MINGGU III PRAPASKAH
Senin, 15 Maret 2021

Renungan Pagi

KJ. 422 : 1 – Berdoa

SETIAP PERINTAH LAKSANAKAN DENGAN SAKSAMA

Ezra 7 : 21 – 26

… dilaksanakan dengan saksama…setiap orang yang tidak melakukan hukum Allahmu dan hukum raja harus dihukum dengan seksama… (ay. 21b dan 26a)

Dua kali kata saksama diucapkan oleh raja Arthasasta. Apa maknanya bagi Ezra dan kehidupan Bangsa Israel yang akan kembali ke Yerusalem untuk membangun kembali Bait Allah? Saksama (Ibrani דוֹסי), artinya teliti, cermat, tepat benar dan atau jitu. Ucapan ini diperuntukan bagi semua bendahara di daerah seberang sungai Efrat, bahwa segala yang diminta oleh Ezra ahli Taurat Allah semesta langit, haruslah dilaksanakan dengan saksama. (baca ayat 21) Sungguh luar biasa, TUHAN bisa memakai siapa saja untuk membangkitkan dukungan dan menggerakan hati siapa saja; tidak harus orang Kristen, untuk melaksanakan rancangan-Nya. Raja tidak saja menyediakan semua sarana dan prasarana yang diperlukan untuk membangun Bait Allah tetapi ia juga memperhatikan orang-orang yang melayani di Bait Allah, yaitu para imam, orang Lewi, penyanyi, penunggu pintu gerbang dan para hamba Rumah Allah agar tidak dikenakan atau dibebaskan pajak, upeti atau bea. Bila hal ini tidak dilakukan dengan saksama maka hukumannya tidak main-main, yaitu kematian atau hukuman penjara.

Hal ini menunjukkan keseriusan dari raja Arthasasta. Banyak dari kita sering tidak serius, tidak teliti bahkan tidak jujur dalam melaksanakan pembangunan bagi persekutuan gereja-Nya. Padahal setiap tindakan apapun itu, apalagi pembangunan tubuh Kristus pasti ada konsekwensinya. Apa yang kita tabur pasti itu juga yang akan kita tuai. Pelajaran berharga dari perikop ini adalah, tidak semua orang Kristen memiliki hati yang sungguh-sungguh peduli, terlibat dalam pelayanan dan pembangunan gereja-Nya, terkadang orang luar yang tidak seiman dengan kita justru jauh lebih peduli dan serius untuk membantu. Saya teringat salah satu GPIB di Surabaya suatu saat membutuhkan tanah untuk pembangunan gereja, yang tergerak hatinya untuk memberi justru seorang haji, ia bersedia menghibahkan tanahnya untuk perluasan gereja. Bagaimana dengan kita?

KJ. 422 : 3

Doa : (Bapa yang baik, kami bersyukur kasih-Mu memelihara hidup kami. Tuhan tolong mampukan kami untuk memaknai hari ini dengan cara berlaku taat dan setia terhadap perintah-Mu)

MINGGU III PRAPASKAH
Senin, 15 Maret 2021

Renungan Malam

KJ. 400 : 1 – Berdoa

MENJADI PRIBADI YANG DISENANGI

Ezra 7 : 27 – 28a

… membuat aku disenangi oleh raja dan penasihat-penasihatnya serta segala pembesar raja yang berkuasa! (ay. 28a)

Di suatu pembinaan tentang membangun team work, para peserta yang berjumlah 3O orang diminta untuk memilih dua orang yang paling disenangi untuk menjadi team worknya. Hasilnya, ada seorang yang dipilih hampir’oleh semua peserta, ada yang setengah, ada yang hanya 3-5 orang saja dan yang mengejutkan ada juga yang sama sekali tidak dipilih; karena tidak disenangi. Kita pasti senang jika menjadi orang yang paling disenangi; sebaliknya kita akan kecewa jika kita tidak dipilih oleh kelompok, padahal kita begitu percaya diri bahwa teman-teman pasti menyukai diri kita. Demikian pula Ezra. Ia sangat disenangi oleh raja dan para penasihat negara: “Terpujilah TUHAN, Allah nenek moyang kita, yang dengan demikian menggerakkan hati raja, sehingga ia menyemarakkan rumah TUHAN yang ada di Yerusalem dan membuat aku disenangi oleh raja dan penasihat-penasihatnya serta segala pembesar raja yang berkuasa” (ayat 27-283)

Mengapa Ezra disenangi? Karena ia beriman kepada Tuhan dan melakukan segala sesuatu sesuai kehendak Tuhan. Ezra menjadi yang terbaik, berkualitas dan dapat di percaya. la memiliki karakter yang baik, jujur, terpuji, taat akan Firman TUHAN. Ezra adalah orang yang kompeten, atau ahli dalam bidangnya; senantiasa menggali potensi diri, terus belajar, menghasilkan karya dan melakukan inovasi baru. la juga adalah orang yang bertanggung jawab tanpa memandang besar kecil tugas yang diberikan. Tugas adalah sebuah kepercayaan yang harus dikerjakan dengan semaksimal mungkin dalam Takut akan Tuhan. Ia mengelola keuangan, harta benda yang dibawa kembali ke Yerusalem. la menunjuk dan mengangkat para hakim untuk membantunya mengajarkan hukum taurat ke pada bangsa Israel. Semua tugas gilakukan dengan teliti, penuh tanggung jawab dan rasa takut akan Tuhan.

Menjadi orang terpilih dan disukai berarti yang terbaik. Sesuatu yang terbaik pasti berkualitas. Maukah Saudara menjadi orang yang disenangi oleh banyak orang? Kuncinya kita harus memiliki nilai lebih dari orang-orang duniawi, lakukan dengan tekun seperti Ezra!

KJ. 400 : 3

Doa : (Tuhan yang penuh kasih, tolong kami menjadi pribadi yang disukai oleh-Mu dan oleh manusia, bukan karena tampilan lahiriah tetapi karena karakter Kristus menyatu dalam diri kami seperti yang dimiliki Ezra)

Scroll to Top