MINGGU VI SESUDAH EPIFANI
Selasa, 15 Februari 2022

Renungan Pagi

GB. 4 : 1,2 – Berdoa

IBADAH RITUAL DAN AKTUAL

Yakobus 1 : 26 – 27 

Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka… (ay.27)

Ibadah seringkali kita pahami dengan 3D: duduk, dengar, doa. Selebihnya nyanyi dan beri persembahan. Setelah itu pulang dan selesai. Padahal itu hanya salah satu dimensi ibadah. Dimensi lainnya adalah melakukan yang kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Itu adalah ibadah aktual. Mengaktualisasikan firman yang kita dengar Iewat khotbah dengan melakukannya dalam tindakan nyata. lbadah kita menjadi sempurna dengan melakukan keduanya. Iman memang tidak kasat mata. Namun kekristenan kita hanya dapat dilihat Iewat haI-hal yang kita perbuat. Sejatinya iman tanpa perbuatan adalah sia-sia. Kasih hanya dapat dirasakan Iewat tindakan nyata bukan dengan kata-kata.

Umat Tuhan di perantauan dimotivasi oleh Yakobus untuk mengembangkan ibadah aktual. Mengekang lidah, mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka adalah beberapa contoh ibadah aktual. Penting hal itu bagi umat di perantauan. Dengannya mereka diminta untuk tidak hidup secara hanya untuk diri/kelompok sendiri saja. Perhatian kepada masyarakat lainnya yang berada dalam kesusahan berdampak pada dua hal sekaligus. Pertama relasi sosial terbina dengan baik. Kedua kesaksian hidup sebagai pengikut Kristus dinampakkan dengan jelas. Energi mereka tidak hanya digunakan untuk sekadar berbicara tetapi disalurkan untuk melakukan tindakan nyata. Karena itu mereka dinasihati untuk mengekang Iidah.

Sebagai Gereja yang diutus Tuhan ke dalam dunia seharusnyalah kita lebih suka melakukan tindakan nyata. Jangan ‘NATO’ (No action talk only) atau ‘NONA’ (Name Only No Action). Saat ini, tidak sedikit masyarakat di sekitar kita yang masih kesusahan, lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita tetap saja sibuk dengan ibadah ritual dan mengesampingkan tindakan nyata bagi mereka sebagai ibadah aktual kita? Semestinya ibadah kita utuh, yaitu kasih kepada Tuhan dan kasih kita kepada sesama.

GB. 4 : 3

Doa : (Ya Tuhan ajar kami untuk mengasihi Engkau lewat tindakan kasih kami kepada sesama)

MINGGU VI SESUDAH EPIFANI
Selasa, 15 Februari 2022

Renungan Malam

GB. 47 : 1 – Berdoa

AMALKAN IMAN DENGAN KETULUSAN

Yakobus 2 : 1 – 4 

…janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka. (ay.1)

Don’t judge the book by it’s cover adalah ungkapan bahasa lnggris yang dapat diartikan ‘janganlah menilai buku dari sampulnya.’ Sampulnya mungkin saat menarik tetapi belum tentu isinya. Tapi begitulah yang sering terjadi. Orang cenderung menilai sesuatu dari bungkusnya. Lihat saja cemilan anak-anak. Kemasannya menarik dengan gambar yang bagus dan warna yang mencolok, eye catching katanya. Dengan melihat kemasannya saja orang sudah langsung tertarik untuk membeli.

Hal seperti itulah yang dinasihati Yakobus bagi umat yang berada di perantauan. Mereka harus dapat menempatkan diri dengan siapa saja di tengah masyarakat yang beragam. Membuat perbedaan antara yang satu dengan yang lain akan membuat mereka sulit diterima. Kesaksian sebagai orang percaya juga terkendala. Yakobus mengingatkan agar iman mereka harus dinampakkan dengan tidak memandang muka (ay.1). Jangan memperlakukan seseorang berdasarkan status sosialnya. Jika dia orang berada diperlakukan dengan baik tetapi jika dia orang yang tidak berada diperlakukan sebaliknya. lni bukan hanya tidak baik secara sosiologis tetapi terutama tidak baik secara teologis. Karena Tuhan Allah tidak membeda-bedakan orang. Semua sama dimataNya. Yesus mengorbankan diri-Nya bagi semua orang. Kasih-Nya berlaku bagi seisi dunia (Yoh. 3:16).

Pengikut Kristus sejati harus melihat orang lain sebagai sasaran cinta kasih Allah melalui diri kita. Begitulah iman harus diamalkan dengan ketulusan. Sebagaimana kasih Kristus yang tulus bagi kita. la berkorban dan menyelamatkan kita semata-mata karena ketulusan cinta kasih-Nya bagi kita. Perlakukanlah sesama ‘apa adanya’ bukan karena ‘ada apanya.’

GB. 47 : 2

Doa : (Ya Tuhan, tolong kami untuk dapat mengamalkan iman dengan ketulusan)

Scroll to Top