MINGGU I SESUDAH EPIFANI
Sabtu, 15 Januari 2022

Renungan Pagi

GB. 48 : 2,3 – Berdoa

JANGAN MUDAH TERGIUR TAWARAN DUNIA

Bilangan 24 : 10 – 25

Sekalipun Balak memberikan kepadaku emas dan perak seistana penuh, ….. (ay. 13) 

Terkadang dalam perjalanan hidup, kita diperhadapkan dengan pilihan. Kita memilih kemapanan secara ekonomi tetapi mengorbankan iman; atau memilih kemapanan iman tetapi kesulitan datang yang silih berganti.

Balak murka terhadap Bileam. la sangat marah karena Bileam tidak mengutuk Israel, tetapi justru memberkati mereka sampai tiga kali. Oleh karena itu, Balak menyuruh Bileam kembali ke tempat asalnya tanpa upah sedikit pun. Bileam tegas, ia tidak mau bertindak atas kemauannya sendiri, melainkan lebih memilih tunduk pada kedaulatan Allah.

Sebelum Bileam kembali ke daerahnya, ia memanggi! Balak dan mengucapkan kata-kata nubuat tentang apa yang akan dilakukan bangsa Israel kepada bangsa Moab di kemudian hari; termasuk orang Amalek, orang Keni dan orang Asyur, yaitu bahwa bangsa Israel akan mengalahkan mereka semua.

Hidup di dunia sangat banyak tawaran yang menggiurkan. Jika kita tidak kuat maka kita akan tergoda dan jatuh. Apalagi saat ini kita diperhadapkan dengan berbagai kesukaran. Kita merasa bahwa Tuhan seolah mengabaikan penderitaan kita. Ketika perjuangan kita tampak tidak membuahkan hasil, maka kita akan tergiur pada godaan seperti yang dialami Bileam.

Mari kita melihat sikap dan tindakan Bileam; ia memilih tetap setia kepada Tuhan. Mungkin kita beranggapan bahwa dengan setia maka kita akan kehilangan kenikmatan dunia. Kita harus menyadari bahwa berkat Tuhan itu melebihi kenikmatan dunia; kita pasti tidak akan rugi jika tetap di dalam kesetiaan.

Ingatlah bahwa Tuhan sejak dulu, kini dan sampai selamanya selalu bekerja mewujudkan janji setia-Nya bagi kita. Janganlah kita terbelenggu oleh kenyataan yang teljadi saat ini, sebab masa depan yang tidak dapat kita selami dan Iihat, Tuhan sudah ada untuk mewujudkan yang terbaik bagi umat-Nya.

GB. 107 : 1,2 

Doa : (Ya Tuhan, tolonglah kami agar mampu bersikap patuh da setia kepada-Mu)

MINGGU I SESUDAH EPIFANI
Sabtu, 15 Januari 2022

Renungan Malam

GB. 5 : 3,4 – Berdoa

JANGAN MENDUA HATI

Bilangan 25 : 1 – 18

Ketika Israel berpasangan dengan Baal-Peor, bangkitlah murka Tuhan terhadap Israel; (ay. 3) 

Dalam kehidupan antara suami dan istri, pastilah kita pernah merasakan kecemburuan. Tatkala pasangan kita lebih sayang, senang memuji atau bahkan rela berkorban untuk orang lain, maka hati ini akan terbakar api cemburu. Bahaya api cemburu yang dipendam lambat laun akan menjadi ‘bom waktu’ yang sewaktu-waktu bisa meledak dan menghancurkan.

Sesungguhnya Tuhan kita adalah Allah yang pencemburu. la menjadi sangat murka ketika melihat bangsa Israel telah berzinah dengan perempuan-perempuan Moab. Tidak hanya itu, mereka juga turut serta dalam memberi persembahan dan menyembah illah orang-orang itu. Maka akibatnya Tuhan menghukum bangsa Israel sehingga mereka mati sampai dua puluh empat ribu orang banyaknya. Tuhan membenci orang yang mendua hati, yaitu bagi mereka yang mengasihi Tuhan namun masih juga mengasihi dunia. Tuhan mau agar kita memusatkan seluruh perhatian dan hidup itu hanya tertuju kepada Dia saja. Tuhan mau agar kita mengasihi, dan meninggikan, serta menyembah Dia saja; janganlah sampai ada illah lain dalam hidup ini.

Jangan pernah berkata, “Aku mengasihi Tuhan” tetapi sejujumya masih saja mencari pertolongan kepada illah Iain di saat berada dalam kesesakan. Jangan menduakan Tuhan; atau tidak menjadikan Tuhan sebagai yang utama dalam hidup kita. Saat ini begitu banyak illah Iain ada dalam hidup kita; seperti gadget, televisi, atau bahkan lebih cinta pekerjaan dan hobby, yang ternyata lebih menyerap waktu dan perhatian kita sehingga kita mulai abai dan lengah terhadap Tuhan. Miliki keteguhan dan keyakinan bahwa keselamatan adalah segalanya. Jika kita kehilangan harta, itu tidaklah ada artinya bila kita kehilangan iman kepada Tuhan. Jangan biarkan berkat besar melalui perlindungan dari musuh akan berganti dengan kegagalan besar karena kita menduakan Tuhan.

GB. 341 : 1 

Doa : (Tuhan, tolonglah kami untuk bersikap penuh hanya mengasihi-Mu)

Scroll to Top