HARI MINGGU XII SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 15 Agustus 2021

Renungan Pagi

GB. 19 : 1 – Berdoa

KRISTUS MENJADI JALAN PENDAMAIAN

Roma 3 : 21 – 26

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus (ay. 23-24)

Alkitab mengatakan ada dua macam kebenaran. Pertama, kebenaran karena Hukum Taurat. Kedua, kebenaran karena iman kepada Yesus Kristus. Kebenaran karena hukum Taurat adalah “orang yang melakukannya, akan hidup karena melakukannya” (Roma 10:5). Artinya, jikalau seseorang hidup di bawah hukum Taurat, maka yang menjadi dasar dia disebut sebagai orang yang benar adalah ketika dalam setiap perbuatannya, dia taat melakukan segenap isinya. Pertanyaannya adalah apakah ada manusia yang mampu melakukannya? Persoalanpun timbul karena tidak ada satu manusiapun yang sanggup melakukan hukum Taurat itu dan akan tetap berdosa, sehingga tidak ada pendamaian baginya. Akibatnya, manusiapun jauh dari kasih karunia Allah, sebab Firman Tuhan mengatakan, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah” (ayat 23), maka manusia membutuhkan kasih karunia-Nya untuk memperoleh kebenaran sejati.

Kebenaran sejati itu hanya dapat diperoleh karena iman kepada Yesus.“Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya” (Rm 10:4). Dengan kata lain, dasar seseorang disebut sebagai orang yang benar adalah iman kepada Yesus. Kita yang telah percaya kepada-Nya, memperoleh kebenaran, bahkan dibenarkan dengan cuma-cuma (ay.24). “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Ef.2:8-9).

Jadi, hidup kita bukan dibenarkan karena usaha pribadi atau perbuatan sendiri tetapi karena iman kepada Yesus. Hal itu menjadi jalan pendamaian bagi kita, sekaligus menyatakan keadilan Allah (ay.25). Karena itu, hendaknya kita hidup dalam iman kepada Yesus dan menjadi orang-orang yang melakukan kebenaran-Nya.

GB. 19 : 2,3

Doa : (Ya Tuhan, tolong mampukanlah kami untuk memiliki kebenaran oleh karena iman kepada-Mu, sehingga dapat hidup seturut kehendak-Mu)

HARI MINGGU XII SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 15 Agustus 2021

Renungan Malam

GB. 17 : 1,2 – Berdoa

BERMEGAH KARENA IMAN

Roma 3 : 27 – 31

Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya. (ay. 31)

Secara tersurat, Firman Tuhan dalam bacaan malam ini mengatakan kepada kita agar tidak ada seorangpun di dalam dunia ini yang memegahkan diri di hadapan Allah. Lagipula, apa sejatinya untuk memegahkan diri di hadapan Allah? Apa dasar-nya? Apapula kuasanya, sehingga berani memegahkan diri dan menjadi sombong di hadapan Allah? Apalagi pada masa pandemi Covid-19 sekarang ini, tidak ada kemampuan apapun yang dimi-liki manusia sehingga dapat memegahkan diri, lalu beranggapan bahwa pandemi Covid-19 ini dapat ditaklukan dengan kekuatan-nya sendiri.

Tidak ada kekuatan atau kemampuan sehebat kekuatan kuasa Allah untuk melewati semua masalah dalam hidup ini. Oleh karena itu, rasul Paulus berkata, tidak ada dasarnya bagi manusia untuk memegahkan dirinya. Manusia bukan tidak boleh bermegah, tetapi bermegahlah oleh iman dalam Yesus Kristus (ay.27). Kembali ditegaskan, orang yang memegahkan diri pada hakekatnya adalah orang yang kembali kepada kebodohannya dan hidupnya pasti akan direndahkan (Mat.23:12). Sejatinya, menjalani hidup dengan cara memegahkan atau meninggikan diri pasti akan melakukan kebodohan, kebebalan, kesombongan, dan semuanya itu adalah kesia-siaan belaka karena bersumber dan milik dunia. Mereka adalah manusia lama yang masih member lakukan hukum Taurat dalam hidupnya.

Sebaliknya, setiap orang yang beriman kepada Kristus, dibenarkan karena iman kepada-Nya, bukan karena melakukan hukum Taurat (ay.28). Kristus telah menggenapi hukum Taurat melalui hukum Kasih. Setiap orang yang beriman kepada Kristus, sesungguhnya meneguhkan hukum Taurat dalam hidupnya, yaitu memiliki kerendahan hati untuk taat melakukan hukum Kasih guna menyenangkan hati Allah. Karena setiap orang yang sungguh-sungguh mengasihi Allah, tidak akan menyakiti hatinya dengan cara melakukan perbuatan yang tidak berlandaskan kasih. Selamat percaya kepada Kristus.

GB. 17 : 3

Doa : (Tuhan Yesus, tolong mampukanlah kami mendasari setiap perbuatan dalam langkah hidup ini dengan kasih-Mu)

Scroll to Top