MINGGU XXV SESUDAH PENTAKOSTA
Rabu, 17 November 2021

Renungan Pagi

KJ.412 : 1,2 – Berdoa

TUHAN HADIR DAN MENYERTAI

Keluaran 33 : 1-6

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Pergilah, berjalanlah dari sini … (ay.1)

Hidup ini adalah suatu perjalanan dari satu titik ke titik lain yang ada didepan. Berbeda dengan perjalanan yang kini sedang kita jalani, perjalanan Israel sebagai suatu bangsa berlangsung menarik. Menarik karena perjalanan hidup Israel terkait langsung dengan TUHAN. Israel menempuh perjalanan dari titik dimana mereka tertindas di Mesir menuju negeri yang dijanjikan didalam kehendak dan penyertaan TUHAN. Firman Tuhan pagi hari ini menegaskan hal tersebut.

TUHAN berfirman kepada Musa: “pergilah, berjalanlah dari sini, engkau dan bangsa itu…menuju negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu”. Firman TUHAN ini adalah perintah bagi Musa dan Israel untuk melanjutkan perjalanan menuju negeri yang di janjikan-Nya. Artinya TUHAN berkehendak untuk tetap setia pada janji yang telah diucapkan-Nya kepada Abraham, Ishak dan Yakub. Sekalipun dalam perjalanan hidup Israel sering tidak setia kepada TUHAN, namun TUHAN tetap setia pada janji-Nya.

Reaksi Israel atas perintah TUHAN sungguh mengejutkan. Bukan senang tetapi justru berkabung dalam arti sedih, takut dan gentar. Mereka berkabung karena TUHAN telah menyatakan tidak lagi berjalan bersama dengan Israel. Untuk itu TUHAN mengutus malaikat berjalan di depan umat dan akan menghalau orang-orang yang akan menghadang mereka. Ketidak-hadiran TUHAN tersebut dilihat Israel sebagai suatu ancaman yang menakutkan. Bagi Israel kehadiran dan penyertaan TUHAN adalah segalanya. Tanpa TUHAN Israel tidak berarti apa-apa.

Hidup kita akan penuh sukacita jika TUHAN hadir dan menyertai. Tanpa penyertaan-Nya hidup ini menjadi hambar. Karena itu penting bagi kita untuk hidup dengan kerendahan hati di hadapan-Nya. Orang yang hidup dengan kerendahan hati adalah orang yang mengandalkan TUHAN. TUHAN berkenan hadir menyertai setiap orang yang setia dan mengandalkan-Nya.

KJ. 412 : 3

Doa : (Tuhan hadir dan sertailah kami dalam perjalanan hidup ini)

MINGGU XXV SESUDAH PENTAKOSTA
Rabu, 17 November 2021

Renungan Malam

KJ.402 : 1 – Berdoa

PERSEKUTUAN DENGAN TUHAN

Keluaran 33 : 7 – 14

Apabila Musa masuk ke dalam kemah itu, turunlah tiang awan dan berhenti di pintu kemah dan berbicaralah TUHAN dengan Musa di sana (ay. 9)

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri, manusia membutuhkan kehadiran sesamanya dalam hidup. Bersama manusia yang lain itulah tercipta relasi, komunikasi dan kerjasama lainnya. Bagi umat beragama, teori ini juga belum cukup, karena manusia juga perlu berelasi dengan Sang Penciptanya, sehingga ia mampu menjalani kehidupannya.

Sebelum melanjutkan perjalanan sesuai dengan perintah TUHAN, Musa dan orang-orang Israel untuk beberapa waktu masih tinggal di sekitar gunung Sinai. Musa mendirikan kemah yang berada jauh dari perkemahan orang-orang Israel. Kemah itu dinamakan Kemah Pertemuan. Menariknya bila Musa masuk ke dalam kemah tersebut, maka turunlah tiang awan dan berhenti di depan pintu kemah. Tiang awan adalah tanda hadirat TUHAN. Pada saat itu TUHAN berbicara dengan Musa. Apa yang dilakukan Musa ini disebabkan karena sebagai pemimpin, Musa dibebankan tugas dan tanggung jawab yang berat bahkan sulit, khususnya dalam hal memimpin Israel yang disebut TUHAN bangsa yang tegar tengkuk. Musa sangat membutuhkan dukungan serta bimbingan Tuhan, supaya dia dapat mengambil keputusan-keputusan yang adil dan bijaksana untuk masalah-masalah yang dihadapi orang-orang Israel. Sebagai pemimpin, Musa menyadari bahwa dirinya memerlukan pertolongan Tuhan.

Persekutuan dengan TUHAN secara pribadi itu sangat esensial bagi Musa dan setiap orang percaya. Di dalam persekutuan itu TUHAN berkenan hadir, menyertai, menolong dan memberkati umat-Nya. Sikap Iman yang ditunjukkan Musa ini seharusnya ada dan ditunjukkan secara konkrit dalam hidup orang yang percaya. Siapapun kita sesungguhnya dalam hidup ini, sangat memerlukan Tuhan. Karena itu bangunlah dan peliharalah persekutuan secara pribadi dengan TUHAN. Melalui persekutuan yang dibangun dengan hati yang tulus dan sungguh-sungguh itulah, Tuhan hadir memberkati kita.

KJ. 402 : 2,3

Doa : (Tuhan kami percaya bahwa Engkau ada. Mohon bimbinglah kami untuk setia membangun persekutuan dengan-Mu)

Scroll to Top