong) adalah Kristus (Yang diurapi/sebaga Mesias) untuk melakukan perintah-perintah-Nya. Pada akhirnya ketiga pokok antara dari ketiga kiat ini bisa dirangkul menjadi satu pokok terpadu yakni: Allah Yang Esa yang disembah umat Tuhan dalam iman dan kasih yang menjiwai kesaksian dan tanggungjawab umat melaksanakan percaya dan mengasihi Allah Yang Esa, mampu melaksanakan misi Tuhan.
Dewasa ini jemaat-jemaat kita punya kesulitan menerapkan kiat-kiat ini secara terpadu, sehingga menimbulkan konfik di dalamnya. Jika jemaat hanya percaya dan bersekutu tanpa mengasihi; jika terlalu sibuk melaksanakan program tanpa iman pada Allah, ia akan gagal melaksanakan panggilan dan pengutusannya. Maka padukanlah kepercayaan, satukan cinta kasih taatilah Tuhan Gereja dan lakukan perintah Allah dengan sungguh!
KJ. 178 : 1,2
Doa : (Ajari kami Tuhan untuk menaruh percaya pada-Mu, menyalurkan kasih-Mu dan menebar bibit-bibit Firman-Mu yang bertumbuh dalam kehidupan bersama orang lain)
HARI RABU ABU
Rabu, 17 Februari 2021
Renungan Malam
KJ. 259 : 1,2 – Berdoa
IMAN MENGALAHKAN DUNIA
1 Yohanes 5 : 4 – 5
“sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah…” (ay. 4)
Rasul Yohanes menyatakan kepada umat binaannya tentang betapa penting bagi mereka menggalang iman dalam hidup ini. Dikatakan bahwa semua yang lahir dari Allah mengalahkan dunia (ay.4) dan barangsiapa percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah menjadi pemenang mengalahkan dunia (ay.5). Soal disini, apakah yang dimaksudkan dengan dunia sehingga penting untuk dikalahkan? Dunia yang dipenuhi dosa dengan nilai-nilai sekulernya yang mengandung kefasikan, pementingan diri, materialisme, hedonisme, konsumerisme yang merusak kehidupan. Sedangkan iman merujuk pada realitas abadi yang mendasarkan pada kuasa Allah dan kasih Kristus. Dengannya kita dapat mengerti mengapa dengan iman umat mampu mengalahkan dunia.
Suatu saat Yesus bertanya kepada para murid-Nya tentang siapakah diri-Nya menurut pendapat mereka, Petrus mengungkapkan pengakuannya: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Maka Yesus menilai Simon Petrus sebagai yang berbahagia, karena bukan manusia yang menyatakan kepadamu, tetapi Bapa-Ku di sorga. Dan diatas pengakuan yang dinyatakan Bapa di sorga ini didirikan jemaat, dan alam maut tidak akan menguasainya, kata Yesus (band.Mat.16:15-19).
Apakah makna nas ini bagi kita yang hidup dewasa ini? Pertama, sepanjang jalan hidup kita, baik dimasa lampau, kini dan ke masa depan, pengaruh dosa dengan segala akibatnya mampu merusak sendi-sendi kehidupan kita. Kedua, jangan mengabaikan tantangan yang menghambat pelayanan kita, tetapi sebaliknya tetap berusaha memantapkan iman kepada Allah Bapa dan Allah Anak dan dengan kuasa Roh Kudus menghadapi dan mengalahkannya.
KJ. 259 : 3,4
Doa : (Dengan tetap percaya kepada-Mu Tuhan, kami mengalami penguatan untuk mampu mengatasi kuasa dunia ini. Maka berkatilah jemaat dan masyarakat kami)
