MINGGU ADVEN III
Selasa, 15 Desember 2020
Renungan Pagi
KJ. 39 : 1, 2 – Berdoa
SUKACITA YANG UTUH
Filemon 1 : 17 – 20
Ya saudaraku, semoga engkau berguna bagiku di dalam Tuhan (ay. 20)
Paulus memuji Filemon untuk segala sesuatu yang dilakukan-nya sebagai buah percaya dan hidup barunya. Sukacita di dalam Kristus sungguh mengubah hidup Filemon.
Permohonan Paulus kepada Filemon untuk menerima kembali Onesimus, budaknya yang melarikan diri dan pernah mencuri uangnya, ternyata bukan hanya didasarkan pada perubahan hidup yang terjadi pada Filemon (pembacaan Alkitab ayat 8-16 dan renungannya tadi malam). Paulus pun menunjukkan, bahwa dirinya sebagai rasul, guru dan pribadi yang percaya kepada Kristus juga menunjukan keseriusan dan pertanggungjawaban atas permohonannya itu kepada Filemon. Caranya dengan kesediaan dirinya untuk menjadi jaminan dan penanggung jawab atas apa yang dilakukan Onesimus pada masa lalu (ayat 18-19). Paulus tidak mau Filemon mengabulkan permohonannya karena ada pamrih atau hutang budi kepadanya. Paulus menunjukkan kepada Filemon, bahwa karena ada sukacita dalam Kristus, dia bersedia untuk menjadi jaminan dan penanggung jawab bagi Onesimus. Dengan demikian Paulus menunjukkan kepada Filemon, bahwa dalam Kristus ada sukacita yang membebaskan itu adalah sukacita yang utuh dan tanpa syarat, sebagaimana Paulus menjadi jaminan bagi Onesimus (ayat 20). Paulus juga memohon, agar Onesimus diterima oleh Filemon sebagaimana layaknya dia menerima Paulus sebagai saudara dalam Kristus dan teman sekerja di ladang Tuhan.
Di hari baru yang TUHAN karuniakan ini, mari kita isi dengan membawa sukacita yang utuh bagi sesama, yaitu setiap orang yang dijumpai. Yakinlah sebagaimana Paulus, kita akan dimampukan untuk melakukan segala yang terbaik untuk menyatakan kasih yang utuh bagi sesama.
KJ. 39 : 3, 4, 5Â Â
Doa : (Ya Tuhan Yesus, ada sukacita manakala kami menyambut kehadiran-Mu sebagai sukacita sejati)
MINGGU ADVEN III
Selasa, 15 Desember 2020
Renungan Malam
KJ. 369a : 1, 2 – Berdoa
SUKACITA DAN KETAATAN
Filemon 1 : 21 – 22
Dengan percaya kEpada ketaatanmu (ay. 21)
Paulus mengajukan satu permohonan mulia kepada Filemon terkait Onesimus, budak yang melarikan diri. la memohon, Onesimus diterima kembali bukan sebagai budak, tetapi sebagai saudara yang kekasih, bahkan teman sekerja. Untuk itu Paulus bersedia menanggung segala (jika ada) hutang Onesimus kepada Filemon. Kesemuanya diungkapkan oleh Paulus, karena keyakinannya akan diri dan hidup Filemon. Filemon telah dibarui dengan sukacita sejati, yaitu kehadiran Kristus dalam hidupnya.
Dengan sukacita yang dialaminya, Filemon menjalani pola hidup baru. Di dalam dirinya tumbuh kasih. Kasih yang dinyatakannya dengan tulus, dalam iman yang teguh serta kesungguhan ketaatan sebagai pribadi yang bersyukur atas sukacita besar itu. Hal itulah yang diungkap oleh Paulus dalam suratnya kepada Filemon. Sukacita yang dialami oleh Filemon, yaitu kehadiran Tuhan Yesus yang adalah Juruselamat telah mengubahkan seorang Filemon. Filemon dengan sukacitanya semakin taat dalam hidup beriman, beribadah dan bersaksi (ayat 21). Tidak tampak keraguan bagi Paulus untuk menyampaikan permohonan lainnya kepada Filemom Paulus percaya, bahwa hidup Filemon sungguh-sungguh telah berubah di dalam Kristus (ayat 22).
Dalam dua hari ini kita belajar dari relasi yang terjadi antara Paulus, seorang rasul Kristus dengan Filemon, pribadi yang mengikut Kristus dan diubahkan, serta Onesimus yang memiliki masa lalu kelam yang juga mengalami pembaruan hidup. Jelas dengan relasi yang dipulihkan ini, ada sukacita yang diterima dan dialami, yaitu kehadiran Kristus dalam hidup mereka.
Mari syukuri dalam doa, kehadiran Kristus dalam hidup kita yang memulihkan kehidupan pribadi. Kiranya dengan pertolongan Roh-Nya yang kudus, kita semua tetap berada dalam sukacita sejati dan dimampukan untuk membagikannya kepada sesama.
KJ. 369a : 3
Doa : (Ya Tuhan Yesus, terimakasih atas sukacita besar yang kami alami dalam kesetiaan hanya kepada-Mu)
