HARI MINGGU XXI SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 17 Oktober 2021

Renungan Pagi

GB. 61 : 1,2 – Berdoa

PEMIMPIN : DITEMPA SEJAK AWAL

Kejadian 37 : 1 – 4

Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun–jadi masih muda–biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya (ay. 2)

Menjadi pemimpin itu tidak mudah. Ia harus mampu menguasai keinginan, emosi dan bijak dalam mengatasi persoalan. Ini berarti, ia harus mampu memimpin dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum memimpin orang lain. Ada proses yang panjang untuk menjadi seorang pemimpin, tidak terjadi satu hari.

Yusuf berhasil menjadi seorang pemimpin yang sejajar dengan penguasa di Mesir. Posisi menjadi penguasa di Mesir secara manusia tidak mungkin. Campur tangan Tuhan yang membuat Yusuf mencapai posisi terhormat di Mesir. Di balik adanya campur tangan Tuhan, pribadi Yusuf juga memengaruhi. Sejak awal, Yusuf sudah berhadapan dengan tantangan emosional dan pergumulan dalam diri yang saling tarik menarik. Misalnya, antara bersikap menerima atau melawan perilaku dari saudara-saudaranya, walaupun kebencian saudara-saudara Yusuf bukan karena perbuatan atau tindakannya. Sikap Yakub yang membedakan Yusuf dengan saudara-saudaranya membuat Yusuf dibenci mereka. Kita tidak dapat menyalahkan sikap Yakub yang membedakan Yusuf dari saudara-saudaranya. Sikap saudara-saudara Yusuf ini menjadi bagian dari proses pemben-tukkan diri Yusuf. Yusuf menghadapi dengan sabar saudara-saudaranya yang membenci dan tidak menyapanya dengan ramah (ay.4). Yusuf sudah menghadapi ujian awal dari proses pembentuk dirinya menjadi pribadi dan seorang pemimpin.

Pengalaman yang tidak menyenangkan mungkin pernah kita alami. Pengalaman ini sering menjadikan kita terjebak pada tindakan dan perbuatan yang tidak semestinya. Misalnya, men-curigai seseorang, membenci dan memusuhinya. Sesungguhnya respons ini mencirikan bagaimana pembentukan diri kita. Kita harus mampu mengendalikan dan bijak mengatasi setiap persoalan yang hadir dalam hidup pribadi. Mari memahami, bahwa perjalanan waktu dalam hidup ini merupakan bagian dari proses pembentukan menjadi seorang pemimpin, yang berguna bagi diri sendiri maupun orang lain.

GB. 61 : 3,4

Doa : (Tuhan Yesus, mohon bentuklah kami menjadi umat yang memahami kehendak-Mu dalam kehidupan yang kadang menyakitkan)

HARI MINGGU XXI SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 17 Oktober 2021

Renungan Malam

KJ. 327 : 1,3 – Berdoa

PEMIMPIN : MEWUJUDKAN MIMPI

Kejadian 37 : 5 – 11

… bangkitlah berkasku dan tegak berdiri, kemudian datanglah berkas berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah … (ay. 7)

Walt Disney pernah bermimpi tentang membuat sebuah taman wisata yang sangat luas untuk mempertemukan anak-anak dengan tokoh kartun yang disukai. Bagi para teman dan bankir, mimpi itu dianggap proyek yang ‘gila’ (mustahil). Kenyataannya, pada tahun 1955 mimpi itu terwujud di Anaheim, California. Taman wisata tersebut diberi nama Disneyland. Walt Disney berhasil mewujudkan mimpinya karena ia fokus bekerja keras sambil mengabaikan perkataan atau pikiran orang yang pesimistis. Baginya, mimpi dapat diwujudkan dengan bekerja dalam kesabaran.

Salah satu tokoh Alkitab yang pernah bermimpi adalah Yusuf, anak Yakub. Yusuf menceritakan mimpinya kepada saudara-saudara dan ayahnya (ay. 7,9,10). Mereka tidak percaya bahwa mimpi itu akan terwujud (ay. 10). Pada kenyataannya, Kejadian 42:6 mencatat: … Yusuf telah menjadi mangkubumi di negeri itu; dialah yang menjual gandum kepada seluruh rakyat negeri itu. Jadi ketika saudara-saudara Yusuf datang, kepadanyalah mereka menghadap dan sujud dengan mukanya sampai ke tanah.

Mimpi Yusuf terwujud. Bagaimana Yusuf mampu merealisasikan mimpinya? Yaitu dengan menjaga diri dari berbagai godaan, tidak mengeluh tentang perjalanan hidupnya, sabar ketika menderita, bertanggung jawab dalam bekerja dan Tuhan pun menyertainya. Yusuf tidak hanya berpangku tangan atau melamun dalam angan-angan sebaliknya, ia menjalani semuanya itu dengan teguh hati dan kerja keras serta meyakini bahwa Tuhan akan membawa keberuntungan bagi hidupnya.

Kita pun (pernah) bermimpi untuk menjadi seorang yang sukses. Bermimpi tidak dilarang. Karena itu, ingatlah: mimpi harus diupayakan dalam kehidupan nyata melalui kerja keras, kesabaran dan mengikuti perintah Allah supaya mimpi itu tidak hanya menjadi halusinasi dalam angan-angan semata. Berdoa dan bekerja itulah yang harus dilakukan oleh orang percaya.

KJ. 327 : 4,5

Doa : (Tuhan Yesus, ketika kami memiliki impian yang baik, ajarkanlah kami untuk berusaha mewujudkannya dengan mengandalkan-Mu)

Scroll to Top