MINGGU II SESUDAH EPIFANI
Senin, 17 Januari 2022
Renungan Pagi
KJ. 51 : 1,2 – Berdoa
LAPAR DAN HAUS KEBENARAN FIRMAN ALLAH
Matius 5 : 6
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan (ay. 6)
Manusia tidak saja hidup dari roti, tetapi dari firman Tuhan, demikian ucapan Tuhan Yesus (Matius 4 :4). Ucapan itu senada dengan bacaan firman Tuhan pagi ini. Bahwa yang berbahagia adalah mereka yang lapar dan haus kebenaran firman Allah. Ucapan Tuhan Yesus itu dilatar belakangi oleh Mazmur 147 : 11 dan Mazmur10 : 17-18. Tuhan memberikan perhatian kepada mereka yang tidak mendapatkan keadilan. Pengajaran ini pada zaman itu bertentangan dengan pandangan Yudaisme yang menyatakan bahwa keselamatan diperoleh dengan melakukan kebaikan. Tuhan Yesus menekankan bahwa keselamatan diperoleh bukan karena kebaikan manusia, tetapi karena kasih setia Allah. ltulah sebabnya manusia harus hidup dalam pertobatan (Efesus 2:8-9). Hidup dalam pertobatan membuat kita haus dan lapar pada kebenaran. Kebenaran tidak diukur dari kebaikan yang dibuat oleh manusia, tetapi menurutAllah dalam firman-Nya. Allah menuntut kita harus hidup baik dan benar. Roh Kudus menuntun kita menempatkan diri dekat pada Allah dan firman-Nya, sehingga kita dapat menjalani kehidupan bersama dengan sesama, baik dalam keluarga, persekutuan umat, masyarakat dan di mana kita bekerja.
Firman Allah adalah pelita dan suluh untuk Iangkah hidup umat Tuhan (Mazmur 119 : 105). Firman itu adalah Tuhan Yesus. Hanya Tuhan Yesus yang mampu memenuhi lapar dan haus umat yang mencari kebenaran. Sebab Dia memberikan air dari mata air kehidupan yang tidak pernah kering (Yohanes 4:14 dan Wahyu 21:6). Selanjutnya Roh Kudus yang memenuhi kedahagaan rohani dalam diri kita. Kebutuhan rohani yang terpenuhi membuat kita terpanggil menjadi “alat” Tuhan menjadi berkat untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani bagi sesama yang lapar dan dahaga di masa pandemik ini.
KJ. 51 : 3,4
Doa : (Ya Allah, puaskanlah kiranya lapar dan dahagaku akan firman-Mu supaya langkah hidupku benar dihadapan-Mu)
MINGGU II SESUDAH EPIFANI
Senin, 17 Januari 2022
Renungan Malam
KJ. 3 : 1,2 – Berdoa
BELAJAR MURAH HATI TERHADAP SESAMA
Matius 5 : 7
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan (ay. 7)
“Kita tidak perlu menunggu untuk melihat yang dilakukan orang Iain” kata Mahatma Gandhi. Apa hubungannya dengan ucapan Tuhan Yesus? Bagi saya, menjadi seseorang yang murah hati tidak perlu menunggu diperintahkan tetapi harus segera dikerjakan. ltu adalah cara hidup. Kalimat tersebut mengingatkan pada perkataan Tuhan Yesus tentang “murah hati”. Murah hati berarti berbuat baik. Tuhan Yesus mengajarkan berbuat baik terhadap orang lain. “Orang yang murah hatinya akan memperoleh kemurahan”, Kemurahan itu adalah keselamatan dalam Yesus Kristus. Karena sumber dari kemurahan itu adalah Yesus Kristus (Lukas 6 : 36).
Dapatkah kita memiliki cara hidup yang murah hati?Apa yang dimaksud dengan murah hati? Murah hati tidak selalu berbicara tentang materi (uang), tetapi lebih dari itu. Misalnya memberi perhatian, memberikan kasih, mampu berterima kasih, berbagi dalam keahlian/skill, memberi pengampunan, mau menolong sesame atau makhluk hidup lain, mengucap syukur. Tidak mudah bagi kita menjadi pribadi yang mempunyai gaya hidup murah hati, apalagi memahami bahwa kita sudah menerima kemurahan hati Tuhan Yesus. Pemahaman yang benar tentang kemurah-hatian Allah membuat kita mampu menjadi orang yang murah hati.
Kemurahan kasih Allah menjadi dasar pelayanan kasih untuk sesama. Contohnya 2 Korintus 8-9 dan Lukas 10: 25-37. Kita belajar kepekaan, kepedulian dan kemurah-hatian. Di masa pandemik ini kita menyaksikan sendiri gereja dan warga jemaat saling membantu dalam kesusahan.
Pelayanan diakonia tidak untuk kalangan orang Kristen saja tetapi untuk semua masyarakat. Gereja dan pemerintah menjadi alat Tuhan untuk meringankan kesusahan sesame. lni terjadi karena Roh Kudus menggerakan dan menghidupkan semangat pelayanan untuk kemuliaan Tuhan dan mem beri kebahagiaan untuk semua orang.
GB. 283 : 1,2
Doa : (Ya Allah, puaskanlah kiranya lapar dan dahagaku akan firman-Mu supaya langkah hidupku benar dihadapan-Mu)
