MINGGU XII SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 17 Agustus 2021
HUT KE-76 RI
Renungan Pagi
GB. 43 : 1,2 – Berdoa
DALAM JALUR PEMBENARAN ALLAH
Roma 7 : 13 – 20
Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. (ay. 19)
Ajaran Kristen menegaskan bahwa manusia ditebus dosanya melalui pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. Melalui darah-Nya yang kudus, Dia telah menyucikan dan menguduskan hidup setiap orang yang percaya kepada Nya. Oleh karena itu, sudah seharusnya setiap orang yang percaya kepada Nya berbalik dari segala perbuatan dosa dan menjadi pelaku kebenaran.
Namun demikian, sungguh disayangkan, masih banyak orang percaya yang tetap dan merasa nyaman menjalani hidup dalam praktek dosa dan kecemaran yang diinginkan hatinya. Oleh karena dosa dan kecemaran inilah, maka Rasul Paulus menegaskan “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Rm.3:23).
Dalam dunia yang sudah begitu tercemar ini, masih banyak orang percaya memberikan dirinya dikuasai keinginan hatinya untuk terus berbuat dosa. Karena itu dalam Roma 7:13c Rasul Paulus mengatakan, “…dosa mempergunakan yang baik untuk mendatangkan kematian bagiku, supaya oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa” (Rm.7:13c).
Firman Allah di atas mau memperingatkan, bahwa selama seseorang hidup di dunia ini, kecenderungan hatinya untuk berbuat dosa akan tetap ada, sekalipun dia telah percaya kepada Kristus. Sebagai orang yang percaya dan telah ditebus serta diselamatkan-Nya, kita harus mau memberi diri menjalani hidup baru sesuai kehendak-Nya, jauh dari dosa dan kecemaran. Hendaknya kita semakin bertumbuh dan bertambah dewasa di dalam iman kepada-Nya serta semakin serupa dengan Kristus. Hidup kita janganlah serupa dengan dunia ini (baca Rm 12: 2).
Marilah kita, sebagai orang yang sudah hidup di dalam-Nya berusaha untuk menjauhi yang jahat. Marilah melakukan yang baik dan benar, supaya menjadi orang-orang benar yang mewarisi negeri dan tinggal di sana senantiasa (Mzm. 37: 27,29).
GB. 43 : 4
Doa : (Tolong celikkanlah mata hati kami ya Tuhan, agar mampu melepaskan diri dari berbagai keterikatan di dunia ini)
MINGGU XII SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 17 Agustus 2021
HUT KE-76 RI
Renungan Malam
GB. 63 : 1 – Berdoa
HIDUP DALAM KASIH KARUNIA-NYA
Roma 7 : 21 – 26
Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa. (ay. 24-26)
Hidup dalam Kristus dan memperlakukan hukum Taurat niscaya memperoleh pembenaran. Hukum Taurat telah menjadi penghalang utama untuk melakukan kebaikan. Rasul Paulus menuliskan dan menasihati “…jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku” (ay.21). Yang jahat dalam diri manusia telah menjadi penghalang utama baginya untuk melakukan perbuatan yang baik dan benar. Keinginan-keinginan daging itu telah menjadi racun kehidupan, sehingga manusia tidak selalu dapat berbuat baik dan benar. Lebih lanjut rasul Paulus katakan “Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku” (ay.22–23).
Inilah peperangan dalam diri sendiri, yaitu segala kegelapan yang menguasai hati dan pikiran akan terus berusaha untuk menguasai tubuh dengan berbagai bentuk perbuatan yang bertentangan dengan kehendak Allah. Ironisnya, kita sesungguh-nya mengetahui, bahwa perbuatan itu akan membawa manusia pada keadaan celaka dan tidak akan memperoleh pertolongan apapun apabila mengandalkan keselamatan dari hukum Taurat (ay.24). Mengapa? Karena hukum Taurat bukanlah sumber keselamatan bagi manusia. Keselamatan hanya diperoleh dalam kasih karunia Allah di dalam Yesus Kristus (ay.25).
Hidup dalam kasih karunia Allah, membawa semua orang yang telah jatuh ke dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah akan dihidupkan kembali melalui kebangkitan Kristus. Firman Tuhan “Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka” (Kol.2:15). Selamat beroleh kasih karunia Allah.
GB. 63 : 3
Doa : (Kami ingin hidup dalam kasih karunia Allah. Mohon tuntunlah kami ya Tuhan, agar memperoleh keselamatan dari pada-Mu)
