HARI MINGGU II SESUDAH EPIFANI
Minggu, 16 Januari 2022

Renungan Pagi

KJ. 407 : 1,2 – Berdoa

TUHAN MENOLONG DAN MEMULIHKAN

Matius 5 : 1 – 4

Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya …. (ay. 2) 

Matius pasal 5-7 dikenal sebagai “Khotbah di bukit” yang disampaikan Tuhan Yesus saat la pertama kali tampil sebagai MesiasPada masa itu Tuhan Yesus mengumpulkan murid-murid untuk bekerja memberitakan lnjil dan mengajar tentang Hukum Tuhan.

Pengajaran Tuhan Yesus pada Matius 5 ini diawali dengan kata “berbahagialah”. “Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah, karena mereka yang empunya Kerajaan Sorga” (ayat 3). Kata “miskin” menjelaskan tentang orang-orang yang miski n secara rohani, bukan secara materi. Dalam kerendahan hati mereka menjumpai Tuhan Yesus. Orang banyak itu menyerahkan diri dan hidupnya kepada Allah. Seperti sikap seorang anak terhadap orang dewasa. Demikianlah kita sebagai orang yang beriman kepada Tuhan Yesus, harus hidup dalam kerendahan hati dihadapan Tuhan Yesus dan sesama. Pada ayat 4, “…orang yang berdukacita..”, maksudnya bukan menunjuk kepada orang yang menanggung kesusahan, tetapi karena dosa. Dosa membuat manusia menderita.

Orang-orang yang miskin dihadapan Allah dan berdukacita, Yesus nyatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang berbahagia. Hal ini karena dengan kedatangan Kerajaan Allah menyatakan bahwa Allah menolong, melepaskan dan memberi semangat bagi yang putus asa,menyembuhkan yang sakit, mengenyangkan yang lapar dan dahaga akan Firman Allah.

Pandemik dan dampaknya jangan membuat kita menjadi takut dan kuatir. Berimanlah kepada Tuhan Yesus, karena kita akan kuat. Seperti ditegaskan Paulus dalam Efesus 6 : 10 “akhirnya. hendaklah kamu kuat di dalam kekuatan kuasa-Nya”. Beriman kepada Tuhan Yesus mem buat hati kita gembira dan hati yang gembira membuat imun kita baik. Jangan takut. Mari bersandar dan serahkan hidup kita hanya kepada Yesus. Firman-Nya menyatakan bahwa la tidak akan meninggalkan umat-Nya (Ibrani 13 : 5b).

GB. 407 : 3,4 

Doa : (Allah yang baik, terima kasih untuk penyertaan dan kasih sayang-Mu yang menyelamatkan dan memulihkan keadaan kami yang berdosa)

HARI MINGGU II SESUDAH EPIFANI
Minggu, 16 Januari 2022

Renungan Malam

KJ. 50a : 1,2 – Berdoa

TUHAN YESUS MENGAJAR KITA MENJADI ORANG YANG LEMAH LEMBUT

Matius 5 : 5 

Berbahagialah orang yang lemah Iembut, karena mereka akan memiliki bumi (ay.5) 

Berbahagialah orang yang lemah Iembut. Seperti apakah orang yang lemah Iembut ? Lalu apa yang dimaksud dengan lemah Iembut dalam Matius 5? Lemah Iembut adalah salah satu prinsip kebenaran yang diajarkan Tuhan Yesus untuk orang yang percaya kepadaNya. Sumber kelemahlembutan adalah Tuhan Yesus (baca Matius 11: 28-29). Kelemahlembutan juga bagian dari buah Roh (Galatia 5 : 22 23). Artinya orang Kristen harus mempunyai pola hidup yang benar.

Arti lemah lembut dalam Matius 5 ini adalah orang yang tidak membalas kejahatan, perbuatan tidak adil, umpatan, kekerasan yang diterimanya. Kondisi yang tidak menyenangkan itu jangan membuat orang percaya menjadi emosi, dendam, putus asa dan membalas perilaku buruk itu. Sebaliknya, tetap bersikap rendah hati serta selalu mengharapkan pertolongan Tuhan dan menyerahkan perkaranya kepada Allah Bapa di sorga. Mereka yang lemah Iembut ini adalah mereka yang berbahagia. Tuhan Yesus mengutip Mazmur 37 : 11 “Orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri”. Arti mewarisi negeri adalah diberkati Tuhan.

Bagaimanakah kita bisa menjadi seseorang yang lemah Iembut dan diberkati Tuhan? Paulus menegaskan, bahwa seseorang yang lemah Iembut adalah mereka yang dalam kerendahan hatinya tunduk pada kehendak dan perkataan Allah (Titus 3 : 2). Misalnya ketika kita jengkel, marah, kecewa, karena kejahatan orang lain yang ditujukan kepada kita, maka jangan kemarahan itu menguasai diri dan hidup kita. lngat firman Tuhan yang melarang kita marah berkelanjutan (bacalah: Efesus 4:26 dan Mazmur 37:8). Karena hal itu akan membuat kita memiliki pribadi yang tidak dikehendaki Allah. Karena itu, serahkanlah hidupmu kepada Allah, supaya kita dlmampukan untuk belajar menjadi pribadi yang taat dan memiliki hati yang lemah Iembut, bukan pemarah dan pendendam.

GB. 49 : 1

Doa : (Tuhan Yesus tolong kami di malam ini merendahkan hati dihadapan-Mu untuk dapat taat dan memiliki kelemahlembutan)

Scroll to Top