MINGGU ADVEN III
Rabu, 15 Desember 2021

Renungan Pagi

GB. 243 : 1,2 – Berdoa

KASIH SETIA

Mazmur 89 : 1 – 5

Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun (ay. 2)

Mengapa kakek sangat mencintai nenek, padahal nenek sudah tidak mengenal kakek?” tanya seorang cucu kepada kakeknya. “Nenek memang tidak mengenal kakek lagi, tetapi kakek masih mengenal nenek. Nenek itu isteri kakek sampai kematian memisahkan kami. ” demikian jawaban sang kakek.

Etan berkomitmen untuk konsisten menyanyikan kasih setia dan kesetiaan Tuhan. Etan dikenal sebagai orang berhikmat di masa raja Salomo (I Raj. 4:31). Dia menjadikan Mazmur 89 sebagai nyanyian pengajaran untuk menyaksikan kasih setia dan kesetiaan Tuhan. Memang kasih setia dan kesetiaan Tuhan merupakan inti dari syair nyanyian pengajaran yang disampaikannya. Kasih setia (khesed) Tuhan diartikan sebagai kemurahan Allah yang berhubungan dengan pengampunan-Nya atas manusia berdosa. Sedangkan kesetiaan (emunah) Tuhan diartikan sebagai sifat dan perbuatan Tuhan yang selalu setia kepada janji-Nya. Kesetiaan Tuhan didasarkan atas kasih, karena itu Dia tidak akan pernah ingkarjanji. Etan menegaskan bahwa kasih setia dan kesetiaan Tuhan itu kekal (“untuk selama-Iamanya”, “tegak sepen‘i langit’). Etan sudah menyaksikan buktinya melalui penggenapan janji Allah kepada Daud dan keturunannya. Kejayaan Israel di masa raja Salomo, membuktikan bahwa Allah setia pada perjanjian-Nya, jika anak-anak Daud tetap hidup setia kepada-Nya (2 Sam. 7:12-16; 1 Raj. 223-4).

Penggenapan janji keselamatan Allah melalui keturunan Daud telah terjadi dengan kelahiran Yesus Kristus (Luk. 1:32-33,69; Kis. 13:23). Kita bersyukur telah menerima bukti kasih setia dan kesetiaan Tuhan itu. Karena itu, jangan pernah meragukan kasih setia dan kesetiaan Tuhan bagi kita. Dahulu, sekarang, besok, selama-lamanya Tuhan selalu ada bagi kita. Mari kita terus memberitakan tentang kasih setia dan kesetiaan Tuhan melalui kasih dan kesetiaan kita kepada-Nya, juga kasih dan kesetiaan kepada sesama.

GB 243 : 3
Doa : (Ya Tuhan mampukan kami menjadi saksi-Mu dengan terus memberitakan kasih setia dan kesetiaan-Mu kepada banyak orang)

MINGGU ADVEN III
Rabu, 15 Desember 2021

Renungan Malam

GB. 244 : – Berdoa

KEKUATAN DAN KESETIAAN TUHAN

Mazmur 89 : 6 – 10

Ya TUHAN, Allah semesta alam, siapakah seperti Engkau? Engkau kuat, ya TUHAN, dan kesetiaan-Mu ada di sekeliling-Mu (ay. 9)

“Kasih sayang tanpa kekuatan adalah kelemahan. Kekuatan tanpa kasih sayang adalah keza/iman, ”demikian doktrin seni bela diri Shorinji Kem po. Pesan dari doktrin ini adalah kekuatan mesti dibarengi dengan kasih sayang.

Kekuatan dan kesetiaan Tuhan sangat mendominasi di ayat 610. Pertanyaan retoris di ayat 7 dan 9 menegaskan bahwa tidak ada yang sama seperti Tuhan. Tuhan mengatasi semua allah, kuasa dan kekuatan. Tidak ada yang sebanding dengan Tuhan di sorga maupun di bumi. Tidak ada yang dapat melawan Dia. Semua tunduk atau takluk kepada-Nya karena Dia dahsyat, dihormati dan ditakuti. Kekuatan Tuhan tergambar dengan kedaulatan-Nya yang me’ nguasai dan menaklukan kekuatan laut atau alam ciptaan-Nya. Tetapi kekuatan Tuhan itu bukanlah kekuatan yang sewenangwenang dan merusak, melainkan didasarkan pada keadilan, hukum dan kesetiaan-Nya (ay. 15). Berarti untuk mendatangkan kebaikan bagi umat-Nya dan ciptaan-Nya, kekuatan dan kesetiaan Tuhan selalu berjalan beriringan. Karena itulah bukan hanya Etan dan umat atau anak-anak Allah yang menyanyikan kekuatan dan kesetiaan Tuhan, alam semesta pun bersyukur karenanya (ay. 6).

Pekerjaan, jabatan, pelayanan dan setiap tanggung jawab kita adalah kekuatan yang diberikan oleh Tuhan bagi kita. Karenanya Tuhan menghendaki agar: pertama, kekuatan kita didasarkan pada kesetiaan kita kepada Tuhan. Kedua, kekuatan kita dan kesetiaan kepada Tuhan berjalan bersama atau beriringan. Ketiga, kekuatan kita dan kesetiaan pada Tuhan mendatangkan pujian bagi Tuhan dan kebaikan bagi sesama manusia serta alam ciptaan-Nya. lngatlah, kekuatan yang tidak didasarkan pada kesetiaan kepada Tuhan akan menjadi kekuatan yang merusak dan mengakibatkan penderitaan. Mari gunakan kekuatan kita sesuai kehendak Tuhan, agar menghadirkan kemuliaan-Nya dan mendatangkan kebaikan bagi manusia dan segenap ciptaan-Nya.

GB. 246
Doa : (Ya Tuhan mampukan kami menjadi saksi-Mu dengan terus memberitakan kasih setia dan kesetiaan-Mu kepada banyak orang)

Scroll to Top