MINGGU ADVEN III
Senin, 14 Desember 2020

Renungan Pagi

KJ. 3 : 1, 2 – Berdoa

SUKACITA, KASIH DAN IMAN

Filemon 1 : 4 – 7

Dari kasihmu sudah kuperoleh kegembiraan besar dan kekuatan (ay. 7)

Paulus, dalam menjalankan misi Tuhan sebagai rasul dan pemberita Injil selalu mengiringi tugasnya dengan membangun hubungan yang baik terhadap semua orang yang dijumpai. Paulus memiliki hubungan baik dengan Filemon, seorang yang mendukung pelayanan jemaat. Filemon menyediakan rumahnya untuk persekutuan jemaat dan Paulus menyapanya sebagai teman sekerja (ayat 2).
 
Paulus selalu mengingatkan Filemon, yang menunjukkan kehidupan rohani yang semakin dewasa. Karenanya Paulus selalu bersyukur ketika menyebut nama Filemon dalam doanya (ayat 4). Paulus sebagai rasul dan gembala, serta pemimpin yang melayani; menyediakan waktu untuk menerima berita tentang jemaat yang dilayaninya. Syukur Paulus kepada Tuhan akan Filemon, karena dia menunjukkan kasihnya kepada semua orang kudus, dan kehidupan imannya semakin dewasa (ayat 5). Karena itu Paulus bersukacita. la mengungkapkan sukacita imannya dengan mendoakan Filemon (ayat 6). Paulus bersukacita bukan karena harta, materi serta fasilitas yang dia terima dari Filemon. Paulus bersukacita, karena berita pertumbuhan dan pertambahan iman dari Filemon yang dinyatakan dalam hidup persekutuan jemaat (ayat 7).
 
Kehadiran Kristus Yesus semestinya mengubahkan hidup kita. Sukacita Paulus atas Filemon pun demikian. Paulus bersukacita karena kehadiran Kristus dalam diri dan hidup Filemon membuat dia menjadi semakin dewasa dalam Iman, serta bersedia juga setia untuk menjadi alat berkat bagi jemaat maupun banyak orang. Mari jalani hari ini dengan sukacita dalam Kristus. Tunjukkanlah kasih bagi sesama dan teguhkanlah iman di dalam Kristus yang mengasihi kita semua.

KJ. 3 : 3, 4

Doa : (Ya Tuhan Yesus, mohon bimbinglah kami terus agar dapat selalu membawa sukacita dan menyatakan kasih bagi banyak orang)

MINGGU ADVEN III
Senin, 14 Desember 2020

Renungan Malam

KJ. 393 : 1, 2 – Berdoa

SUKACITA YANG MEMBEBASKAN

Filemon 1 : 8 – 16

melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih (ay. 16)

Paulus bersukacita atas Filemon. la mengungkapkan sukacitanya dalam setiap doanya. Sukacitanya diungkapkan juga di dalam surat yang ditulisnya kepada Filemon.
 
Dalam suratnya kepada Filemon ini, Paulus juga menyampaikan permohonan khususnya, agar dia dapat menerima kembali Onesimus, budaknya yang melarikan diri dan mencuri uang darinya (ayat 10-11). Paulus meminta kepada Filemon, agar menerima Onesimus bukan lagi sebagai hamba, tetapi sebagai saudara yang kekasih (ayat 16). Terkesan permohonan Paulus ini berlebihan dan tidak pada tempatnya. Mana mungkin budak yang telah melarikan diri, bahkan juga mencuri uang tuannya, dapat diterima kembali? Apalagi diterima bukan sebagai budak melainkan saudara yang kekasih? Bagi kebanyakan kita akan mengatakan permohonan Paulus ini berlebihan. Namun demikian, mari kita Iihat dan perhatikan dengan cermat mengapa Paulus mengajukan permohonan ini. Pertama, Filemon bukanlah orang yang munafik (lain di bibir lain di hati). Hal ini nampak pada kesediaannya untuk menjadikan rumahnya sebagai tempat persekutuan jemaat. Kedua, Filemon tidak mengadukan pelarian Onesimus ke pihak yang berwenang atau mengejarnya. Ketiga, dan hal itu yang menjadi dasar permohonan Paulus, karena Filemon sungguh-sungguh mengalami sukacita besar oleh kehadiran Kristus dalam diri dan kehidupannya (ayat. 12-14).
 
Dalam Tuhan Yesus Kristus, ada sukacita yang membebaskan. Sukacita dari Tuhan Yesus itu membebaskan kita dari amarah, sakit hati, dendam dan kebencian. Karena sukacita Kristus memulihkan dan membarui hidup kita. Kiranya kita semua bersukacita dalam Kristus dan bersedia dipakai sebagai alat-Nya untuk membawa sukacita sejati bagi sesama.

KJ. 393 : 3

Doa : (Ya Tuhan Yesus, tolong kami agar mampu membawa sukacita sejati dari Engkau bagi sesama)

Scroll to Top