MINGGU VI SESUDAH PENTAKOSTA
Rabu, 15 Juli 2020

Renungan Pagi

HUT KE-70 PELKAT GP GPIB

KJ. 247 : 1 – Berdoa

ALLAH SANGGUP

Daniel 3 : 1 – 30

Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; (ay. 17)

Dalam Alkitab, ada banyak cerita ajaib, luar biasa bahkan diluar akal manusia yang melaluinya Allah bekerja yang menjadi pengalaman iman orang percaya. Salah satunya adalah kisah Daniel dalam perikop bacaan pagi ini. Cerita Daniel ini bukan dongeng, bukan juga khayalan yang direkayasa, melainkan kejadian nyata, yang di dalamnya karya tangan Tuhan yang maha ajaib bekerja.

Tiga orang anak Tuhan dimasukkan ke dalam api bahkan ke dalam api yang panasnya dibuat tujuh kali Iebih panas dari biasa. Ternyata orang-orang itu tidak mati, jangankan mati, luka pun tidak. Tubuh orang-orang itu tidak mempan oleh api, rambut di kepala tidak hangus, jubah tidak berubah apa-apa bahkan bau kebakaran pun tidak ada pada mereka. Bagaimana hal itu dapat terjadi?

Sadrakh, Mesakh dan Abednego merupakan para saksi yang telah mengalami kuasa Allah yang bekerja atas mereka dengan luar biasa. Mereka mengalami kehadiran dan kuasa Allah untuk menolong mereka. Demikian juga dalam kehidupan kita. Cerita ajaib apa yang pernah kita alami? Kisah ajaib apa yang pernah kita bagikan kepada sesama sehingga nama Tuhan dipermuliakan? Jangan pernah takut terhadap apa yang akan engkau alami. Jangan pernah mundur apalagi berhenti untuk menyatakan kebesaran dan kuasa-Nya. Dia sanggup melakukan kebaikan bagi kita. Tidak ada peristiwa dan pengalaman di luar kehendak Tuhan. Karena itu bersyukurlah, kita punya Allah yang amat sangat baik dan sanggup melakukan kebaikan-Nya bagi kita. Bila Ia telah melakukan kebaikan itu untuk kita, lalu bagaimana perbuatan kita terhadap orang Iain? Lakukan yang terbaik bagi sesama karena Tuhan sudah melakukan yang sangat terbaik bagi kita.

KJ. 247 : 2,3

Doa : (Ya Tuhan, berikanlah kami kemampuan untuk menyatakan kebaikan-Mu dalam hidup kami. Amin)

MINGGU VI SESUDAH PENTAKOSTA
Rabu, 15 Juli 2020

Renungan Malam

HUT KE-70 PELKAT GP GPIB

KJ. 336 : 1 – Berdoa

BERHIKMAT DI TENGAH KEANEKARAGAMAN

I Korintus 8 : 1 – 13

Tetap jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah. (ay. 9)

Jemaat Korintus tumbuh dan berkembang di tengah pluralitas masyarakat Korintus, baik dalam bidang sosial, ekonomi, budaya maupun agama. Dalam bidang agama, selain diperhadapkan pada pola keberagamaan Yunani dan Romawi yang bernuansa politheisme (menyembah banyak dewa), mereka juga berjumpa dengan agama-agama yang berasal dari kawasan Timur, seperti Mesir. Salah satu bentuk peribadahan agama Yunani, adalah penyembahan terhadap Dewi Aphrodite (Venus) dan dewa-dewa lainnya.

Ada warga jemaat Korintus yang merasa memiliki pengetahuan lebih dari yang Iain. Alias sok tahu atau berlebihan dalam menilai pengetahuan yang dimilikinya. Sikap ini bisa merusak persekutuan. Apalagi saat masalah muncul ketika itu, hal daging dan makanan yang dipersembahkan dalam ritual berhala. Yang sudah Kristen lama, merasa diri kuat dan merasa bebas saja, karena mereka tahu bahwa berhala itu tidak ada. Namun bagi umat yang baru Kristen, tentunya hal ini menjadi masalah dan bertanya-tanya.

Paulus menasihatkan agar mereka bersikap penuh kasih dalam menanggapi dan bersikap tentang makanan atau daging yang dijual sebagai hasil kurban bagi berhala. Berhala itu tidak ada dan sia-sia. Karena Allah di atas segalanya. Mereka semua harus hati-hati dalam bersikap dan tetap berhikmat untuk tidak menjadi batu sandungan bagi umat yang masih lemah imannya, serta tidak mudah jatuh ke dalam pencobaan dan dosa.

Sebagai umat Tuhan, termasuk generasi muda, di tengah keanekragaman kita sekarang, sejauh mana, sikap toleransi kita, khususnya dalam hal makanan yang dipersembahkan dalam ritual keyakinan lain? Saat ini, diperlukan sikap umat percaya dalam membangun dan merawat keberagaman yang ada, dengan tetap menjaga identitas iman sebagai pengikut Kristus yang setia.

KJ. 336 : 2,3

Doa : (Tuhan, tuntun kami untuk memiliki sikap penuh hikmat dan penuh kasih terhadap perbedaan di antara sesama manusia. Amin)

Scroll to Top