MINGGU XI SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 17 Agustus 2020
Renungan Pagi
HUT KE-75 RI
KJ. 357 : 1, 2 – Berdoa
MEMBANGUN RUMAH BERSAMA
Kisah Para Rasul 6 : 1 – 7
Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut…. (ay. 1)
Ir. Soekarno pernah berpidato yang menggetarkan semangat kaum muda. Bunyi pidatonya: “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut gunung Semeru dari akarnya. Tetapi beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Saat itu Presiden Soekarno berusaha membangkitkan semangat nasionalisme para pemuda Indonesia, agar dapat meraih kemerdekaan.
Demikian juga yang diharapkan para Rasul saat itu. Mereka melihat banyak orang memerlukan pelayanan, sedangkan tenaga masih sangat terbatas. Namun demikian bagi mereka, jumlah orang bukanlah penentu keberhasilan sebuah pelayanan, tetapi ketulusan, kerendahan hati, serta rela berkorban. ltulah sebabnya, para Rasul meminta Jemaat saat itu untuk memilih tujuh orang yang penuh Roh dan hikmat, agar dapat mengerjakan pelayanan dengan semangat takut akan Tuhan.
Saudaraku, Tuhan Yesus juga memilih dan melibatkan kita untuk pekerjaan pelayanan-Nya. Di antara saudara-saudara seiman yang terpanggil, ternyata kita dianggap orang yang tepat untuk mengerjakan pelayanan-Nya. Sudahkah kita mengerjakan itu dengan sungguh-sungguh?
Stefanus salah seorang yang memiliki hikmat, dipilih menjadi pelayan Tuhan. la rela berkorban bahkan mati karena melakukan tugas pelayanan dengan baik. Bagaimana dengan kita yang telah menerima anugerah keselamatan dari Tuhan Yesus? Apakah kita ingin menjadi berkat bagi semua orang, teristimewa bagi bangsa Indonesia yang kemerdekaannya telah kita nikmati bersama? Firman Tuhan saat ini mengajarkan kepada kita, bahwa tidak semua orang dapat dipercayakan mengerjakan pelayanan-Nya. Hanya mereka yang memiliki kerendahan hati, jiwa mengasihi serta rela berkorban yang dipercayakan pelayanan-Nya, Apakah kita adalah orang yang sedang dipercayakan untuk mengerjakan tugas pelayanan tersebut demi mengisi kemerdekaan Indonesia dan gereja Tuhan?
KJ. 357 : 3, 4
Doa : (Ya Tuhan, tolong kami untuk mengisi kernerdekaan dengan mengerjakan tanggungjawab pelayanan yang Engkau percayakan)Â
MINGGU XI SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 17 Agustus 2020
Renungan Malam
HUT KE-75 RI
GB. 279 – Berdoa
HADAPI TANTANGAN NYATAKAN KUASA-NYA
Kisah Para Rasul 6 : 8 – 15
“Tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara” (ay. 10)
Mengamati daya upaya dan respons warga jemaat dan Majelis Jemaat dalam menghadapi pandemi covid 19 ini, membuat saya bersyukur kepada Tuhan karena kita semua mengalami dan menerima kemampuan memenuhi tugas dan tanggung jawab untuk tetap setia melayani.
Saat mengetik SBU ini, saya melihat dari jendela kamar hadir Tim Crisis Center GPIB melaksanakan tugas penyemprotan desinfektan di Pos Pelayanan Karunia Ciputat di Pamulang, dan ke masjid sekitar gereja. GPIB tetap melayani terlebih menghadapi pergumulan dan tantangan bersama di negeri ini. Perbedaan agama dan suku tidak menjadi hambatan untuk usaha-usaha kemanusiaan. Indahnya hidup saling tolong menolong dan menjaga.
Stefanus adalah satu dari 7 pria yang dipilih untuk melakukan tugas pelayanan meja. la tetap giat melayani sesuai dengan tugas pelayanannya sebagai diakonos. la dengan berani menyampaikan ajaran Yesus dalam sebuah perdebatan dengan orang Yahudi, yang kemudian membawanya ke Mahkamah Agama untuk diadili. Ini yang kemudian dikatakan oleh Lukas, “memikul salib setiap hari”.
ltu adalah realitas dari salib. Stefanus pasti tahu risikonya. la tetap setia karena percaya Roh Kudus selalu menyertainya. Sampai pada situasi keputusan hukuman mati, ia tetap pada sikapnya yakni memohonkan ampun atas kesalahan orang lain dan menyerahkan dirinya pada Allah. Dua tindakan ini adalah karya Roh Kudus yang menumbuhkan spirit cinta kasih atas pengorbanan Yesus Kristus.
Jiwa patriotisme seperti inilah yang patut diteladani oleh para pelayan. Dalam menghadapi pergumulan hingga menutup mata kita tetap percaya bahwa Roh Tuhan selalu menolong. Mari lakukan kebaikan demi keselamatan banyak orang sampai akhir, sebagaimana teladan utama kita, Yesus Kristus. la merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati bahkan mati di atas kayu salib.
GB. 278 : 1, 2
Doa : (Ya Tuhan mohon kuasailah kami dengan Roh-Mu agar setia, mengasihi-Mu dan sesama sampai akhir)
