MINGGU VII SESUDAH PENTAKOSTA
Rabu, 14 Juli 2021

Renungan Pagi

KJ. 353 : 1 – Berdoa

MENJADI PENDENGAR YANG BENAR

Matius 13 : 10 – 15

… Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti (ay. 13)

Seringkali orang menganggap negatif dan mencurigai suatu gagasan atau ajaran yang baru, padahal latar belakang ajaran atau gagasan itu memiliki sejarah yang sama. Karenanya diperlukan cara tersendiri untuk menyampaikan gagasan atau ajaran tersebut. Mendapatkan cara yang tepat untuk menyam paikan gagasan atau ajaran yang baru, juga memiliki persoalannya sendiri.

Berita tentang Kerajaan Sorga yang disampaikan oleh Yesus kepada khalayak ramai dengan memakai perumpamaan dan cara itu dipertanyakan oleh para murid-Nya. Yesus menyadari bahwa kemampuan para murid dan khalayak ramai dalam menyerap pengajaran-Nya belum sampai pada pemahaman bahwa pemerintahan Allah mu-lai mewujud di dalam dan melalui diri-Nya. Rupanya memahami Kerajaan Sorga yang diwujudkan oleh dan di dalam Yesus Kristus merupakan anugerah atau kasih karunia Allah (ay.11). Jawaban Yesus ini memperlihatkan betapa menerima dan menghayati pengajaran-Nya sangat diperlukan. Bisa jadi keterus-terangan pengajaran Yesus ten-tang Kerajaan Sorga justru akan menjadi penghambat bagi khalayak ramai untuk mendapatkan lebih banyak pengajaran dari Yesus, se-bab para pemuka agama Yahudi dapat marah terhadap Yesus dan para pengikut-Nya.

Sekarang ini banyak orang yang hanya ingin mendengar apa yang ingin dia dengar sesuai dengan kepentingannya, termasuk dalam mendengarkan pemberitaan firman Tuhan (2 Tim.4:3-4). Apabila firman Tuhan yang diberitakan tidak sama dengan keinginan hati dan kepentingan orang tersebut, maka hal itu akan diabaikannya; juga jika firman Tuhan yang diberitakan dirasakan sebagai sesuatu yang mengoreksi dan mengena pada dirinya, maka si pendengar itu akan melihat si pemberita sebagai orang yang tidak tepat dalam memberi-takannya. Dengan demikian adalah langkah yang tepat untuk mau menyediakan akal dan hati yang terbuka dalam mendengarkan dan menerima sesuatu yang baik dan benar, terlebih firman Tuhan.

KJ. 353 : 3

Doa : (Ya Tuhan, berikan kemampuan pada kami membuka telinga dan hati untuk mematuhi firman-Mu)

MINGGU VII SESUDAH PENTAKOSTA
Rabu, 14 Juli 2021

Renungan Malam

GB. 118 : 1,2 – Berdoa

JANGAN LEMAH MELAYANI TUHAN

Matius 13 : 16 – 23

… Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya (ay. 17)

Ada anggapan warga gereja bahwa keberhasilan persekutuan, pelayanan dan kesaksian lebih ditentukan oleh adanya sarana dan prasarana (keuangan dan fasilitas). Nampaknya ini perlu dikoreksi. Keteguhan dan ketangguhan para pelayan Tuhan dalam menghadapi berbagai tantangan dan rintangan sesungguhnya adalah aset utama gereja. Itulah sebabnya, hargailah mereka.

Tuhan Yesus mengatakan kepada para murid-Nya bahwa zaman Mesias telah begitu lama dinantikan oleh para nabi pada masa Perjanjian Lama. Itu sebabnya betapa bahagianya para murid kalau saat ini mereka telah memasuki zaman Mesias tersebut. Berkat-berkat di zaman Mesias itu antara lain penyembuhan berbagai penyakit, pengampunan dosa, pembenaran dan kedatang-an Roh Kudus. Dari cerita perumpamaan ini dapat disimpulkan bahwa upaya mewujudkan Kerajaan Sorga oleh Tuhan Yesus di bumi tetap berhasil, walaupun banyak rintangan dan hambatan dan kita dapat melupakan kegagalan-kegagalan yang pernah kita hadapi dan alami. Kerajaan Sorga tidak akan pernah gagal dan pasti dapat menuai dengan berkelimpahan. Yesus mengajak para pengikut-Nya agar tidak berputus asa bila menghadapi tantangan dalam mengikuti-Nya.

Pelaksanaan persekutuan, pelayanan dan kesaksian gereja seperti yang dilakukan dan dialami GPIB dari zaman ke zaman, selalu mendapat tantangan, rintangan dan hambatan. Meski diliputi banyak kekurangan dan keterbatasan para pelayan Tuhan yang setia tetap bersemangat, pantang mundur dan tidak berputus asa. Semua itu adalah jejak-jejak kekayaan yang patut kita syukuri, ka-rena didasarkan pada pesan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya, dan Roh Kudus yang berkarya dalam diri para pelayan Tuhan yang setia itu. Inilah yang terlihat jelas tentang bagaimana kita hidup di zaman Mesianik atau pemerintahan Allah tersebut.

GB. 115 : 1,2

Doa : (Ya Tuhan Yesus, tolonglah kami untuk selalu memusatkan perhatian dan pendengaran kami pada suara Tuhan saja)

Scroll to Top