MINGGU VI SESUDAH EPIFANI
Senin, 15 Februari 2021

Renungan Pagi

KJ. 369a : 1 – Berdoa

PENYANGKALAN VS PENGAKUAN

1 Yohanes 2 : 22 – 25

Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal. (ay. 25)

Pada masa demokrasi dewasa ini orang lebih bebas berpendapat dalam hal berbicara, menulis dan berperilaku. Tentu saja hal ini dapat menciptakan kondisi yang menyenangkan atau meresahkan, tergantung dari motivasi interaksi dalam komunitas seperti keluarga atau jemaat. Menghadapi umat binaannya, rasul Yohanes, tidak bercerita tentang pengaruh demokrasi dengan sifatnya yang bebas, juga tidak mengedepankan otokrasi dengan pengaruh sifatnya yang birokratif. Kepedulian Yohanes adalah memperkuat kepercayaan umat kepada Allah Anak dan Allah Bapa yang esa. Memberi pemahaman agar umat tidak keliru.
 
Yohanes mengemukakan dua realitas yang diharapkan sanggup memengaruhi masa depan umat. Pertama, orang yang menyangkal kebenaran Yesus adalah Kristus berarti menyangkal Bapa maupun Anak, menyangkal Anak, berarti tidak memiliki Bapa, mereka ini dinamakan antikristus. Kedua, bagi mereka yang mengaku Anak, juga memiliki Bapa, oleh Yohanes ditegaskan bahwa apa yang telah mereka dengar sejak semula, hal itu harus tetap tinggal di dalam mereka, maka mereka tetap tinggal di dalam Anak dan didalam Bapa. Artinya Yohanes tidak saja memberikan semacam label, tetapi status normatif kepada umatnya, tergantung pilihan umat antara yakni bagi umat yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus, dan menyangkal Allah Bapa dan Allah Anak, status mereka adalah antikristus. Bagi mereka tidak tersedia hidup kekal. Sedangkan bagi umat sejati yang mengaku Allah Anak dan memiliki Allah Bapa, merniliki hidup kekal.
 
Dewasa ini, makin nampak perpindahan dari satu agama ke agama lain secara personal dengan berbagai alasan. Bagi kita persoalannya bukan soal perpindahan agama, tetapi tidak konsekwen dengan imannya. Maka Gereja perlu membina hidup.

KJ. 369a : 3

Doa : (Tuhan, sadarilah kami untuk tidak saja mengaku percaya, tetapi juga mewujudkannya dalam hidup kami)

MINGGU VI SESUDAH EPIFANI
Senin, 15 Februari 2021

Renungan Malam

KJ. 320 : 1 – Berdoa

PENGURAPAN VS PENYESATAN

1 Yohanes 2 : 26 – 27

Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan, yang telah kamu terima dari pada-Nya (ay. 27a)

Setiap orang memiliki identitas diri. Ada yang lemah lembut atau bertemperamen, ada penyayang, yang Iain pembenci. Rajin bangat, lainnya malas. Pada umumnya karakterlah yang memengaruhi kepribadian masing-masing orang. Seseorang yang dikenal baik mampu pengaruhi orang lain ikut bergembira, sedangkan pembuatonar melakukan kegaduhan. Namun semua ingin damai bukan?.
 
Rasul Yohanes mengamati ancaman perpecahan sedang melanda persekutuan umat binaannya. la menyampaikan surat bersifat pastoral. Kepada umat diingatkan ada orang-orang sesama umat sendiri berusaha menyesatkan mereka berbalik dari ajaran setia pada Tuhannya. Memang Yohanes tidak melihat ada kekerasan yang dilakukan terhadap umat yang sejati, namun ia sadar bahwa jikalau pengaruh penyesatan ini tidak segera ditangani, kekacauan akan semakin melebar, merusak tatanan internal dan sendi-sendi hidup keumatan dan lingkungannya.
 
Yohanes memilih membina pemahaman dasar seperti makna pengurapan oleh Yang Kudus yaitu Roh Kudus daripada memicu perlawanan phisik. Dengan mendorong umat tetap setia menerapkan nilai-nilai ketuhanan dalam diri mereka, diharapkan tampil menjadi umat teladan. Mereka dapat belajar memaknai pengurapan oleh Roh Kudus dalam baptisan dan penumpangan tangan bagi tugas jabatan, peneguhan sidi, pelayan khusus anak/ teruna maupun bagi segenap umat sebagai imamat am orang percaya. Mereka semua mengalami pengurapan Roh Kudus dalam dirinya terhadap berbagai hambatan penyesatan dan mengalami penguatan hidup sesungguhnya oleh iman yang mengalahkan penyesatan. Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak prihatin terhadap pengikut Kristus termasuk pendeta yang meninggalkan hidup kekal karena menyangkal Kristus, Juruselamat dunia.

KJ. 320 : 2

Doa : (Tolong kami Tuhan menghayati setiap pengurapan Roh Kudus sehingga sanggup hidup berdasarkan Firman dan Roh)

Scroll to Top