MINGGU XIX SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 16 Oktober 2020

Renungan Pagi

KJ. 411 : 1 – Berdoa

AJAKAN BERTOBAT DAN PENGAKUAN

Hosea 14 : 2 – 4

“Bertobatlah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu” (ay. 2)

Bagian terakhir dari firman Tuhan yang disampaikan oleh nabi Hosea kepada umat Israel adalah berita mengenai janji Tuhan tentang pembaruan Israel (Hos 14). Prosesnya dimulai dari panggilan untuk bertobat (ay.2-3b) dan pengakuan Israel (ay. 3c-4).
 
Tuhan mengajak Israel agar bertobat kepada-Nya, sebab mereka tergelincir (mengalami celaka) karena kesalahannya. Ungkapan, “sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu” menegaskan, bahwa mereka menderita oleh kesalahannya sendiri. Mereka tidak setia kepada Tuhan dan menyembah berhala. Tuhan memberi arahan tentang proses pertobatan itu dilakukan. Pertama, datang kepada-Nya dengan kata-kata penyesalan dan memohon ampunan atas segala kesalahan. Kedua mengaku bahwa Asyur dan kuda-kudanya tidak dapat menyelamatkan mereka; juga tidak berkata lagi “ya Allah kami” kepada patung-patung yang dibuat sendiri. Tuhan memiliki segala sesuatu yang kita harapkan dapat dipenuhi oleh-Nya, karena itu sembahlah Dia dengan setia, dan bukan menyembah berhala.
 
Ada dua dosa besar jemaat yang terungkap di sini yaitu, percaya pada intrik-intrik skala internasional dan penyembahan berhala. Di zaman modern, intrik-intrik international ini semakin banyak diberitakan lewat berbagai media. Contoh pada zaman itu ialah berita bahwa orang akan menjadi kaya jika menyembah Baal (dewa kesuburan di negeri Kanaan). Kita harus waspada bahwa pasa masa kini berbagai media semakin gencar mempengaruhi cara berpikir dan pola hidup orang. Ada ungkapan bahwa kebohongan yang terus-menerus diberitakan lama kelamaan akan dianggap benar. Berhala yang selalu disembah lama-kelamaan dapat dianggap sebagai Tuhan yang hidup. Ingatlah perintah kedua dari sepuluh firman “Jangan membuat patung untuk disembah”. Menyembah berhala berarti mematungkan Tuhan, sehingga Dia bisa kita atur. Padahal sesungguhnya Tuhan yang mengatur kita.

KJ. 411 : 2

Doa : (Tuhan Yesus, tolong tuntun kami dalam pertobatan dan pengakuan yang sungguh-sungguh kepadaMu)

MINGGU XIX SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 16 Oktober 2020

Renungan Malam

KJ. 388 : 1, 2 – Berdoa

PEMULIHAN SETELAH PERTOBATAN

Hosea 14 : 5 – 8

“Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka” (ay. 5b)

Setelah umat Israel bertobat (menjauhkan diri dari penyembahan Baal dan berbalik kepada Tuhan), maka Dia akan memulihkan serta mengasihi mereka, sebab murka-Nya telah surut (ay.5). Tuhan akan seperti embun bagi Israel, sehingga mereka berbunga, tumbuh subur, laksana bunga bakung dan pohon zaitun di Libanon (ay.6-7). Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Nya dan tumbuh seperti gandum. Mereka akan berkembang seperti pohon anggur yang termasyur di Libanon (ay 8).
 
Ketika umat bertobat, maka ada dua hal yang terjadi. Pertama, perubahan dalam diri orang-orang yang bertobat itu, dan kedua, perubahan dalam diri Tuhan. Orang yang bertobat mengalami perubahan paradigma (sudut-pandang atau keyakinan dan pikiran). Dalam hal pertobatan Israel, ada pengakuan bahwa tadinya mereka yakin Asyur mampu menyelamatkan dan Baal dapat menyuburkan tanah. Mereka yakin akan terlindung dan makmur. Nyatanya hal itu tidak benar. Hanya Tuhan yang setia dan yang mengasihi, yang sungguh-sungguh mampu melindungi dan memberkati mereka, bukan Asyur ataupun dewa Baal. Sedangkan perubahan dalam diri Tuhan adalah dalam sikap dan tindakan. Sebelum pertobatan, Tuhan merencanakan hukuman. Sesudah pertobatan, Dia membatalkan rencana hukuman-Nya. Perubahan rencana Tuhan setelah pertobatan yang paling terkenal di dalam Alkitab ialah kasus nabi Yunus (bacalah seluruh kitab Yunus).
 
Ada ungkapan terkenal, yaitu “to make mistakes is human” (berbuat salah itu manusiawi). Artinya manusia itu tidak sempurna, ia dapat berbuat dosa. Karena itu, kita bisa saja bersalah, lalu dihukum dan menderita. Banyak warga jemaat yang menderita di dunia ini. Jangan putus asa, tetaplah berharap! Jika kita bertobat, maka Tuhan akan mengubah hal buruk jadi kebaikan.

KJ.289 : 3, 4

Doa : (Tuhan Yesus, tolong kami untuk menyadari keberdosaan diri sendiri dan bersedia bertobat dengan sukarela serta rendah hati)

Scroll to Top